----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: F Jafar
Assalamu 'alaikum wr.wb.

Membaca harian merdeka 5 Maret 1999 tentang "Amien Minta AS Intervensi
Indonesia" saya jadi bertanya, benarkah Amien yang selama ini dikenal
sebagai tokoh politik Islam nasional yang komitmen membela ajaran Islam
dan kebenaran, meminta Amerika untuk intervensi Indonesia ? Kalau apa
yang dituliskan oleh harian Merdeka itu benar, sungguh sangat
menyedihkan.

Betapa tidak, Amien sebagai seorang pakar politik Internasional masih
belum mengerti tentang hakikat Amerika, baik ditinjau dari segi sepak
terjang politik Internasional Amerika, khususnya terhadap dunia Islam,
maupun ditinjau dari segi analisa Al-Qur'an terhadap orang-orang kafir.
Artinya, Amerika bukanlah tempat mengadu yang baik untuk memberikan jasa
baik terhadap penyelesaian persoalan yang terjadi di dunia Islam
sebagaimana yang diduga oleh Amien. Amien dan siapa saja yang berpikiran
seperti itu sekali-kali bermimpi di siang bolong bahwa Amerika mampu
menyelesaikan persoalan yang terjadi di negeri Islam ini.

Tahukah Amien bahwa Amerika adalah cow-boy-cow-boy yang mencintai
peperangan dan intervensi untuk menguasai dunia ini, khususnya Dunia
Islam? Tanpa diundang pun Amerika akan tetap membidik kawasan-kawasan
strategis di dunia ini untuk diintervensi. Sungguh sangat banyak data
dan fakta kejahatan Amerika di dunia ini sejak negara tersebut muncul ke
permukaan dunia ini. Amerika sejak berdiri, telah kemasukan setan perang
dan kejahatan jika ditulis membutuhkan ribuan lembar kertas. Saya yakin
Amien, sebagai pakar politik internasional tahu itu semua. Apa yang
dilakukan Amerika di Palestina, di Irak, di Turki dan.. dan  seterusnya?
Cuma barangkali, teka teki yang selama ini bahwa Amien sedang
bernegosiasi dengan Amerika mengenai posisi puncak kepemimpinan di
negeri yang sedang kacau balau ini bisa saja terjawab oleh statemen yang
dimuat di harian Merdeka tersebut. Sekali lagi, ini jika apa yang
ditulis media tersebut benar-benar ucapan sang Amien.

Akhirnya, saya menyeru dan mengetuk hati sanubari Amien dan semua tokoh
Muslim di negeri ini, sekali-kali jangan hendaknya persaingan politik
nasional dijadikan bursa komoditi yang diperjualbelikan di kalangan
negara-negara adi daya saat ini, khususnya Amerika. Jangan karena takut
kalah bersaing dengan kekuatan-kekuatan nasional lainnya, khususnya
Islam, dan khawatir tidak terpilih menjadi pemimpin di negeri ini alias
presiden yang akan datang, lantas manjalin kerja sama dengan kekuatan
internasional lainnya, apalagi kaum kafirun, dalam membangun kekuatan
diri atau kelompok. Ingat, bahwa Islam tidak membenarkan seseorang
mencalonkan dirinya jadi pemimpin, apalagi sebagai presiden, karena
bilamana dia mencalonkan diri menjadi pemimpin berarti dirinya masih
lemah, sebagaimana yang dikatakan Nabi Muhammad saw. kepada Abu Dzar 14
abad yang silam. Sebab, kepemimpinan itu amanah dan beban, bukan
kedudukan dan kehormatan. Umat akan melihat sendiri siapa di antara
tokoh mereka yang pantas dan layak menjadi pemimpin. Lalu kenapa harus
bekerjasama dengan kaum kafir?

Wassalam
F. Jafar - Jakarta

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Mar 1999 jam 07:50:26 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke