----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT:

        BACKLASH RULE OF LAW DI AMERIKA: LK 2 JUTA NARAPIDANA

Menurut ABC TV hari Senin, jumlah narapidana di Amerika bertambah tambah te-
rus tiap hari. Dewasa ini lk 2 juta dari 230 juta orang Amerika meringkuk di
penjara.
Bukan hanya sampai di situ saja. Tiap tahun diperhitungkan akan meningkat
terus
hingga akan menambah beban para pembayar pajak dan pemerintah kota, negara
bagian dan federal sekaligus.

Tiap narapidana memakan biaya tidak kurang dari $20.000 setahun atau sama de-
ngan gaji buruh rendah karena pangan dan kesehatan narapidana harus terjamin
menurut UU.

Menurut ABC jumlah narapidana itu akan berlipat ganda dalam beberapa tahun
mendatang karena kriminalitas yang meningkat terus.

Akibat buruk lainnya ialah bahwa mulai dari Polisi sampai kepada sipir terlalu
se-
ring melakukan pelanggaran HAM berupa penyiksaan penyiksaan bahkan sampai
kepada penembakan yang melewati batas peraturan.

Belum lama ini di New York Polisi telah melepaskan tembakan sampai 41 X ke
rumah Dialo, seorang warganegara Afrika hingga tewas padahal ia tidak memiliki
senjata samasekali.

Hari Senin 14 Maret ini bekas Walikota New YorkDavid Dinkins dan Congressman
New York, keduanya hitam, telah diborgol karena berdemonstrasi membela orang
hitam yang tidak bersenjata telah ditembak oleh Polisi.

Yang menjadi korban polisi dan sipir pada umumnya orang hitam dan keturunan
Indian-Spanyol (Hispanic). Tapi beberapa bulan y.l. di Long Island seorang
putih
yang sehari sebelumnya sehat walafiat, tiba tiba mati pada malam harinya dalam
tahanan polisi.

Inilah akibat rule of law yang dijalankan secara harafiah di Amerika. Akibat
sam-
pingannya cukup banyak dan tak dapat diatasi sedemikian jauh.

Hidayat Supangkat
New York

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Mar 1999 jam 02:47:26 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke