----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 09/II/11-17 Maret 99
------------------------------

KONGKALIKONG BEBASKAN SOEHARTO

(PERISTIWA): Kejaksaan Agung  mengaku tak temukan bukti KKN Soeharto.
Keluarga Cendana menuntut penyelidikan atas dirinya dihentikan. Kekhawatiran
terjadi sandiwara pengusutan Soeharto sudah terbukti.

Bagai gaung bersambut. Jaksa Agung Andi Mohammad Ghalib mengaku, Kejaksaan
belum menemukan bukti-bukti bahwa Soeharto, mantan Presiden RI, melakukan
tindak pidana korupsi. Beberapa waktu lalu, Ghalib juga mengatakan,
berdasarkan penyelidikan para diplomat di luar negeri,  Soeharto tak
memiliki rekening di bank-bank luar negeri. Pengakuan Ghalib ini tak
disia-siakan Soeharto. Para pengacaranya meminta agar Ghalib menghentikan
penyelidikan. Aneh, bayangkan, dalam tiga bulan penyelidikannya, tak satupun
ditemukan bukti untuk penyelewengan Soeharto selama 32 tahun. Memang, Ghalib
yang dibantu Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus, Antonius Sujata,
bukannya tak becus mengumpulkan bukti-bukti untuk menyeret Soeharto.
Kejaksaan Agung memang tidak diperintahkan menyeret Soeharto ke pengadilan.
Malah sebaliknya, diberi tugas menyelamatkan Soeharto dari jeratan hukum.

Pemeriksaan Soeharto pun cuma main-main. Sumber Xpos  di Kejaksaan Tinggi
Jakarta mengatakan, Soeharto dan para jaksa penyelidik yang memeriksanya
hanya ngobrol ke sana-kemari ketika mantan Presiden itu diperiksa,
pertengahan Desember tahun lalu. Boleh jadi memang demikian, apalagi setelah
rekaman percakapan telepon Habibie-Ghalib soal pemeriksaan Soeharto,
tersebar luas.

Anton Sujata bukannya jaksa bodoh. Ia pernah ikut dalam Komisi Penyelidik
Nasional untuk peristiwa pembantaian demonstran di Santa Cruz, Dili, 12
November 1991. Sebagai jaksa penuntut, ia juga sudah amat berpengalaman.
Ghalib dan Habibie memang tak punya nyali mengadili Soeharto. Dan Soeharto
pun memanfaatkan peluang ini untuk lolos. Tim pengacaranya telah menyiapkan
berbagai serangan. Pertama dengan upaya hukum, Soeharto akan memaksa Ghalib
menghentikan penyelidikan. Sumber Xpos menyebutkan, para pengacara Soeharto
juga tengah menyiapkan upaya hukum baik dengan somasi, gugatan dan tuntutan
kepada pihak-pihak yang selama ini dianggap mencemarkan nama baiknya.
Kabarnya pengacara Cendana sudah menyusun daftar orang-orang itu. George
Adijtondro dan Amien Rais sudah digugat, menyusul nanti yang lainnya.

Upaya di luar hukum sudah dilancarkan. Cendana membayar orang membentuk
front yang namanya: Angkatan Muda Anti-Anarki (AMAR) dan Front Pemuda
Pelajar Anti-Revolusi (FPPAR). Front bayaran ini beranggotakan preman dan
awak bus metromini. Mereka tugasnya melancarkan aksi-aksi demonstrasi
pro-Soeharto di Kejaksaan Agung. Ada lagi yang namanya Partai Orang Miskin.
Pimpinan partai itu menyatakan akan melawan orang-orang yang menghujat
Soeharto, baik dengan cara-cara yang halus, maupun dengan cara-cara yang
kasar. Upaya lainnya: mengerahkan "pasukan siluman" untuk membuat kerusuhan
di mana-mana untuk menciptakan suasana kacau hingga nantinya orang lupa
kepadanya. Sumber Xpos di Mabes Polri mengatakan "pasukan siluman" yang
dibiayai Cendana memang melancarkan aksi di mana-mana untuk mengalihkan
perhatian publik terhadap Soeharto. Yorries Raweayai, Ketua Harian Pemuda
Pancasila yang belangan ini nampak sering mendampingi Soeharto, menurut
sumber di kepolisan tadi, memang salah satu operator itu.

Benteng pertahanan Soeharto memang masih kuat. Apalagi Panglima ABRI,
Jendral Wiranto masih segan terhadapnya. Wiranto pun pernah berjanji akan
melindungi Soeharto dan keluarganya. Seorang mantan menteri yang dekat
dengan Soeharto mengatakan hubungan Wiranto-Soeharto masih baik. Yang
dikeluhkan Soeharto, menurut mantan menteri ini justru Presiden Habibie,
yang digambarkan mantan menteri itu sebagai orang bodoh yang tak mampu
memimpin negeri ini. Karena kebodohan Habibie di bidang politik itu, kata
mantan menteri itu, Soeharto dengan mudah terlepas dari jeratan hukum.
"Apalagi, Soeharto tak mengalami kesulitan menekan Habibie agar tak
mengadilinya," ujar mantan menteri itu.

Memang sebetulnya tak susah mengadili Soeharto. Tuntutan bisa dimulai dari
30 Keppres yang dikeluarkan Soeharto dari tahun 1980-1998. Keppres-Keppres
ini dapat dijadikan bukti perbuatan tindak penyalahgunaan kekuasaan. Dengan
Keppres tentang Mobil Nasional saja, Soeharto bisa dijerat korupsi dan
diancam hukuman penjara maksimal 20 tahun. Menurut catatan Indonesia
Corroption Wacht, setidaknya ada 65 Keppres yang dikeluarkan Soeharto yang
bisa digolongkan sebagai pemyimpangan, hingga bisa dijadikan bukti bahwa
Soeharto korup. Kebanyakan dari 65 Keppres itu merupakan jalan bagi masuknya
perusahaan-perusahaan keluarganya ke proyek-proyek pemerintah. Namun, ini
tak dilakukan Ghalib, yang bisa dengan mudah menjadikan Arifin Panigoro dan
Sofyan Wanandi jadi tersangka, kendati apa yang dituduhkan kepada kedua
orang ini belum jelas. Habibie sudah pasti tak mampu membawa Soeharto ke
pengadilan.

Jadi mesti menunggu pemimpin baru nanti yang berani menyeret Soeharto ke
meja hijau. Karenanya, Soeharto amat berkepentingan agar Golkar yang sudah
jadi partai itu menang lagi agar ia tetap aman, karena jika Habibie jadi
presiden lagi, ia akan dengan mudah menekan bekas menterinya itu. Jadi,
Soeharto tak segan-segan mengeluarkan duit sebanyak-banyaknya agar Golkar
bisa memang di pemilu nanti. Toh, setidaknya, sebelum pemilu, menurut sumber
di Kejaksaan Agung, kasus Soeharto ini akan dipetieskan. Soeharto memang
kelewat kuat. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 13 Mar 1999 jam 18:30:55 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke