---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Sepertinya memang saya banyak dimusuhi dan dicurigai setiap kali menulis mengenai agama. Sepertinya saya adalah antek antek Yahudi dan Nasrani yang menyamar untuk menghancurkan Islam dari dalam ( begitu kata beberapa netter ). Bulak balik saya bercermin, bulak balik saya pergi keluar masuk kamar , saya tanya Vicky " Honey...Am I a moslem or what? " Dia menjawab " You are a very good Muslim, but more importanly you are a fine humanbeing.. " Dengan bekal semangat seperti itu saya sekarang duduk di depan layar komputer dan mencoba memberikan alibi mengapa saya begitu sering memberi kritik terhadap religi, terutama terhadap agama sendiri, Islam... KRITIK TERHADAP KONSEP NEGARA ISLAM. Sekaranglah saatnya saya memberikan argumen mengapa konsep negara Islam adalah sebuah konsep yang bukan saja tidak realistis tapi sangat tidak masuk akal. Ketika era new millenuim tinggal selangkah kedepan, ketika satu satunya medium menuju sebuah kondisi masyarakat maju adalah dengan adaptasi tehnologi, demokrasi dan menjadi pintar didalam persaingan global, pilihan menjadikan Indonesia sebagai negara Islam bukan saja suatu kemunduran, tapi mala petaka.. Jelas di benak para santri dan kyai arogan yang terlalu banyak membaca sejarah nabi tanpa mencoba mengerti, Negara Islam adalah suatu impian, Suatu dambaan, Tapi bagi saya, mereka itu tidak lebih dari sekelompok utopist yang gampang terpesona, sekumpulan manusia yang terlalu meng idol idol sejarah kejayaan Islam, Mencoba membuat surga artifisial di bumi yang bernama " Islamicland" ingin menyaingi "Disneyland" Di kepala mereka, Negara yang ideal adalah pemerintahan Islam seperti jaman Muhammad. Atau jaman khalif khalif sesudahnya, Tapi bila kita mencoba meneliti sedikit kedalam sejarah , setiap kali Islam mencoba benegara yang selalu muncul adalah pertumpahan darah, Kekuasaan Haus darah, nepotisme, korup dan aniaya. Memang Islam pernah jaya dengan " knowledge " seperti Ibnu Sina dengan " Canon "nya yang dahsyat, yang menjadi standar medical standar text book di Europa selama 500 tahun, memang Ibnu Rushd adalah sumber inspirasi philosopher terkenal seperto Thomas Aquinas dan Roger Bacon, tapi sesungguhnya kemajuan Islam itu beriringan dengan keterbukaan pemikiran orang muslim pada paham paham agama dan budaya orang lain. Bukan oroginal penemuan Islam sendiri. Referensi Ibnu Rushd atau Averroes adalah Aristoteles, Al Kharizmi, matimatikus yang terkenal dengan Al-Jabr nya itu mengadaptasi bilangan numeral dan desimal dari India. Jadi walaupun kita boleh berbangga dengan kemajuan Islam, seperti di angan angan para utopis itu, kita harus mengakui Islam tidak akan pernah maju tanpa adaptasi, tanpa interaksi, tanpa belajar dengan bangsa dan agama lain. SEJARAH DARAH ITU. Memang Muhammad sebagai publik figur, pemimpin kharsimatik yang berhasil menyatukan suku suku di jazirah Arab. Dan memang dalam jaman dia bangsa Arab memasuki era pencerahan, berhala bertumbangan, paganisme dihapuskan, Kabbah yang tadinya sebagai mekkah pengikut paganisme polytheis dibersihkan dan dijadikan Mekkah umat Islam yang monotheis, Muhammad memberikan kesegaran baru,dan umat Islam maju... Tapi seperti sebuah simpul yang pecah, ketika Muhammad mati, Umat Islampun mulai bertumbangan ,masing masing saling berebutan kekuasaan, yang satu menamakan demokrasi. Yang satu mendahulukan keturunan, tidak heran 50 Tahun setelah kematian Muhammad , orthodoksi Islam mulai retak. Muawiya, Gubernur Arab di Syria menolak Ali,kepokanan Muhammad yang meminta hak untuk menduduki kalifah ke 4, Muawiya mengambil khalif power itu sendirian , me mindahkan pusat kekuasaan ( ibu kota ) dari Madina ke Damaskus dan membentuk dinasti Omyyad. dan Ali tidak mau kalah mendirikan kehalifaan saingan di Kufa, Irak. Ketika ketamakan dan arogansi kekuasaan tumbuh, maka timbul juga anarki dan pertumpahan darah. Ali mati terbunuh, Husain (cucu Muhammad ) mati dipenggal Yazid, anak Muawiya ( kepalanya diarak dan dikirim ke Damaskus.. Pengikut Ali yang tidak menerima penghinaan membentuk patisan bernama Shiah, memecahkan diri dari mainstream Islam ( sunni ) Yang selamanya tidak akan pernah mengakui kepemimpinan khalip Sunni.Shiah sendiri juga mengalami keretakan dengan timbulnya aliran baru bernama Ismailis, Pada abad ke 11 dan 12, kaum Ismailis inilah yang melancarkan teror dari pegunungan Persia dan Syria dengan membunuh sesama Islam, baik orang awam, jendral,ulama bahkan khalifah. Sebelum melancarkan kampanye pembantaian ini mereka terkenal selalu menggunakan "makanan surga" yaitu Hashis, akibatnya klik Ismailis ini dinamakan sebagai Hashshasin, atau pemakan hashis, orang Barat mengambil kosa kata ini menjadi Assassin, Darah Islam berceceran oleh Islam sendiri, Darah Usman yang mati terbunuh dalam mesjid. Darah Ali, Husain, Umar,darah di padang Karbala.. Bila Muhammad bisa menyatukan Jazirah Arab, Bila Abu Bakar dapat melanggengkan kekuasan Islam dengan semangat represif ( menekan suku suku kecil yang ingin memisahkan diri dari kekuasaan Madinah ) itu bukan berarti bahwa Konsep negara Islam bisa di ciptakan. Pada jaman itu peradaban jelas tidak serumit sekarang, undang undang masih dibuat secara sederhana,Al Quran memang secara garis besar banyak menyiratkan undang undang, tapi Quran itu lebih condong untuk memberi garis hukum pada peradaban gurun, Dan konsep negara jaman sekarang beserta hukum dan perundang undangannya jelas tidak bisa di jabarkan semua dalam Quran. Konsep orang Islam yang selalu berkiblat pada Quran, adalah sebuah konsep yang keliru menurut saya, karena Quran adalah petunjuk, manusia yang mencari jalan. Quran adalah peta, bukan destinasi.. Demokrasi barat yang telah universal, Hak hak azazi manusia yang telah universal, Trias Politika, hak bersuara, Pemilihan umum, Hukum pidana dan perdata, Hak Persamaan martabat wanita dengan laki laki( Womans right ) The Right of Man-nya Thomas Paine, Deklarasi Amerika yang berbunyi " We Declare that All men Created Equal " tidak ditemukan dalam Al Quran, manusialah yang berpikir dan diajak berpikir untuk mencari jalan atas persoalannya sendiri.Membuat Quran sebagai sumber segala galanya adalah Men Tuhankan Al Quran,membuat Al Quran sebagai undang undang negara adalah kematian kreatifitas yang bertentangan dengan himbauan Tuhan pada manusia untuk " berpikir ". MEMANUSIAKAN MUHAMMAD. Jelas Muhammad adalah rasul, tapi dia bukan malaikat apalagi Tuhan, Kemunduran umat Islam umumnya adalah " kita " mempunyai ke condongan memuliakan, meng idol ( berhala ) kan ,menganggungkan Muhammad, semua doa dalam sholat, semua khutbah Jummat selalu penuh dengan penggangung agungan Rasulllah ini ( utusan Allah ) Perlu di ketahui bahwa Muhammad itu telah mati, dia itu manusia biasa ( pesuruh yang diangkat Tuhan karena berkarakter terpuji ) Tapi kebanyakan dari kita sebenarnya terlalu mengkultuskan Muhammad diatas segala galanya. Orang bisa menyumpah Tuhan, di film barat " Yesus F....G Christ kata vulgar yng tidak jarang terdengar,comedian mencemooh Tuhan hampir tiap hari di televisi dan Koran. Stiker di mobil yang saya pernah baca tertera " F...K Yesus " Teman sama sama Muslim pernah mengeluh " Sialan Tuhan tidak pernah mengabulkan doa gue "ketika melirik nomor California, Tapi seberani itu kita merendahkan Tuhan, setakut itu kita menyinggung Muhammad. Karena jauh didasar hati semua orang Islam, Muhammad itu adalah " kekasih Tuhan " yang kebesarannya nampak menyaingi Allah sendiri. Muhammad adalah manusia, dia telah mati. Tapi dikuburannya di Madinah, ribuan orang menangisi makamnya dan berdoa meminta berkah, tidak jarang ada yang melemparkan kertas ke Makam Rassuluhah yang berisikian surat cinta atau surat meminta minta berkah, seolah Muhammad masih hidup dan punya kesanggupan untuk mengabulkan doa manusia.. Muhammad adalah manusia biasa, yang punya kelemahan. Jika saya bisa bertemu dengan Muhammad misalnya, saya jelas akan bertanya banyak hal pada dia, misalnya tentang poligami, Quran memberi hak pada laki laki untuk punya 4 Istri, Tapi kenapa misalnya Hukum Allah itu tidak berlaku pada Muhammad sendiri ( Pada saat dia meninggal, Istrinya berjumlah 11 ) Kenapa juga menikahi Zainab, Istri Zaid, anak angkatnya sendiri ( ketika menyadari Muhammad mengingini Zainab, Zaid menceraikannya sebgai hadiah terhadap Muhammad ) Mengapa Muhammad mau mengawini Aisyah ketika perempuan ini masih berumur 7 tahun? Ketika disahkan sebagai Istri dan tinggal serumah, Aisyah berumur 9 tahun. ( ketika Muhammad meninggal , umur Aisyah cuma 19 tahun ). Saya juga ingin bertanya, mengapa Ketika Rassululah tidak bisa menepati janji untuk adil terhadap istri, mesti muncul ayat dari Tuhan, yang memberikan keringanan bagi nabi untuk melanggar janji? PENYEMBAH AGAMA. Jelas saya tidak meragukan Muhammad sebagai rasul, tanpa dia kita tidak mengenal ajaran Islam, tanpa dia kita tidak tahu Allah itu apa? Muhammad sebagai politikus dan pemimpin juga tidak diragukan ke piawaiannya, ketika dia gagal menarik perhatian orang Yahudi dan Nasrani pada Islam dengan membuat Kiblat kaum Muslimin ke Majidil Aqsa, dan berpuasa, Secepat itu dia mengubah arah Kiblat ke Mekah dan membuat Puasa yang berbeda dari kaum Yahudi. sebuah manuver yang brilyan... Muhammad telah mati, Warisannya adalah sisi baik kehidupan dan ahlaknya sehari hari yang bisa di jadikan contoh, Quran adalah suara Tuhan bukan suara Muhammad, dan kita kaum muslimin hendaknya lebih banyak menyembah Allah dari pada menyembah Agama dan Muhammad. Sudah waktunya berhenti menyebut junjungan, kanjeng, dan men doakan Muhammad berlebihan. seperti di setiap khutbah Jummat yang satu arah tanpa tanya jawab itu. ( Khutbah Jummat jaman Rasulullah adalah tanya jawab yang topiknya bervariasi, dari strategi perang, rencana pembangunan proyek infrastruktur kota,sampai penyampaian ayat ayat baru ) Muhammad telah tiada dan dia manusia, seperti kata Abu Bakar ketika menyadari kepergian Muhammad dia berteriak " Bila ada yang menyembah Muhammad, ketahuilah bahwa Muhammad telah mati, tetapi bila ada yang menyembah Allah, ketahuliah bahwa Allah itu hidup dan selamanya hidup " KESIMPULAN ITU. Pemimpi sistim negara Islam adalah penyembah Agama, yang dikuasai romantisme berlebihan terhadap Rassululah. Penyembah agama tidak sama dengan penyembah Allah, Orang yang menyembah Allah dalam diam akan mengagung kan sang Khalik tanpa pernih pernik kolosal yang bernama " Islamic State ". Selain sejarah yang berdarah darah dari agama. Entah Sunni melawan Shiah, entah Protestant melawan Katolik, Agama tidak pernah sanggup membawa kita kedalam peradaban maju,dan jelas negara maju... Karena kebanyakan dari kita orang beragama sibuk dengan peta,tapi setelah itu tidak pernah berupaya melangkah mencari destinasi sendiri, kita terus menerus ketinggalan, karena sebenarnya kebanyakan dari kita adalah Religion Worshipper bukan penyembah Tuhan.. Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 Mar 1999 jam 05:08:47 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
