----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


ISTIQLAL (11/3/99)# HABIBIE ATAWA HARI-HARI BIKIN BINGUNG

Oleh: Sulangkang Suwalu

        Ketika Harmoko menjabat sebagai menteri penerangan namanya diplesetkan
menjadi "Hari-Hari Omong Kosong", maka kini Habibie pun diplesetkan menjadi
"Hari-Hari Bikin Bingung".
        Bila Harmoko diplesetkan menjadi "Hari-Hari Omong Kosong", karena apa yang
dikemukakannya kebanyakan Omong Kosong, misalnya menjelang SU MPR tahun 1998
Harmoko mengatakan "rakyat mendukung Soeharto", ternyata tak sampai 3 bulan
sesudah SU MPR Soeharto dijatuhkan rakyat dari kekuasaannya. Rakyat ogah
dipimpinnya lagi.
        Kini demikian pula dengan Habibie. Politiknya senantiasa membikin bingung,
seperti pengumuman Habibie di Forum Editor Asia-Jerman bahwa Prabowo dari
Kostrad mengkonsentrasikan pasukannya disekitar rumahnya; persoalan dua opsi
bagi Timor Timur; dan mengenai penyadapan pembicaraan telepon Habibie dengan
Ghalib, Jaksa Agung.

HABIBIE VERSUS PRABOWO
        Berkenaan dengan Presiden BJ Habibie menceritakan pengalamannya bahwa pada
saat kerusuhan Mei 1998 terjadi, disekitar rumahnya ada konsentrasi pasukan
Kostrad dibawah pimpinan Prabowo, maka Bambang Triantoro mempertakan: kenapa
hal itu diceritakan di depan forum internasional, dimana didalamnya ada
tindakan yang tidak patut dilakukan di negara ini. Apalagi peristiwa itu
sudah lama terjadinya.
        Sementara Prabowo yang disebut sebagai pelakunya, juga sudah diadili. Tapi
tidak dalam kaitannya dengan peristiwa itu. Melainkan kasus penculikan yang
sampai sekarang masih terungkap. Jadi tidak salah kalau orang berspekulasi.
Apa maksud Habibie mengatakan soal itu didepan umum.
        Bisa saja, Habibie melakukan hal itu karena akhir-akhir ini kredibilitas
Wiranto sedang naik. Bagaimana pun juga, tampilnya Wiranto dengan kelompok
Ciganjur, cukup mempunyai kredit yang tinggi. Bisa juga karena Habibie ingin
menunjukkan pada publik luar bahwa yang berkuasa di negeri ini adalah dia.
Sedang Wiranto di bawah kekuasaannya.
        Menanggapi pertanyaan wartawan sekiranya Habibie menuntut Prabowo ke
pengadilan, kira-kira siapa yang akan menang, Bambang Triantoro mengatakan:
Ya, dua-duanya harus tetap menjalankan proses pengadilan untuk menjelaskan
perkara ini. Dari situ nanti baru kita bisa ketahui bagaimana duduk
persoalannya. Kalau secara hukum, jelas Prabowo yang salah. Tapi kalau
secara politik jelas dua-duanya kalah.
        Sementara itu Ahmad Soemargono (Ketua KISDI) yang dekat dengan Prabowo,
menyangkal kemungkinan Prabowo melakukan kudeta terhadap Habibie.
Dikatakannya: Mana mungkin. Anda tahu, Prabowo itu menjagokan Habibie untuk
jadi Wapres ketika Soeharto masih menjabat. Selain itu-- berdasarkan
pengamatan saya selama ini--Prabowo sangat simpati terhadap Habibie.
        Selanjutnya Ahmad Soemargono mengatakan belum lama, dia (Prabowo-pen) kirim
surat. Di antaranya dia mengatakan, "Saya sangat menyayangkan Pak Habibie
salah persepsi tentang saya. Padahal selama ini saya pengagum Habibie. Kalau
surat Prabowo ini masih belum kuat dijadikan indikasi simpatinya pada
Habibie, saya punya cerita lain."
        "Begini. Ketika Soeharto lengser, saya dan beberapa kawan sempat bertanya
bagaimaha sikap dia terhadap Habibie.. Dengan spontan dia menjawab akan
mendukung Habibie.. Kemudian dalam satu kesempatan dia juga pernah
mengatakan: 'Gue tahu, kinerja pegawai negeri sipil itu memang payah. Tapi
kalau Habibie jadi presiden, gue dukung.' Pendeknya, Prabowo itu sangat
dekat dengan Habibie."
Demikian Ahmad Soemargono.
        Diceritakan oleh Habibie di forum internasional mengenai konsentrasi
pasukan Kostrad di sekitar rumahnya, benar-benar membingungkan, sehingga
menimbulkan berbagai pertanyaan: apakah tujuannya untuk mendemonstrasikan
keluar negeri bahwa dirinyalah yang berkuasa di Indonesia, atau hendak
menuntut Prabowo karena sudah berbuat makar?
        Sehingga Bambang Triantoro sampai pada kesimpulan: jika ke pengadilan,
dua-duanya akan kalah. Bila kedua-duanya kalah, berarti Habibie melalui
ceritanya ke dunia internasional itu, adalah juga turut membunuh dirinya
sendiri. Tentu saja hal itu membikin bingung.
        Dan mari pula kita cermati dua Opsi bagi Timtim.

OTONOMI YANG LUAS ATAU TIMTIM LEPAS
        Menurut Ali Alatas diharapkan pada bulan April 1999 nanti, paket otonomi
yang luas bagi Timtim telah dapat diumumkan pada masyarakat Indonesia dan
Timtim pada khususnya.
        Supaya mereka dapat mengetahui dengan jelas kebebasan dan fasilitas apa
yang akan didapatkan dibawah otonomi luas. Dengan demikian mereka dapat
memutuskan apa kah mereka akan tetap tidak mau menerima, menginginkan
referendum atau kemerdekaan.
        Caranya sedang diusahakan antara Indonesia, PBB dan Portugal. Indonesia
tetap menilai referendum lebih banyak mengandung risiko daripada
keberhasilannya. Masalahnya juga kompleks, karena harus mendatangkan PBB,
pasukan PBB, kampanye terbuka dan kemungkinan akan menimbulkan perpecahan.
Memang harus dicari cara lain yang lebih efektif, tetapi bukan referendum.
        Alatas juga mengatakan Portugal akan mengikuti keinginan masyarakat Timtim,
baik seandainya usulan otonomi luas itu ditolak, ataupun seandainya diterima.
        Jika usul pemerintah diterima, status Timtim akan dikembalikan pada status
sebelumnya menjadi non self government dibawah PBB, dengan Portugal sebagai
ministering power.
        Nampaknya Ali Alatas masih bingung, jalan apa yang harus ditempuh untuk
bisa mengetahui bagaimana cara mengetahui pendapat rakyat Timtim tentang
usulan otonomi luas, melalui referendum tidak mau. Apa kah tokoh-tokohnya
saja yang akan ditanya? Dan siapa tokoh-tokohnya yang bisa dinilai sebagai
mewakili aspirasi semua rakyat Timtim?
        Bila Alatas menolak referendum dengan dalih resikonya besar, kemungkinan
perpecahan, konflik berdarah, seakan Alatas hendak mengatakan tidak akan ada
perpecahan atau konflik berdarah, bila Timtim tetap dibawah kekuasaan
Indonesia, dengan rumus otonomi yang luas. Selama 24 tahun Indonesia
menguasai Timtim sudah menunjukkan terdapatnya perpecahan dan konflik
berdarah berulang terjadi.
        Dalih Alatas akan terganggunya keamanan bila dilakukan referendum untuk
mengetahui suara rakyat Timtim, hanya menunjukkan kebingungannya
pemerintahan Habibie.
        Dan bagaimana pula persoalan penyadapan pembicaraan telepon Habibie-Ghalib?

KOLUSI HABIBIE-GHALIB
        Menurut Sri Bintang Pamungkas melalui tulisannya "Habibie dan Ghalib
melawan hukum" (Merdeka, 20/7) antara lain mengatakan tentang tersebarnya
kaset rekaman pembicaraan telepon (yang mirip-mirip suara) BJ Habibie-Ghalib
(kalau pembicaraan itu benar) pada hakikatnya Habibie dan Ghalib telah
melakukan penyalahgunaan wewenangnya untuk mengelabui masyarakat dengan
memperalat hukum, keadilan dan kebenaran.
        Untuk kasus Habibie-Ghalib ini ada unsur kolusi. Dalam hal ini Habibie
sebagai Kepala Eksekutif (presiden) telah melakukan intervensi terhadap
fungsi Kejaksaan Agung yang sedang memeriksa kasus Soeharto. Dalam
intervensi ini terdapat kerjasama antara keduanya, artinya Ghalib tak
keberatan diintervensi oleh presiden BJ Habibie. Bahkan Ghalib berusaha
meyakinkan Habibie bahwa apa yang diinginkan Habibie telah dipenuhi,
sehingga Habibie tidak perlu kawatir. Solusi ini jelas terbaca dari
pembicaraan mereka.
        Dalam kasus ini, kalau terbukti benar, Habibie jelas-jelas telah berusaha
melakukan intervensi fungsi Kejaksaan Agung, yang berarti melecehkan atau
memanipulasi hukum, penegakan hukum dan lembaga penegakan hukum. Selain
bertentangan dengan hukum, tindakan itu bertentangan pula dengan janji
Habibie sendiri yang diucapkan pada 16 Agustus 1998, yang bermaksud menjamin
penegakkan hukum.
        Bahkan kata Sri Bintang Pamungkas, Habibie berusaha mempengaruhi Jaksa
Agung agar melakukan tindakan diskriminasi hukum, antara lain dengan
mengulur-ulur pemeriksaan terhadap Soeharto, memperingan lamanya
pemeriksaan, serta mendahulukan pemeriksaan terhadap tersangka lain seperti
Arifin Ponogoro dan Wanandi. Sedang kalau kita lihat sama saja, yakni
melakukan tindakan pidana yang sama. Bahkan Ghalib mengaku telah menjalankan
apa yang dianjurkan Habibie tersebut. Demikian antara lain Sri Bintang
Pamungkas.
        Tentang adanya pembicaraan telepon antara BJ Habibie-Ghalib ini memang
berbeda reaksi Habibie dengan Ghalib. Yang juga membingungkan. Habibie
secara tidak langsung mengakui adanya pembicaraan telepon itu. Hal itu
tercermin dari instruksinya agar diperiksa siapa yang melakukan penyadapan
tsb. Sedang Ghalib dengan berbagai dalih mencoba menyangkalnya.
        Tentang keaslian kaset rekaman pembicaraan Habibie-Ghalib itu tak diragukan
lagi, seperti diberitakan DETAK (No 31 thn ke-I) bahwa dari sumber Sekneg
yang ditemui DETAK (19/2) di Setneg membenarkan keasliannya. Katanya,
Habibie sudah menerima kaset itu dua minggu sebelum muncul di Panji dan
mengakui bahwa suara dalam rekaman itu memang suaranya. Dan memang benar,
Habibie bicara seperti itu kepada Ghalib. Karenanya Habibie memerintahkan
Pengab untuk mengusut siapa penyadapnya.
        Juga sangat membingungkan, katanya Habibie hendak menjamin tegaknya hukum,
tetapi melalui pembicaraan telepon itu ternyata ia melanggar hukum, ia
mengintervensi fungsi Kejaksaaan Agung. Malah mereka berdua (Habibie-Ghalib
melakukan kolusi) dalam melakukan pemeriksaan Soeharto. Benar-benar
membingungkan. Maklumlah MPR telah menetapkan untuk menyelesaikan sesara
tuntas KKN.

KESIMPULAN
        Meskipun politik Habibie hari-hari bikin bingung, sebenarnya kita tidak
perlu bingung, sebab pemerintahan dabibie, seperti dikatakan Dr Ulf
Sundhaussen adalah pemerintahan yang "tidak punya policy apa-apa". Ya,
politiknya memang hanya bikin bingung.
        Telah sembilan bulan Habibie setiap hari bikin bingung. Memilih Habibie
lagi menjadi presiden ke IV RI, sama dengan memilih supaya semua orang
dilanda kebingungan. Selamat tinggal hari-hari bikin bingung!***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Mar 1999 jam 18:11:09 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke