----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Friday 12 March 1999 15:30 UTC



** REAKSI RENCANA PEMUNGUTAN SUARA DI TIMOR TIMUR

** TOMMY SOEHARTO DILARANG MENINGGALKAN JAKARTA

** TIGA NEGARA ANGGOTA BARU NATO

** HANS EICHEL CALON MENTERI KEUANGAN JERMAN YANG BARU

** TOPIK FOKUS AKHIR PEKAN: BENARKAH PEMILU MERUPAKAN DALIH TEPAT UNTUK
MENGHENTIKAN PENYELIDIKAN TERHADAP SOEHARTO?

** TOPIK FOKUS AKHIR PEKAN: SETELAH TIMOR TIMUR MENDAPAT PELUANG
PEMUNGUTAN SUARA LANGSUNG, LALU APA?




* REAKSI RENCANA PEMUNGUTAN SUARA DI TIMOR TIMUR
Rakyat Timor Timur bereaksi hati-hati sehubungan berita rencana
pemungutan suara yang akan diadakan PBB. Sementara pemimpin perlawanan
Timor Timur Xanana Gusmao menamakan keputusan tersebut sebagai satu
langkah penting. Kamis kemarin diumumkan, Indonesia dan Portugal
mencapai kesepakatan tentang pemungutan suara langsung mengenai status
Timor Timur. Sekjen PBB Kofi Annan menegaskan di New York, seusai
mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Ali Alatas dan Menteri
Luar Negeri Portugal Jaime Gama. Dalam pemungutan suara itu rakyat Timor
Timur dapat mengemukakan pendapatnya tentang otonomi luas yang
ditawarkan pemerintah Indonesia. Tentang bentuk pemungutan suara
langsung itu akan diputuskan sebulan lagi. Indonesia selalu menolak
referendum di Timor Timur. Naskah usulan otonomi juga belum tuntas.
Pemerintah Indonesia masih sibuk menyiapkan naskah tersebut.


* TOMMY SOEHARTO DILARANG MENINGGALKAN JAKARTA
Hutomo Mandala Putra, atau Tommy Soeharto mulai Jumat ini dikenai
larangan untuk bepergian keluar ibu kota Jakarta. Demikian dinyatakan
kantor Kejaksaan Agung. Larangan ini merupakan bagian penyelidikan kasus
korupsi sewaktu ayahnya, masih menjabat sebagai presiden. Juru bicara
Kejaksaan Agung, Handoyo mengatakan, sejak Jumat ini dikeluarkan
perintah larangan yang berlaku selama 20 hari mendatang.


* TIGA NEGARA ANGGOTA BARU NATO
Sejak Jumat ini Polandia, Ceko dan Hongaria resmi menjadi anggota baru
NATO. Sewaktu upacara resmi, para menteri luar negeri dari tiga negara
Eropa Timur ini menyerahkan dokumen penerimaan kepada Menteri Luar
Negeri Amerika Serikat, Madeleine Albright. Upacara ini diadakan di kota
Independence, di negara bagian Missouri, Amerika Serikat. Rusia sangat
menentang masuknya negara-negara bekas anggota Pakta Warsawa menjadi
anggota NATO. Dengan alasan ini maka NATO menolak permintaan masuk
negara-negara Balkan, Rumania dan Slovenia. Bulan depan, NATO akan
merayakan hari jadi yang ke-50 di Washington.


* HANS EICHEL CALON MENTERI KEUANGAN JERMAN YANG BARU
Jumat ini Kanselir Jerman, Gerhard Schroder, secara resmi mencalonkan
Hans Eichel yang berusia 57 tahun, sebagai menteri keuangan Jerman yang
baru. Saat ini Eichel masih menjabat perdana menteri negara bagian
Hessen. Hans Eichel menggantikan Oskar Lafontaine, yang secara tiba-tiba
mengundurkan diri sebagai menteri keuangan, dan juga dari kursi ketua
partai sosial-demokrat SPD. Oskar Lafontaine tidak memberikan alasan
keputusannya. Seperti diketahui politikus kiri ini terlibat perebutan
kekuasaan dengan kanselir Jerman yang moderat dan berbagai organisasi
majikan di Jerman. Pimpinan SPD kemungkinan akan menunjuk Gerhard
Schroder sebagai ketua partai yang baru, yang sementara sudah resmi
mencalonkan diri. Menurut perkiraan Lafontaine mengundurkan diri karena
kanselir Jerman ingin mencabut dan mempertimbangkan kembali rencana
reformasi pajak yang diputuskan Lafontaine, walaupun rencana ini telah
disetujui parlemen tingkat rendah Jerman atau Bundestag.


* YASSER ARAFAT BERKUNJUNG KE BELANDA
Pemimpin Palestina Yasser Arafat Jumat ini mengadakan kunjungan singkat
ke Belanda. Arafat telah berbicara dengan Perdana Menteri Belanda Wim
Kok dan Menteri Luar Negeri Jozias van Aartsen di Den Haag, antara lain
tentang rencana kemerdekaan negara Palestina tanggal 4 Mei mendatang.
Amerika Serikat dan Uni Eropa ingin agar pemimpin Palestina ini menunda
pernyataan kemerdekaan, karena dapat menambah ketegangan di Timur
Tengah. Selain itu baik Arafat maupun Wim Kok menyatakan kekecewaan
mereka, karena Israel menunda pelaksanaan persetujuan perdamaian Wye-
Plantation. Kamis kemarin Arafat bertemu dengan Perdana Menteri Inggris,
Tony Blair. Yasser Arafat sedang mengadakan kunjungan keliling di Eropa
dan akan melanjutkan perjalanan ke Austria, Norwegia dan Perancis.


* OPEC MASIH MEMBICARAKAN RENCANA PENGURANGAN PRODUKSI MINYAK
Lima negara penghasil minyak memperpanjang waktu pembicaraan kilat
mengenai rencana pengurangan produksi minyak bersama, selama satu hari.
Pembicaraan yang dilangsungkan di rumah kediaman duta besar Aljazair di
Belanda diikuti negara-negara anggota OPEC: Arab Saudi, Venezuela, Iran
dan Aljazair serta Meksiko, yang bukan anggota OPEC. Terutama negara-
negara di sekitar laut Persia ingin secepat mungkin dilaksanakan
pembatasan produksi, agar harga minyak bisa kembali meningkat. Karena
itu ingin mengambil keputusan sebelum rapat para menteri OPEC, tanggal
23 maret mendatang di Wina, Austria. Venezuela memegang peranan kunci
dalam pembicaraan, karena sebelumnya menyatakan tidak ingin mengurangi
produksi minyak, walaupun negara OPEC lain melakukan hal tersebut.


* RENCANA PENYELAMATAN BANK-BANK JEPANG
Pemerintah Tokyo menyepakati rencana penyelamatan sebesar 62 milyar
dolar bagi bank-bank Jepang. Suntikan modal ini harus menyelamatkan 15
bank terbesar di Jepang, agar dapat mengurangi utang mereka. Sebagai
ganti dukungan pemerintah, ke-15 bank tersebut bersedia memecat sekitar
20 ribu pekerjanya. Pinjaman modal ini harus dibayar kembali dalam waktu
12 tahun. Sektor keuangan Jepang menderita krisis berat akibat sejumlah
pinjaman besar di tahun 80-an, yang tidak dapat dilunaskan. Selain itu
bank-bank Jepang juga menderita akibat krisis ekonomi di Asia dan karena
hampir tidak ada konsumen yang mengajukan pinjaman uang. Akibatnya
pertumbuhan ekonomi di Jepang tahun lalu turun sebanyak 3%.


* BILL CLINTON MENGAKHIRI KUNJUNGAN KELILING DI AMERIKA TENGAH
Presiden Amerika Serikat Bill Clinton mengakhiri kunjungan keliling
empat hari di negara-negara Amerika Tengah yang ditimpa bencana topan
Mitch bulan Oktober tahun lalu. Sewaktu konperensi tingkat tinggi di
Guatemala, para pemimpin negara Amerika Tengah dan Clinton
menandatangani pernyataan pembangunan kembali negara-negara tersebut.
Washington menjanjikan bantuan sebesar satu milyar dolar. Tetapi para
presiden Amerika Tengah tidak begitu gembira akan janji dibukanya pasar
Amerika Serikat dan pelunakan kebijakan imigrasi. Juga dibicarakan
keterlibatan Amerika Serikat dalam apa yang dinamakan perang kotor di
Guatemala. Presiden Bill Clinton mengakui di hadapan umum Rabu kemarin,
dukungan Amerika kepada tentara dan dinas-dinas intelijen, tidak pada
tempatnya. Berbagai organisasi hak asasi manusia di Guatemala menuntut
dibentuknya komisi penyelidikan mengenai dukungan Amerika.


* KRISIS EKONOMI DI EKUADOR
Presiden Ekuador Jamil Mahuad mengumumkan sejumlah kebijakan ekonomi
baru untuk mengakhiri krisis keuangan di negara tersebut. Antara lain
diumumkan kenaikan harga bensin dan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai
dari 10% menjadi 15%. Selain itu pemerintah juga membatasi jumlah uang
yang boleh diambil dari bank. Akibat devaluasi mata uang nasional,
sucre, banyak nasabah yang ingin mengambil semua tabungan mereka di
bank. Rabu dan Kamis lalu diadakan aksi mogok kerja besar-besaran
menentang rencana penghematan pemerintah. Polisi menahan lebih dari 300
orang demonstran.


* BENARKAH PEMILU MERUPAKAN DALIH TEPAT UNTUK MENGHENTIKAN PENYELIDIKAN
TERHADAP SOEHARTO?
INTRO: Dihentikannya pemeriksaan terhadap Soeharto, oleh pihak oposisi
dianggap sebagai usaha akal-akalan Habibie yang sejak semula memang
tidak bermaksud untuk mengadili mantan presiden tersebut. Dikabarkan,
sebelumnya kedua belah pihak sudah sepakat sebelumnya untuk menjadikan
Tommy Soeharto sebagai tumbal. Jum'at kemarin Tommy sendiri sudah
menyatakan siap ke pengadilan dan dihukum dalam kasus Goro. Lebih lanjut
laporan rekan Syahrir dari Jakarta:

Tommy Soeharto kemarin datang ke Kejaksaan Agung sebagai tersangka yang
akan diserahkan penyidik kepada penuntut umum Kejaksaan Tinggi DKI
Jakarta. Tetapi sebagai imbalan tampaknya bapak Tommy diperkenankan
lolos dari bangku tersangka. Ini jelas dari keterangan juru bicara
presiden Dewi Fortuna Anwar. Kepada Buana ia menjelaskan, pemeriksaan
terhadap mantan Presiden Soeharto dihentikan untuk sementara oleh
Kejaksaan Agung. Alasannya untuk menghindari kerawanan menjelang pemilu
1999. Usai pemilu pemeriksaan terhadap Soeharto akan dilanjutkan
kembali, katanya. Ia mengakui, presiden memang pernah meminta Kejaksaan
Agung menuntaskan kasus ini sebelum pemilu. Namun pemerintah takut dan
tidak mau pemilu yang sangat menentukan nasib bangsa itu diguncang apa
pun, ujar Dewi. Habibie tetap pada komitmennya di depan MPR, saat
menerima TAP MPR no. 11. Tetapi komitmen presiden menuntaskan masalah
ini sebatas kemampuannya, tidak ada maksud menggelapkan masalah ini,
tegas Dewi Fortuna Anwar.

Sebelumnya Jaksa Agung Ghalib di depan DPR sudah mengakui, pihaknya
mengalami kesulitan menemukan bukti-bukti kuat untuk membawa Soeharto ke
pengadilan. Karena itu ia mengharapkan masukan baru dari masyarakat.
Soeharto diselidiki karena diduga melakukan tindak pidana korupsi.
Dugaan korupsi dilakukannya dalam kedudukannya sebagai ketua yayasan-
yayasan, dan dalam kedudukannya sebagai presiden. Soeharto dituding
telah menyalahgunakan kekuasaan dengan memberi berbagai fasilitas kepada
PT Timor Putra Nusantara. Bukti awal sebenarnya sudah ada, tetapi untuk
bisa ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan masih harus
dipertajam lagi. Dan dalam kasus Mobnas, menurut suatu sumber, perlu
segera dipanggil bank-bank konsorsium. Yakni antara lain, BRI, Bank
Exim, BNI 1946, BCA, Bank Duta, BII, Bank Niaga dan BDNI, yang memberi
pinjaman kepada PT Timor, sebesar 690 juta dolar AS pada tahun 1997.

Menanggapi pernyataan Dewi Fortuna, pengacara Soeharto, Juan Felix
Tampubolon langsung mengecamnya. Tampubolon mengatakan tindakan
penundaan pemeriksaan tanpa status yang jelas sama dengan pelanggaran
hukum. Menurutnya Kejaksaan Agung harus menghargai hak asasi manusia
Soeharto selaku warga negara negeri ini.

Dalam pada itu Rektor Universitas Paramadina, Nurcholis Madjid,
menyatakan tak setuju pemeriksaan itu ditunda. Menurutnya, jika Habibie
ingin mendapat citra positif kasus itu harus selesai menjelang pemilu.
"Demi kebanggaan bangsa yang bertekad menegakkan keadilan ini saya
setuju dengan Amien Rais, bahwa pemeriksaan Soeharto harus sampai ke
pengadilan. Kalaupun nanti kemudian diberi grasi, itu soal lain.
Contohnya Bill Clinton yang menghadapi meja hijau dalam kasus Monica
Lewinsky," tandas Cak Nur.

Pendapat berbeda dilemparkan pengamat politik LIPI, Syamsudin Haris.
Menurutnya penundaan itu justru menguntungkan, sebab hanya pemerintahan
baru pasca pemilu yang bisa dengan tegas mengadili Soeharto. "Habibie
sampai kapan pun pasti tak akan mau membawa Soeharto ke pengadilan.
Karena itu lebih baik kita bersabar sehingga usai pemilu." Demikian
Syamsuddin Haris.


* TOPIK FOKUS AKHIR PEKAN: SETELAH TIMOR TIMUR MENDAPAT PELUANG VOTING-
LANGSUNG, LALU APA?
Masyarakat internasional, khususnya Australia, segera menyambut positif
terobosan yang dicapai di New York Kamis lalu. Pihak Indonesia akhirnya
menyetujui diadakan pemungutan suara langsung untuk mengukur pendapat
rakyat Timor Timur tentang paket otonomi.

Dalam perkembangan terpisah, di Jakarta, pemimpin perlawanan Xanana
Gusmao bersepakat dengan Joao Tavarez, salah satu pemimpin milisi pro-
integrasi, untuk merintis suasana damai di Timor Timur. Tetapi, kedua
terobosan tsb, baru merupakan titik awal yang umum. "The devil is in the
details!" Problimnya terletak pada rincian dan pelaksanaannya, kata
orang. Jadi, apa yang akan dihadapi Timor Timur dalam waktu dekat
mendatang? Ulasan redaksi di Hilversum

Konsesi Indonesia yang akhirnya menyetujui voting itu, layak dipuji,
namun sebenarnya hal itu tidaklah terlampau mengagetkan. Belum dua
minggu lalu, kepada Ketua KOMNAS HAM Jerman Gerd Poppe, Presiden B.J.
Habibie menyatakan dirinya tidak berkeberatan terhadap referendum,
tetapi, "itu bukan bukan tugas kami," demikian tambahnya, seperti
diceritakan Poppe kepada pemancar televisi Jerman ARD.

Sebelumnya, akhir Februari lalu, penasehat presiden Dr. Dewi Fortuna
Anwar, kepada Radio Nederland mengatakan, masalahnya adalah
penyelenggaraan referendum itu rumit dan mahal, maka Indonesia yang
dilanda krisis dewasa ini, tidak akan mampu menyelenggarakan dua kali
pemungutan suara, yaitu di TimTim dan di Indonesia 7 Juni nanti, dalam
waktu dekat. Jadi, asalkan dunia luar mau menanggung beayanya,
referendum sih boleh boleh saja. Tetapi, itu pendapat pribadi saya,
tambah Dewi.

Bahkan Menteri Luar Negeri Ali Alatas, dalam pertemuan 7 Februari yang
lalu, juga sudah mengisyaratkan setuju dengan semacam voting, atau
pemungutan suara. Cuma, sayangnya, pihak Portugal, terburu-buru optimis
dan gembira sehingga bocor ke pers internasional, dan esoknya Alatas
buru-buru menampik voting. Jadi, apa yang dicapai Kamis lalu sebenarnya
sudah dipersiapkan Jakarta, dan bukan benar-benar kejutan seperti yang
kemudian ditulis oleh pers.

Masalahnya, bagi Jakarta, semua aspek penyelesaian soal Timor Timur
menjadi masalah menyelamatkan wajah dan pamor negara. Indonesia ingin
keluar dari TimTim dengan cara terhormat, dan seperti diisyaratkan
Presiden Habibie, Indonesia ingin secepatnya bebas dari isu serta
beban-beban ekonomi Timor Timur sebelum tahun 2000. Sebaliknya, bagi
masyarakat internasional, tapi juga bagi Timor Timur, masalah utamanya
bukan gengsi Jakarta, melainkan menjamin cara-cara yang demokratis,
transparan dan terutama aman, untuk mewujudkan hak-hak Timor Timur dalam
menentukan nasibnya.

Soal transparan dan demokratis, pada prinsipnya, sudah terselesaikan
dengan tercapainya sepakat pemungutan suara langsung Kamis lalu,
meskipun rinciannya masih harus dirumuskan dalam pertemuan segitiga
tingkat pejabat tinggi atau SOM, di New York, pada tanggal 13 dan 14
April, dan disahkan oleh kedua menlu pada 22 April nanti.

Tetapi, bagaimana caranya menetapkan bahwa penduduk TimTim yang ditindas
selama dua dasawarsa lebih itu dapat mewujudkan hak-hak mereka dengan
jaminan keamanan internasional, lalu dapat menikmati masa peralihan aman
menuju kehidupan yang mandiri, bahkan menuju kemerdekaan? Rincian
seputar peralihan inilah yang dapat menjadi ranjau di tengah jalan.

Oleh karena itu sangatlah relevan semangat rekonsiliasi dalam pertemuan
Xanana Gusmao dan Joao Tavarez itu. Xanana, selaku pemimpin gerilya
Falintil, pasti mampu dan sudah berseru agar gerilya Falintil di hutan
menyerahkan senjata mereka. Tetapi bagaimana dengan milisi milisi pro-
integrasi yang bersenjata, namun tidak terorganisasi dalam satu badan
politik, dan belum tentu berada di bawah satu komando militer, dan
mungkin terus mendapat suplai senjata dari pihak-pihak resmi dan tidak
resmi?

Kelompok yang dipimpin Joao Tavarez, berasal dari FDPK (Forum Demokrasi,
Persatuan dan Keadilan) yang bermarkas di Jakarta dan diduga memiliki
sumber-sumber dana dan lobby-lobby politik di ibukota. Tetapi benarkah
kelompok Tavarez yang baru didirikan di Atabai tiga minggu lalu, benar-
benar membawahi semua milisi bersenjata di berbagai kabupaten di TimTim?
Dengan kata lain, upaya rekonsiliasi Xanana Gusmao dan kelompok pro
integrasi masih harus dikembangkan lebih kokoh lagi dengan jaminan
internasional.

Semua itu berarti, perundingan di New York April mendatang perlu
merincikan pelaksanaan voting yang disponsori PBB, dengan modalitas
komitmen-komitmen keamanan. Artinya harus ada tim internasional yang
mengatur gencatan dan perlucutan senjata serta penarikan ABRI dan
kerjasama polisi dengan tim internasional untuk mengawasi voting yang
jujur dan adil.

Bagi Jakarta, yang kini yakin TimTim akan lepas dari RI, bola sekarang
beralih ke dalam negeri. Konsep "wide ranging autonomy" atau otonomi
luas, tampaknya akan disesuaikan atau disempitkan, supaya tidak membuat
propinsi lain cemburu dan memboikot pemilu nasional 7 Juni. Yang
penting, Jakarta harus memenuhi janji, bahwa, kalau TimTim menolak
otonomi, Indonesia "tidak akan segera angkat kopor dan matiin lampu",
seperti dikatakan Dewi Fortuna Anwar, melainkan membantu peralihan
menuju Timor Timur merdeka.

Timor Loro Sae berhak untuk hengkang dari RI dengan aman dan adil - baik
demi kepentingan Timor Timur sendiri, maupun demi kepentingan
kredibilitas Indonesia di mata dunia .


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Mar 1999 jam 16:36:21 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke