----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


KEDIAMAN SOEHARTO DI SOLO DICORAT-CORET RAKYAT

        SOLO (SiaR,12/3/1999) Aksi corat-coret terjadi di kediaman mantan
Presiden Soeharto di Dalem Kalitan, Solo, Kamis (11/3). Aparat keamanan
tampak tak kuasa membendung rakyat melakukan aksi corat coret tersebut.

        Aksi yang dilakukan kelompok yang menamakan diri Gerakan Rakyat Surakarta
(GRS) tersebut diawali dengan aksi ratusan pemuda-pemudi yang menolak
Dwifungsi ABRI. Sebelum aksi corat-coret dilakukan, kelomopok massa tersebut
melakukan aksi di Balaikota. Tidak lama kemudian mereka berjalan ke Dalem
Kalitan, melawan arus kendaraan di Jalan Slamet Riyadi. Arak-arakan dikawal
sepasukan polisi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Surakarta Letkol. Pol
Bobby Kaligis.

        Aksi demo yang dipimpin Lucky, mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di
Solo tersebut, tiba-tiba berubah panas ketika beberapa demonstran melakukan
aksi corat-coret di dinding Dalem Kalitan. Karena provokasi aparat yang
menyebabkan barisan massa emosi, akhirnya makin banyak demonstran yang
melakukan corat-coret. Dalam beberapa corat-coretnya massa menuliskan kata
kata: Tritura, Bentuk Pemerintahan Transisi, Cabut Dwifungsi ABRI, Turunkan
harga dan Adili Soeharto.

        Dalam aksinya GRS membagi-bagikan selebaran kepada wartawan yang berisi
peryataan aksi tersebut. Lucky melalui selebaran itu menyebutkan, munculnya
kerusuhan yang terkoordinir di Ambon, Banyuwangi, Ketapang, dan Aceh adalah
bentuk manajemen konflik kelompok tertentu yang tidak dapat
dipisah-pisahkan. Dikatakan seperti kasus Ambon yang pada awalnya hanya
dipicu kriminalitas, ternyata terus diprovokasi sehingga bergeser kearah
permasalahan SARA dan tidak terselesaikan hingga saat ini.

        Mereka mendesak Menhankam /Pangab jendral TNI Wiranto mundur dan
bertanggung jawab atas kegagalannya menangani kerusuhan. Petugas keamanan
melihat dari jauh dan tak bisa berbuat apa-apa ketika massa yang didukung
dari masyarakat yang menonton aksi tersebut. Menurut Kepala Rumah Tangga
Dalem Kalitan R.M. Sugiatmo, rumah yang dimiliki Soeharto, mantan Presiden
RI tersebut baru kali ini di demo dan dicoret-coret. "Selama 34 tahun ini
belum pernah terjadi peristiwa seperti ini," ujarnya dengan wajah takut.

        Pada saat yang sama., di Universitas Muhammadyah Surakarta, Pabelan,
Sukohardjo, berlangsung aksi mahasiswa menuntut agar Soeharto diadili. Para
mahasiswa itu juga menuntut pencabutan Dwifungsi ABRI. Dalam aksi di kampus
yang juga merupakan basis gerakan mahasiswa di Solo itu, juga diserukan agar
pengdilan Soeharto dan pencabutan Dwifungsi ABRI, dilaksanakan sebelum
Pemilu Juni 1999. ***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Mar 1999 jam 11:16:10 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke