---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- ----------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. ----------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Thursday 11 March 1999 14:30 UTC ** RENCANA INDONESIA MENGENAI TIMOR TIMUR TIDAK DIUBAH ** PRESIDEN AFRIKA SELATAN NELSON MANDELA TIBA DI BELANDA ** PEMBICARAAN MILOSEVIC - HOLBROOKE TEMUI JALAN BUNTU ** PRESIDEN IRAN MOHAMMAD KHATAMI BERTEMU PAUS YOHANNES PAULUS ** TOPIK GEMA WARTA: PRD TOLAK RUDINI SEBAGAI KETUA KOMITE PEMILIHAN UMUM * RENCANA INDONESIA MENGENAI TIMOR TIMUR TIDAK DIUBAH Menteri Luar Negeri Ali Alatas mengatakan bahwa Indonesia tidak menarik kembali tawaran otonomi luas atau melepas Timor Timur. Di New York, hari Rabu kemarin, Menlu Alatas berunding dengan rekan sejabatannya dari Portugal, Menteri Luar Negeri Jaime Gama dan Sekjen PBB Kofi Annan. Pembicaraan itu dilanjutkan hari ini, namun Menlu Alatas mengatakan belum ada keputusan akhir. Ia menerangkan, pemerintah Indonesia masih punya keberatan terhadap otonomi seperti yang diajukan sekarang ini. Ia menambahkan pula bahwa Jakarta tetap berpegang pada tujuan menyelesaikan masalah ini sebelum akhir April. * PRESIDEN AFRIKA SELATAN NELSON MANDELA TIBA DI BELANDA Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela tiba di pangkalan udara militer Valkenburg, Belanda Selatan, untuk kunjungan kenegaraan selama dua hari. Ini merupakan kunjungan Mandela ke Negeri Belanda yang ketiga kalinya. Presiden Mandela yang berusia 80 tahun itu didampingi istrinya Graca Machel. Mereka disambut oleh Ratu Beatrix dan Pangeran Claus. Acara kunjungan kali ini padat dengan berbagai upacara penghargaan bagi Mandela dan pembicaraan dengan tokoh-tokoh politik di Den Haag. Presiden Mandela akan mengundurkan diri setelah pemilihan bulan Juni mendatang dan mengadakan kunjungan ke Eropa sebagai perpisahan dengan lima negara yang selalu mendukung perjuangan menentang apartheid di Afrika Selatan. Hari Sabtu Mandela melanjutkan perjalanannya ke negara-negara Skandinavia dan Finlandia. * PEMBICARAAN MILOSEVIC - HOLBROOKE TEMUI JALAN BUNTU Pembicaraan antara Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic dan utusan Amerika Serikat Richard Holbrooke di Beograd menemui jalan buntu. Pembicaraan yang menelan waktu selama tujuh jam itu tidak menelurkan hasil. Pada akhir pertemuan Holbrooke mengatakan akan meninggalkan Beograd dan hanya akan kembali bila diminta oleh Menteri Luar Negeri Amerika Madeleine Albright. Holbrooke mencoba meyakinkan Milosevic agar menyetujui penempatan pasukan perdamaian NATO di Kosovo sebagai bagian rencana perjanjian perdamaian Kosovo yang disusun di Rambouillet, Perancis. Pembicaraan di Rambouillet akan dilanjutkan minggu depan, tapi Beograd selalu menolak. Sementara itu pada hari Rabu kemarin terjadi pertempuran antara pasukan-pasukan Serbia dan Tentara Pembebasan Kosovo UCK. Desa Ivaja yang terletak di Selatan, habis terbakar setelah pasukan Serbia menghancurkan makas besar UCK. * PRESIDEN IRAN MOHAMMAD KHATAMI BERTEMU PAUS YOHANNES PAULUS Hari ini, Presiden Iran Mohammad Khatami berjumpa dengan Paus Yohannes Paulus II. Diduga Paus akan mendesak Khatami supaya menjamin kebebasan beragama bagi minoritas Kristen di Iran. Kunjungan Presiden Khatami ke Roma ini merupakan kunjungan pertama seorang kepala negara Iran ke dunia barat sejak revolusi Islam pada 1979. Setelah pembicaraannya dengan Perdana Menteri Italia Massimo D'Alema, Presiden Khatami mengatakan mendukung demokrasi dan menentang negara diktatur. Para pelarian Iran di luar negeri memanfaatkan kunjungan presiden Iran ini untuk berdemonstrasi. Mereka berpendapat Khatami kurang berusaha mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia di Iran. * KEBIJAKAN PERTANIAN DI NEGARA NEGARA UNI EROPA DIUBAH Menteri-menteri pertanian negara-negara Uni Eropa yang sampai Kamis dini hari berembug, akhirnya sepakat mengenai perubahan kebijakan pertanian Eropa. Pembicaraan mengenai pendanaannya sudah dilakukan selama berminggu-minggu dan berjalan seret. Pelaksanaan kebijakan pertanian baru ini sesuai dengan usul Jerman, yang saat ini menjabat ketua bergilir Uni Eropa. Inti kebijakan baru itu adalah menurunkan subsidi susu, gandum dan daging sapi. Sebagai imbalan, para petani mendapat bantuan keuangan. Penurunan harga jaminan ini penting untuk menyiapkan Uni Eropa menerima anggota-anggota baru. * PRESIDEN CLINTON DI AMERIKA TENGAH Kepada Presiden Guatelama Alvaro Arzu, Presiden Amerika Bill Clinton yang tengah berkunjung ke situ mengatakan bahwa dukungan Amerika Serikat pada pemerintah Guatelama yang terdahulu adalah salah, karena pemerintah itu bersifat menindas. Hal ini dikatakannya pada kepala negara tuan rumah. Presiden Clinton sedang mengadakan kunjungan ke empat negara Amerika Tengah yang dilanda angin puyuh Mitch. Negara-negara ini mendesak Clinton memperlues politik imigrasinya. * ELISABETH DOLE INGIN JADI PRESIDEN WANITA PERTAMA AMERIKA Elisabeth Dole mengumumkan rencananya menjadi presiden wanita pertama di Amerika Serikat. Untuk itu ia telah melakukan langkah pertama menuju nominasi dalam partai Republik, yaitu pembentukan komisi yang harus menyelidiki apakah cukup dukungan dana untuk kampanyenya. Sudah lama diduga bahwa istri mantan calon presiden Bob Dole akan mencalonkan diri. Ada beberapa calon partai Repulik antara lain mantan wakil presiden Dan Quayle dan George W. Bush, putera mantan presiden Bush. * DIPLOMAT INGGRIS DIUSIR DARI KONGO Pemerintah Kongo memerintahkan empat orang diplomat Inggris dan seorang karyawan Amerika meninggalkan negara itu karena didakwa melakukan kegiatan mata-mata. Sebelumnya seorang diplomat Inggris juga sudah diperintahkan meninggalkan Kongo dengan alasam sama. Sejak hari Minggu mereka dikenai tahanan rumah di hotel mereka di ibukota Kishasha. Menurut Kongo, tanpa ijin mereka membawa peta dan berada di sekitar inslatasi militer. Hal ini dibenarkan oleh kementiran luar negeri Inggris namun alasan mereka melakukan hal itu adalah untuk memeriksa pelaksanaan rencana evakuasi bila keadaan di Kinshasa tiba-tiba tidak terkendali. * EKUADOR MELARANG DEMONTRASI Polisi Ekuador menahan hampir 100 orang yang mengadakan demonstrasi dengan kekerasan di ibukota Quito. Paling kurang tujuh orang terluka pada demonstrasi itu. Hari Rabu kemarin, serikat buruh menyerukan pemogokan selama 48 jam menentang rancangan penghematan yang dilancarkan Presiden Jamil Mahuad. Dengan demonstrasi ini mereka melanggar larangan berdemonstrasi yang dikeluarkan pemerintah. Sejak devaluasi sucre, mata uang Ekuador, bulan lalu, negara itu berada dalam krisis ekonomi. Sejak itu nilai mata uang Ekuado turun 80%. Untuk mengatasi krisis itu pemerintah mengadakan penghematan besar-besaran. * PRD TOLAK RUDINI SEBAGAI KETUA KOMITE PEMILLIHAN UMUM intro : - Partai Rakyat Demokratik PRD menolak pengangkatan mantan mendagri Rudini sebagai ketua komisi Pemilu karena PRD tidak mengakui ligitimasi pemerintahan presiden Habibie. PRD juga tetap menolak grasi bagi ketua umumnya Budiman Soedjatmiko, tapi sebaliknya menuntut pembebasan semua tahanan politik tanpa syarat. Demikian ketua departemen luar negeri PRD, Mugiyanto. MUGIYANTO [M]: Statement (pernyataan, Red.) yang kami keluarkan pada hari ini, pada acara konperensi pers jam tiga sore hari tadi, adalah tentang penolakan pelantikan anggota KPU oleh Habibie. Jadi kita menolak pelantikan KPU oleh Habibie, karena kita tidak mengakui legitimasi Habibie sebagai presiden yang punya hak untuk melantik anggota Komite Pemilihan Umum. Jadi intinya di situ. Kita melakukan konperensi pers ini bersama partai-partai politik yang lain, 12 jumlahnya, yang tidak lolos verifikasi kemarin. Dan kami anggap ini tidak fair (adil, Red.). Jadi kalau kita konsisten sepenuhnya terhadap sistem pemilu yang multi partai, sebetulnya tidak perlu diadakan proses verifikasi. Jadi begitu partai politik mendapat legitimasi hukum, seharusnya secara otomatis mereka berhak ikut pemilu, tanpa proses verifikasi yang kita anggap tidak fair dan tidak demokratis. Karena proses verifikasi yang dilakukan oleh Tim 11 yang tidak representatif, aturan-aturannya juga sangat membatasi kebebasan politik rakyat. Jadi kita berangkat dari sana, sehingga kita kemudian juga menolak pelantikan anggota KPU. RADIO NEDERLAND [RN]: Jadi yang anda tolak adalah legitimasi pemerintahan Habibie, dan penyaringan partai politik untuk bisa ikut pemilu? M: Jadi bagi kami bukan hanya 48 partai itu, tapi harusnya semua partai yang mendapat status hukum sebagai partai politik. Terutama kalau kita konsisten bahwa pemilunya adalah pemilu multi partai. RN: Kalau mengenai pengangkatan Rudini sendiri sebagai ketua KPU bagaimana? M: Jadi, dengan legitimasi seperti itu, secara otomatis ya tidak legitimate (absah, Red.) kemudian pengangkatan tersebut. Karena kita berangkat dari awal, dari awal pembentukan Komite Pemilihan Umum itu sendiri. Jadi, sebetulnya kan sejak awal nih cacat: pemilu yang tidak demokratis, tidak ada sarat-sarat yang demokratis, kemudian partisipan pemilu yang sangat selektif, membatasi hak politik rakyat, kemudian pemilihan dan pelantikan anggota KPU. Jadi, sebenarnya susah sejak awal proses pemilu itu tidak fair dan tidak demokratis. Sehingga proses- proses selanjutnya juga demikian. Sehingga tidak mengherankan ketika partai-partai politik yang lain melakukan protes baik kepada pemerintah maupun kepada Tim 11. Cuma karena karena masalah-masalah adminstratif saja PRD bisa lolos. RN: Kemudian mengenai masalah lain, yaitu mengenai penolakan grasi kepada Budiman Sudjatmiko, ketua umum PRD yang sampai sekarang masih ditahan, bagaimana perkembangan selanjutnya? M: Ya sebetulnya alasan mengapa kita menolak pemberian grasi yang dilakukan oleh Muladi adalah bahwa dengan menerima grasi berarti secara otomatis kita mengakui bahwa kita melakukan kesalahan-kesalahan politik. Jadi kita oleh pengadilan dianggap bersalah. Padahal tidak demikian adanya. Jadi, kawan-kawan yang berada di dalam penjara, itu dipenjara dengan tuduhan pada waktu itu adalah karena azas PRD yang sosial demokrasi kerakyatan dan bukan Pancasila. Tapi kenyataannya saat ini, PRD dengan azas yang sama yaitu sosial demokrasi kerakyatan bisa lolos ke pemilu, berhak ikut pemilu, artinya, kalau PRD ikut pemilu dengan azas sosial demokrasi kerakyatan, kenapa kawan-kawan yang berada di tahanan, yang ditahan karena alasan yang sama tidak juga dibebaskan. Itu yang pertama. Yang kedua adalah dengan menerima pemberian grasi berarti kita mengakui bahwa kita bersalah. Padahal selama ini kita tidak mengakui itu karena tuntutan-tuntutan PRD sejak awal berdirinya PRD itu menjadi sebuah kebenaran sejarah. Saat ini semua kelompok demokrasi mempunyai tuntutan yang sama. Tuntutan kami terhadap pembebasan tahanan politik adalah bahwa semua tahanan politik harus dibebaskan tanpa syarat. Bukan melalui grasi atau amnesti. Tidak tahanan politik orang PRD, tetapi juga banyak kalangan lain, kalangan Islam, Timor Timur, Aceh, maupun tapol-tapol PKI yang sudah sangat tua dan sakit-sakitan. RN: Tetapi Menteri Kehakiman Muladi langsung mengatakan bahwa dengan penolakan itu PRD mempersulit posisi pemerintah karena pemerintah sudah berupaya untuk membantu tetapi tidak ada tanggapan positif dari PRD. Komentar anda? M: Ya mereka selalu punya pembenaran sendiri. Sebetulnya kebijakan- kebijakan yang dikeluarkan pemerintah itu penuh dengan kontradiksi (pertentangan, Red.), seperti yang saya jelaskan tadi. Antara alasan penahanan kawan-kawan PRD yang berada di dalam penjara sekarang dengan alasan diijinkannya PRD ikut pemilu. Itu sangat kontradiktif. Dengan dasar yang sama PRD boleh ikut pemilu, tetapi dengan dasar yang sama pula, kawan-kawan masih berada di dalam penjara. RN: Jadi yang dituntut PRD adalah pembebasan Budiman Sudjatmiko tanpa syarat? M: Ya, semua tapol, tanpa syarat. Karena tuntutan-tuntutan kami menjadi kebenaran sejarah, ketika sekarang mayoritas rakyat dan kelompok pro demokrasi mempunyai tuntutan yang sama dengan yang kami tuntut pada waktu itu, pada waktu kawan-kawan dijebloskan ke penjara. RN: Apakah pembebasan tanpa syarat itu akan cukup bagi PRD untuk membebaskan Budiman Sudjatmiko tanpa menuntut permintaan maaf dari pemerintah. M: Itu dalam proses selanjutnya, memang benar itu akan kami lakukan kemudian. RN: Demikian Mugiyanto, salah seorang anggota PRD ----------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ----------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 11 Mar 1999 jam 15:39:00 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
