----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


FORKOT DIHADANG APARAT, FOMARA BERHASIL KE KEJAGUNG

        JAKARTA (SiaR, 12/3/1999). Para demonstran Forum Kota (Forkot)
berhasi mengecoh petugas yang berusaha menangkap mereka dengan masuk ke
gang-gang pemukiman penduduk. Sementara itu Forum Mahasiswa Rawamangun
mendatangi Kejagung menuntut Pengusutan Soeharto.

        Setelah penangkapan aksi mahasiswa ketika memperingati Women's
International Day pada Senin (8/3) pekan lalu, para mahasiswa yang tergabung
dalam Forkot kembali melakukan aksi, Kamis (11/3) dengan melakukan
long-march dari Lenteng Agung ke Gedung MPR-DPR RI Senayan. Iring iringan
sekitar empat ratus mahasiswa itu membagikan selebaran dan mengajak
masyarakat untuk bersama sama menuntut pembentukan Komite Rakyat Indonesia
(KRI) sebagai pemerintahan transisi yang akan meyelenggarakan pemilihan umum
(pemilu) yang jujur dan adil.

        Forkot menyerukan pemilu agar dilaksanakan pemerintahan transisional
dengan bentuk KRI agar masyarakat tidak bingung dan terselenggara pemilu
yang sesuai aspirasi masyarakat. Selama kurang lebih empat jam rombongan
mahasiswa tersebut berjalan dengan tertib kendati tanpa penjagaan aparat
keamanan. Namun setelah mendekati kawasan Pancoran dekat kompleks Markas
Besar Angkatan Udara, sepasukan aparat bertameng dan senjata gas air mata
menghadang iring-iringan mahasiswa itu. Mahasiswa pun menghentikan barisan.

        Tarik ulur terjadi.Strategi ini tidak berlangsung lama dan mahasiswa
melakukan gerakan mundur perlahan hingga berjarak ratusan meter dari aparat.
Sementara barisan mahasiswa mundur dari arah belakang tampak berdatangan
puluhan truk pasukan Pengendali Huru Hara (PHH) turun dan mengepung
mahasiswa. Mereka nampak bersiap-siap hendak menangkapi mahasiswa. Terdengar
seuan seruan : "Cepat bersihkan, tangkap semua.

        Melihat situasi ini barisan mahasiswa memecah diri dan berpencar
lari memasuki gang-gang pemukiman penduduk di kiri kanan jalan. Beberapa
aparat PHH mengejar dan berusaha menangkapi mahasiswa, namun pendukuk
sekitar pemukiman bergerombol dan mulai melindungi mahasiswa dan melempari
aparat hingga aparat tidak berhasil menangkapi mahasiswa.

        Ditempat lain, Forum Mahasiswa Rawamangun (Fomara) melakukan aksi di
Kejakasaan Agung menuntut agar Soeharto diadili dan Ghalib mundur karena
dianggap tidak mampu mengadili Soeharto. Aksi yang dilakukan di depan
gerbang belakang gedung Kejaksaan Agung itu mengulimatum agar Soeharto dan
kroni-kroninya diadili sebelum Pemilu Juni 1999. Aksi Fomara ini dilakukan
beberapa saat setelah terjadi aksi dari kelompok loyalis Soeharto yang
menamakan dirinya Front Pemuda Pelajar anti revolusi (FPPAR) dan Aksi
masyarakat anti anarki (AMAAR).

        Rombongan FPPAR dan AMAAR yang sudah melakukan aksi lima kali ini
meminta dihentikannya hujatan untuk Soeharto yang  mereka anggap Bapak
Bangsa. Aksi pro dan kontra ini tidak menimbulkan insiden. Para pengikut
aksi FPPAR dan AMAAR mengakui tak berminat bentrok dengan mahasiswa karena
banyak di antara mereka yang hanya ikut-ikutan dan ikut aksi hanya karena
ingin memperoleh uang. "Buat apa bentrok dengan mahasiswa, kami ikut demo
karena nganggur saja- lumayan dapat duit Rp15 ribu," ujar Darman seorang
warga Kemayoran.

        Fomara sebelumnya mendatangi Kantor Departemen Pertahanan dan
Keamanan menuntut Panlima ABRI/Menteri Pertahanan dan Keamanan, Jendral
Wiranto mundur. Mereka juga menuntut agar dwifungsi ABRI dicabut. Fomara
yang dipimpin oleh A. Bakhrim, Mochamad Tahyar, Bachrum, Muchsin
Mulaela,Supriyono dan Ilham tersebut memandang Wiranto telah gagal menjamin
keamanan masyarakat dan gagal meredakan kerusuhan-kerusuhan yang terjadi.****


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Mar 1999 jam 11:28:50 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke