---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk ISTIQLAL (10/3/99)# SOEHARTO TERSANGKA: MULADI MAU, GHALIB TOLAK Oleh: Kirbiyanto Slamet Jaksa Agung Andi M Ghalib di DPR hari ini (9/3) menyiratkan penolakannya untuk menjadikan bekas presiden Soeharto sebagai tersangka. Ghalib berpendapat bahwa harta Soeharto di luar negeri belum ada yang ditemukan, dan pemeriksaan baru pada soal yayasan yang dikelola Soeharto dan proyek mobnas yang dikelola anaknya, Tommy Soeharto, yang sudah jadi tersangka tapi masih bebas berkeliaran. Jelas Ghalib bertahan. Sebuah sumber yang ikut rombongan Muladi dan Ghalib ke Amerika Serikat belum lama ini menuturkan pembicaraan rahasia antara kedua menteri yang datang di AS untuk menghadiri seminar pemberantasan korupsi. Menteri Muladi yakin bahwa masyarakat sangat menunggu langkah tegas pemerintah untuk melaksanakan Tap MPR Pemberantasan KKN termasuk memeriksa Soeharto dan keluarganya. Maka Muladi bertekad dalam pertemuan rahasia itu untuk segera mengupayakan status tersangka untuk Soeharto setiba Muladi di Jakarta. Ghalib yang juga ikut hadir dalam pertemuan rahasia di Washington itu dikabarkan tidak bereaksi terlalu banyak. Bekas orang pertama lembaga bantuan hukum ABRI yang dibacking kuat Panglima ABRI Jenderal Wiranto ini hanya senyam-senyum menanggapi kenekatan Muladi. Ghalib yang sengaja dipasang Wiranto untuk menghalangi Soeharto dibawa ke pengadilan ini hanya berjanji akan menindaklanjuti urusan Soeharto itu. Ghalib lihai betul soal waktu, komitmen dan janji-janji ini. Selihai dia memeras sekian banyak pengusaha yang bergabung dalam Kadin agar pengusaha itu tak kena kasus hukum. Seorang anak Ghalib dikabarkan sangat kaya "proyek" yang diberikan sejumlah pengusaha Cina dan pengusaha Kadin agar bisa lolos dari buruan Kejaksaan Agung. Jangan salah. Lewat Ghalib yang plintat-plintut ini salah-salah Soeharto bisa lolos. Hari ini (9/3) pengacara Soeharto, Juan Felix Tampubolon, sudah bergerak ke depan. Dia segera akan mengajukan surat ke Kejaksaan Agung untuk segera membebaskan Soeharto. Karena tiga bulan terakhir ini Kejaksaan tak mampu membuktikan kasus korupsi yang dituduhkan kepada Soeharto. Sebuah skenario yang menawan. Ghalib mungkin menunggu momentum ini untuk membuktikan loyalitasnya kepada Wiranto dan tentulah kepada Habibie. Percakapan telepon yang disadap salah seorang anggota intelejen ABRI tempo hari meyakinkan bahwa persekongkolan untuk membebaskan Soeharto tengah dilakukan Ghalib-Wiranto-Habibie. Di Jakarta, trio itu sudah tercium sejak lama. Ada dokumen penting yang beredar luas di kalangan pengambil keputusan. Isinya adalah transkrip pembicaraan antara Presiden Habibie dengan Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra. Singkat kata: Habibie melarang siapapun di lingkungannya untuk mengutak-utik Soeharto. Materi pembicaraan ini jelas sama dengan isi kaset antara Ghalib dan Habibie. Seseorang yang mengaku dari "pusat" tengah menawarkan dokumen ini kepada berbagai pihak, terutama para musuh Habibie. Urusan masih akan panjang sekitar Soeharto.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 11 Mar 1999 jam 00:29:58 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
