----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: HAREDA OYA
HARGA SEORANG MANUSIA

Harga manusia begitu tinggi sehingga dua kekuatan besar sedang
saling memperebutkan manusia. Berbagai macam cara dilakukan
untuk dapat memiliki manusia. Sadar atau tidak sadar, maka
manusia semestinya bangga telah menjadi arena rebutan antar
TUHAN dan IBLIS.

Mengapa TUHAN ingin memiliki manusia? Mengapa IBLIS ingin
memiliki manusia?

Barang berharga apa yang dimiliki oleh manusia sehingga TUHAN
dan IBLIS saling bertarung untuk memperebutkan diri-nya?

Makhluk ciptaan lain tidak diperebutkan oleh TUHAN dan IBLIS.
Gajah yang begitu besar tidak menjadi rebutan antara TUHAN dan
IBLIS. Singa si raja hutan tidak menjadi rebutan. Buaya si raja air
tidak menjadi rebutan. Rajawali si raja burung tidak menjadi
rebutan antara TUHAN dan IBLIS. Pohon-pohon raksasa dan batu-
batu raksasa tidak menjadi rebutan antara TUHAN dan IBLIS.
Bahkan malaikat-malaikat tidak menjadi rebutan antara TUHAN
dan IBLIS.  Lalu mengapa manusia menjadi sasaran rebutan antara
TUHAN dan IBLIS?

Ada apa di dalam MANUSIA, sehingga harga-nya begitu tinggi?

TUHAN begitu ngotot untuk membawa manusia masuk SORGA.
Berbagai macam cara dilakukan oleh TUHAN untuk menarik
perhatian manusia agar mau masuk SORGA. TUHAN memang
tidak ingin  memaksakan kehendak-NYA agar manusia masuk
kembali ke  SORGA.  Tetapi TUHAN mengharapkan kesadaran
dari diri manusia itu  sendiri untuk kembali ke SORGA.

IBLIS juga tidak mau kalah dalam membujuk manusia agar mau ke
NERAKA. Berbagai macam cara dilakukan oleh IBLIS untuk
menarik perhatian manusia agar mau masuk NERAKA. IBLIS juga
mengharapkan kesadaran manusia sendiri yang mau pilih masuk
NERAKA. IBLIS juga tidak boleh memaksakan kehendak-nya
kepada manusia. Bujuk rayu dan tipu muslihat boleh saja
digunakan IBLIS untuk menarik perhatian manusia agar dengan
suka rela mau masuk NERAKA.  Bohong membohong boleh saja
digunakan oleh IBLIS untuk menarik perhatian manusia agar
dengan suka rela mau masuk NERAKA. Yang penting tidak
mengunakan cara paksa memaksa. Bila manusia itu mau dengan
suka rela kena tipu atau kena bohong, maka itu tangggung jawab
manusia itu sendiri mengapa mau ditipu dan mau dibohongi. Itulah
sebab-nya IBLIS sering dijuluki Bapak Pembohong dan Penipu.

Pertarungan  antara TUHAN dan IBLIS diawali sejak Nabi Adam
dengan suka rela mau mengikuti IBLIS. Mulai dari sejak itu terjadi
pertarungan sengit antara TUHAN dan IBLIS.

Sejak Nabi Adam mengikuti IBLIS, maka Nabi Adam harus keluar
dari Sorga (Taman Eden). TUHAN sangat sedih melihat kenyataan
bahwa Adam begitu mudah mengikut Iblis. TUHAN ingin agar
Adam kembali lagi ke SORGA. Tapi Iblis ingin agar Adam tetap
menjadi milik-nya.

Bisa dipastikan bahwa Adam telah tertipu oleh IBLIS sehingga ia
mau mengikuti-nya. Bila saja IBLIS mengunakan rupa asli-nya
dalam mendekati Adam, maka Adam tidak akan mengikuti IBLIS.
Tapi rupa-rupa-nya IBLIS mengambil rupa dan bentuk lain
sehingga Adam bisa tertipu. Besar kemungkinan IBLIS tampil
dengan rupa dan bentuk yang menyerupai TUHAN sehingga Adam
terkecoh. Bila IBLIS mengambil bentuk dan rupa diluar TUHAN,
maka Adam tidak akan mau ikut IBLIS.

Sangat disayangkan bahwa bukan hanya Adam sendiri yang harus
ikut IBLIS. Semua calon benih anak-cucu Adam harus ikut IBLIS.
Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, maka seluruh calon
benih anak-cucu Adam harus merasakan akibat dari semua itu.
Bahkan Hawa yang diambil dari salah satu rusuk Adam pun harus
ikut menjadi tawanan IBLIS. Semua yang ada kaitan-nya dengan
Adam harus menjadi tawanan IBLIS.

Tipuan samaran IBLIS begitu sempurna sehingga Adam yang
sudah kenal dekat dan berhadap-hadapan muka setiap saat dengan
TUHAN tertipu dengan mudah. IBLIS begitu sukses dalam
menjalankan tugas untuk menipu manusia. IBLIS boleh berbangga
bahwa ia dapat dengan mudah membelokan manusia kepada-nya
dengan suka rela. Di hadapan TUHAN sendiri IBLIS telah
memperagakan kehebatan-nya dalam membujuk manusia agar
dengan suka rela mengikuti-nya ke dalam  NERAKA.

Mengapa TUHAN tidak membiarkan saja manusia itu menjadi
tawanan IBLIS? Bukankah TUHAN itu MAHA dalam segala hal?
Bukankah TUHAN bisa saja membuat makhluk manusia lain?
Bukankah TUHAN dapat menciptakan manusia yang lebih canggih
dari Adam? Mengapa TUHAN harus repot-repot merebut manusia
dari tangan IBLIS? Bukankah menciptakan manusia yang baru
lebih mudah daripada memperbaiki manusia lama yang sudah rusak
bobrok bejad jahat itu? Rahasia besar apa gerangan yang ada di
dalam manusia?

Untuk mengetahui rahasia besar yang ada di dalam manusia, maka
perlu untuk kembali memperhatikan awal mula ketika TUHAN
menciptakan seluruh ciptaan yang pernah diciptakan-NYA. Ketika
TUHAN menciptakan pohon, maka TUHAN hanya berkata: Jadilah
pohon, maka pohon-pun jadi dengan berbagai macam bentuk ragam
warna dll. Dan pohon-pohon itu memiliki kehidupan-nya sendiri.
Ketika TUHAN menciptakan hewan, ikan, burung dll, maka
TUHAN hanya berkata: Jadilah hewan, ikan, burung, maka jadilah
hewan, ikan burung dengan berbagai macam bentuk ragam warna
dll. Dan hewan, ikan, burung itu memiliki kehidupan-nya sendiri.
Tetapi ketika TUHAN menciptakan manusia, maka TUHAN
mungkin bertanya kepada diri-NYA sendiri BETUK dan
KEHIDUPAN apa yang akan diberikan kepada manusia itu.
Sudahlah pasti TUHAN akan memberikan BENTUK dan
KEHIDUPAN yang TERTINGGI kepada manusia. BENTUK dan
KEHIDUPAN yang TERTINGGI waktu itu di dalam SORGA
hanyalah BENTUK dan KEHIDUPAN dari TUHAN sendiri.

Maka dari itu TUHAN membentuk manusia seperti BENTUK dari
GAMBARAN TUHAN SENDIRI. Seperti BENTUK GAMBAR
TUHAN, maka TUHAN membentuk manusia. Manusia menjadi
GAMBARAN TUHAN.  Manusia tidak menjadi TUHAN tapi
manusia mendapat bentuk GAMBAR TUHAN.

Untuk memberikan KEHIDUPAN kepada manusia, maka ROH
NAFAS KEHIDUPAN TUHAN sendiri yang ditiupkan ke dalam
manusia. Sekarang manusia telah TERBENTUK dan telah HIDUP.

Manusia memiliki GAMBAR dan ROH NAFAS KEHIDUPAN
TUHAN. Inilah milik yang sangat BERHARGA yang dimiliki oleh
manusia.  Makhluk ciptaan lain tidak memiliki GAMBAR dan ROH
NAFAS KEHIDUPAN TUHAN.

GAMBAR dan ROH NAFAS KEHIDUPAN TUHAN yang ada di
dalam manusia itulah yang menjadi rebutan antara TUHAN dan
IBLIS.

TUHAN ingin agar milik-NYA itu kembali kepada-NYA tetapi
IBLIS ingin memiliki milik yang bukan milik-nya.

Manusia telah dengan suka rela meng-ikuti IBLIS. Manusia telah
menjadi milik IBLIS. Bila TUHAN mau agar GAMBAR dan ROH
NAFAS KEHIDUPAN TUHAN yang ada pada manusia kembali
kepada-NYA, maka TUHAN harus memberikan TEBUSAN yang
sama harga-nya atau yang sepadan. Untuk itu maka hanya TUHAN
sendiri yang SEPADAN untuk MENEBUS milik-NYA yang ada
pada manusia. Perlu diperhatikan bahwa yang ingin DITEBUS oleh
TUHAN bukanlah manusia tetapi GAMBAR dan ROH NAFAS
KEHIDUPAN TUHAN yang ada di dalam manusia.  Dengan
MENEBUS GAMBAR dan ROH NAFAS KEHIDUPAN TUHAN
yang ada di dalam manusia, maka secara otomatis manusia itu
tertebus dengan sendiri-nya.

TUHAN mengambil rupa manusia untuk melakukan karya
PENEBUS itu. TUHAN mengambil rupa manusia karena
GAMBAR dan ROH NAFAS KEHIDUPAN TUHAN itu ada di
dalam wadah yang BERBENTUK manusia. Apakah TUHAN hina
atau tidak hina melakukan hal ini bukanlah menjadi persoalan bagi
manusia. Apakah TUHAN bisa atau tidak bisa menjadi manusia
adalah bukan juga menjadi persoalan bagi manusia. Yang penting
ialah bahwa TUHAN telah mengambil RUPA yang sama BENTUK-
NYA dengan manusia untuk menebus GAMBAR dan ROH NAFAS
KEHIDUPAN TUHAN yang ada di dalam manusia.

TUHAN yang mengambil rupa manusia itu dibunuh MATI oleh
IBLIS dan dimasukan ke dalam NERAKA sebagai TEBUSAN. Di
dalam NERAKA itu TUHAN yang mengambil rupa manusia itu
membayar lunas seluruh hutang-hutang dan membebaskan
GAMBAR dan ROH NAFAS KEHIDUPAN TUHAN yang ada di
dalam manusia. Tiga (3) hari kemudian TUHAN yang mengambil
rupa manusia itu HIDUP kembali untuk membuktikan bahwa IA
telah selesai membayar TEBUSAN. Persoalan-nya sekarang ialah
apakah manusia MAU dengan suka rela MENGAKUI dan
PERCAYA dan MENERIMA tebusan yang telah dilakukan oleh
TUHAN itu? Bila se-seorang MAU PERCAYA dan MAU
MENGAKU dan MAU MENERIMA karya PENEBUSAN yang
telah dilakukan oleh TUHAN yang telah mengambil bentuk manusia
itu, maka orang itu menjadi WARGA Sorga kembali. Orang yang
MAU PERCAYA dan MAU MENGAKU dan MAU MENERIMA
karya PENEBUSAN yang telah dilakukan oleh TUHAN yang telah
mengambil bentuk manusia itu, maka orang itu menjadi
KELUARGA Sorga kembali. Orang yang MAU PERCAYA dan
MAU MENGAKU dan MAU MENERIMA karya PENEBUSAN
yang telah dilakukan oleh TUHAN yang telah mengambil bentuk
manusia itu, maka orang itu menjadi ANGGOTA Sorga kembali.
Orang yang MAU PERCAYA dan MAU MENGAKU dan MAU
MENERIMA karya PENEBUSAN yang telah dilakukan oleh
TUHAN yang telah mengambil bentuk manusia itu, maka orang itu
menjadi MEMBERS Sorga kembali. Orang yang MAU PERCAYA
dan MAU MENGAKU dan MAU MENERIMA karya
PENEBUSAN yang telah dilakukan oleh TUHAN yang telah
mengambil bentuk manusia itu, maka orang itu menjadi  FAMILY
Sorga kembali.

Orang yang telah menjadi WARGA Sorga atau telah menjadi
ANGGOTA Sorga atau telah menjadi KELUARGA Sorga atau
telah menjadi MEMBERS Sorga atau telah menjadi FAMILY
Sorga, memiliki HAK MUTLAK untuk melakukan kewajiban
peraturan perintah Sorga.    Orang yang telah menjadi WARGA
Sorga atau telah menjadi ANGGOTA Sorga atau telah menjadi
KELUARGA Sorga atau telah menjadi MEMBERS Sorga atau
telah menjadi FAMILY Sorga, memiliki hubungan langsung dengan
Sorga serta memiliki fasilitas-fasilitas Sorga.     Orang yang telah
menjadi WARGA Sorga atau telah menjadi ANGGOTA Sorga atau
telah menjadi KELUARGA Sorga atau telah menjadi MEMBERS
Sorga atau telah menjadi FAMILY Sorga, memiliki KEPASTIAN
masuk Sorga bila MATI kelak.    Orang yang telah menjadi
WARGA Sorga atau telah menjadi ANGGOTA Sorga atau telah
menjadi KELUARGA Sorga atau telah menjadi MEMBERS Sorga
atau telah menjadi FAMILY Sorga tidak dapat  DIUSIR oleh
Pemilik Sorga.     Orang yang telah menjadi WARGA Sorga atau
telah menjadi ANGGOTA Sorga atau telah menjadi KELUARGA
Sorga atau telah menjadi MEMBERS Sorga atau telah menjadi
FAMILY Sorga akan gugur ke-WARGAAN-nya atau ke-
ANGGOTAAN-nya bila menolak dan menyangkal TUHAN yang
telah mengambil bentuk manusia itu.   Hanya PENOLAKAN dan
PENYANGKALAN terhadap TUHAN yang telah mengambil rupa
manusia itu saja yang dapat membatalkan se-seorang dari Warga
Sorga. Tidak ada bentuk lain yang dapat membantalkan se-seorang
dari Kewargaan Sorga kecuali MENOLAK dan MENYANGKAL
TUHAN yang telah mengambil rupa manusia itu. KEPERCAYAAN
dan PENGAKUAN dan PENERIMAAN se-seorang atas TUHAN
yang telah mengambil rupa bentuk manusia itu adalah Bukti Tanda
atau KTP atau PASSPORT orang yang telah menjadi Warga Sorga.

Setelah seseorang MAU percaya Mau mengakui MAU menerima
karya penebusan yang telah dilakukan TUHAN di atas kayu salib
2000 tahun yang lalu di bukit Golgotha yang kemudian mati dan
tiga hari kemudian bangkit hidup pula dari antara orang mati,
maka orang itu menjadi warga Sorga dan memiliki wewenang
untuk melakukan perintah dan menjauhkan larangan yang
dikeluarkan oleh Sorga. Orang ini pantas melakukan perintah dan
larangan yang dikeluarkan oleh Sorga karena orang ini telah
menjadi Warga Sorga. Disamping itu sebagai Warga Sorga, maka
orang ini memiliki kepastian masuk Sorga jika mati kelak karena ia
telah menjadi Warga Sorga ketika masih hidup.

Bila manusia tidak mau disebut PENCURI atau PENIPU atau
PEMBUNUH atau PENJAHAT dll, maka manusia harus
MENGEMBALIKAN diri-nya kepada TUHAN ke dalam Sorga.
Manusia harus MAU kembali ke SORGA bila tidak mau disebut
sebagai PENCURI atau PENIPU atau PEMBUNUH atau
PENJAHAT dll. Dengan KEMBALI-nya manusia ke dalam Sorga,
maka GAMBAR dan ROH NAFAS KEHIDUPAN TUHAN yang
ada pada manusia kembali lagi kepada pemiliki-nya di dalam Sorga.
Bila se-seorang TIDAK MAU PERCAYA dan TIDAK MAU
MENGAKU dan TIDAK MAU MENERIMA karya PENEBUSAN
yang telah dilakukan oleh TUHAN yang mengambil bentuk manusia
itu, maka itu ber-arti bahwa orang itu mau tinggal di NERAKA dan
orang itu disebut sebagai PENCURI, PENIPU, PEMBUNUH,
PENJAHAT dll dan tempat-nya memang harus di dalam NERAKA.

Persaingan antara TUHAN dan IBLIS untuk memperebutkan
manusia masih tetap berlangsung hingga kiamat nanti tetapi
keputusan ada di tangan manusia. Apakah manusia itu mau
mengembalikan atau tidak mau mengembalikan GAMBAR dan
ROH NAFAS KEHIDUPAN TUHAN yang dititipkan oleh TUHAN
di dalam diri-nya itu? Jawaban-nya perpulang kepada masing-
masing individu manusia. Bila manusia itu meng-KASIHI TUHAN,
maka sudah sepatut-nya ia mengembalikan GAMBAR dan ROH
NAFAS KEHIDUPAN TUHAN itu kepada TUHAN ke dalam
Sorga.

Dari bacaan di atas, jelaslah bahwa manusia tidak dapat menebus
diri-nya sendiri dengan melakukan usaha yang keluar dari diri-nya
sendiri spt: Berbuat baik, amal, melakukan kewajiban Agama dll
untuk dapat mengembalikan GAMBAR dan ROH NAFAS
KEHIDUPAN TUHAN kembali kepada TUHAN di Sorga. Bahkan
bila seluruh kebaikan, amal, perbuatan ketaatan ber-Agama seluruh
umat manusia yang 5 - 6 milyard ini disatukan-pun tidak akan
sanggup dan pantas untuk menebus GAMBAR dan ROH NAFAS
KEHIDUPAN TUHAN untuk dikembalikan ke Sorga. Hanya
dengan menerima TUHAN yang telah menjadi manusia itulah yang
dapat mengembalikan GAMBAR dan ROH NAFAS TUHAN
kembali kepada TUHAN.  Perlu diingat bahwa bukan MANUSIA
yang ingin DITEBUS oleh TUHAN, tetapi GAMBAR dan ROH
NAFAS KEHIDUPAN TUHAN yang ada di dalam MANUSIA
itulah yang sangat diingini oleh TUHAN untuk DITEBUS kembali
karena itu adalah MILIK-NYA TUHAN. Kesadaran dan pengertian
dari MANUSIA sangat diharapkan oleh TUHAN sehingga manusia
tidak salah tafsir akan karya besar yang telah dilakukan TUHAN
2000 tahun yang lalu di atas kayu salib di bukit Golgotha untuk
MENEBUS GAMBAR dan ROH NAFAS KEHIDUPAN TUHAN
yang TUHAN telah titipkan di dalam diri MANUSIA. Sebab tanpa
GAMBAR dan ROH NAFAS KEHIDUPAN TUHAN, maka
manusia tidaklah berbeda dengan ciptaan-ciptaan lain spt: Pohon,
hewan, malaikat dsb. Yang membedakan MANUSIA dengan
ciptaan lain-nya ialah GAMBAR dan ROH NAFAS KEHIDUPAN
TUHAN yang dititipkan TUHAN di dalam manusia.

Harga Anda sangatlah tinggi, pertarungan antara TUHAN dan
IBLIS untuk memperebutkan  manusia masih berlangsung dan
Anda-lah yang menentukan siapa PEMENANG dalam pertarungan ini.

Sekian terima kasih.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Mar 1999 jam 08:09:23 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke