---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 09/II/11-17 Maret 99 ------------------------------ GOLKAR (LUGAS): Pengurus Golongan Karya boleh saja bangga, acara deklarasi Partai Golkar yang diselenggarakan Minggu lalu (7/3) dihadiri ratusan ribu orang. Tapi sebaliknya, peristiwa Minggu lalu itu justru mengundang keprihatinan berbagai pihak. Karena ternyata, Golkar tetap mengabaikan tuntutan reformasi yang sedang berkembang dalam masyarakat. Walaupun Golkar berubah nama menjadi Partai Golkar, fenomena 7 Maret itu masih mengesankan sepak terjangnya yang tetap sama seperti sebelumnya: Politik menghalalkan segala cara! Bagaimana tidak? Keberhasilan dalam menghadirkan ratusan ribu orang di Senayan tersebut ternyata dilakukan dengan mengumbar uang dan tetap main paksa. Dalam Golkar menghadirkan massa, ternyata dengan cara "menebar" uang antara Rp15 ribu sampai Rp100 ribu per orang. Sulit rasanya hal ini bisa dilakukan oleh partai lain yang sma sekali start nol (kecuali partai yang mempunyai sponsor kuat). Bahkan tidak hanya itu, Golkar mengabaikan Keppres tentang kenetralan pegawai negeri sipil. Dimana pada saat menjelang hari deklarasi itu, mereka bergerilya ke kantor-kantor instansi pemerintah dan BUMN untuk mencari pendukung kegiatan tersebut. Bahkan di BUMN PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Tanjung Priok ditemukan sepucuk instruksi dari Menteri Negara Pendayagunaan BUMN untuk mengirimkan karyawannya ke acara tersebut. Melihat kenyataan itu, kita menjadi khawatir, harapan untuk perubahan mendasar atas bangunan negara ke arah yang lebih baik masih jauh di angan-angan. Begitu pula Pemilu yang diharapkan bersih dan jurdil masih tetap menjadi cita-cita yang gelap. Karena bukan hal tidak mungkin, Golkar yang merupakan partai terkaya (karena mempunyai dana pemenangan pemilu Rp 350 milyar) itu akan menggunakan uangnya untuk membeli suara dalam pemilu nanti. Sama seperti ketika mereka membeli massa untuk menghadiri acara deklarasi itu. Hal yang perlu diingat oleh para pengurus partai khususnya Golkar, bahwa pemilu bukan semata-mata arena cari kemenangan. Tapi ada hal yang mendasar yaitu: memberikan pelajaran kepada rakyat untuk berdemokrasi. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 13 Mar 1999 jam 18:44:56 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
