----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------
Stockholm, 5 Maret 1999
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
HENTIKAN KERJA MENGADU DOMBA KAUM KRISTEN DENGAN KAUM MUSLIMIN DI AMBON DAN
DAERAH LAINNYA !.
Ahmad Sudirman
Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.
Salam damai untuk para pemeluk agama Kristen dan agama lainnya.
Setelah saya memperhatikan kerusuhan di Ketapang, Kupang dan sekarang di
Ambon, maka saya mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya kerusuhan itu
timbul karena adanya usaha-usaha dari pihak-pihak tertentu yang tidak
bertanggung jawab (yang saya sebut sebagai biang provokator yang tidak
berani menampakkan dirinya) untuk membangkitkan emosi dan sikap negatif
keagamaan diantara para pemeluk agama Kristen dan agama Islam.
Karena faktor emosi terhadap agama adalah suatu hal yang cukup mudah
dibangkitkan, maka para biang provokator telah berhasil menggunakan
senjata provokatornya untuk mengadu domba antara penganut Kristen dan
penganut Islam.
Melalui surat ini, saya sebagai salah seorang penganut agama Islam,
menghimbau kepada kaum Kristen dan kaum Muslimin yang ada di Ambon untuk
menghentikan pertumpahan darah ini, karena pertumpahan darah ini
bukanlah akibat dari adanya deklarasi perang agama yang dikemukakan oleh
pihak Kristen ataupun Pihak Kaum Muslimin di Indonesia, melainkan hanya
sekedar usaha mengadu domba dari pihak yang tidak menghendaki suasana
damai antara pemeluk agama Kristen dan pemeluk agama Islam dan ingin
menjadikan Indonesia menjadi negara yang hancur.
Bagi kaum Kristen dan kaum Muslimin yang ada di luar Ambon dimintakan
untuk menahan emosi dan tetap dalam kewaspadaan jangan mudah terpancing
oleh sikap-sikap negatif dari pihak biang-biang provokator yang
mempunyai pikiran yang picik dan kerdil.
Bagi pihak Penguasa Indonesia di bawah Presiden BJ Habibie, saya
menghimbau untuk segera mengadakan tindakan yang sesuai dengan hukum
yang berlaku di Negara Pancasila dengan UUD'45-nya.
Inilah himbauan saya untuk seluruh kaum Kristen dan kaum Muslimin yang
ada di Indonesia. Semoga Allah mengampuni, memberikan bimbingan dan
petunjukNya kepada kita.
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
-------------
Kamis, 4 Maret 1999 Berita Utama
Korban Tewas di Maluku 159 Jiwa
JAKARTA- Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto mengakui, dalam
kerusuhan di Maluku khususnya Kodya Ambon, beberapa oknum prajurit ABRI
putra daerah memihak kelompok tertentu. Hal ini karena adanya ikatan
kekeluargaan, sehingga
tidak dapat melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.
"Akibatnya, mereka melanggar ketentuan dan memihak kelompok tertentu.
Dari perbincangan dengan para perwira, dari kolonel ke atas yang berasal
dari Ambon, Selasa malam lalu, mereka sebenarnya mengerti kondisi
daerahnya, karena lahir dan dibesarkan di Ambon,'' kata Wiranto, yang
dikutip Menpen M Yunus Yosfiah.
Dalam Sidang Kabinet di Bina Graha yang dipimpin langsung Presiden BJ
Habibie, kemarin, Menhankam/Pangab melaporkan detail permasalahan di
Ambon yang semakin memanas sejak kerusuhan 19 Januari lalu.
Wiranto juga mengakui, permasalahan Ambon menjadi berkembang sedemikian
rupa, karena telah dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Sebetulnya,
menurutnya, tak ada masalah SARA dalam arti pertentangan antara umat
Islam dan Kristen. Tetapi dia tidak mengingkari kemunculan kelompok
ekstrem Islam dan ekstrem Kristen.
Mengenai data-data korban dan kerugian harta benda, Kapolri Jenderal Pol
Drs Roesmanhadi melaporkan, dalam waktu 19 Januari-1 Maret, 159 orang
tewas dengan perincian di Ambon 137 orang, Maluku Utara 3, Maluku
Tenggara 8, dan Maluku
Tengah 11 orang.
Yang luka berat 213 orang, dengan perincian di Ambon 187 orang, Maluku
Utara 1, Maluku Tenggara 6, dan Maluku Tengah 19 orang. Kemudian 209
orang mengalami luka ringan, 194 di Ambon, Maluku Utara 2, dan Maluku
Tengah 13 orang.
Sedangkan kerugian harta berupa 134 kendaraan roda empat, 110 sepeda
motor, 18 gereja, 10 masjid, 423 becak, 3.544 rumah, dua kantor bank,
lima pasar, 338 toko, 667 kios, sebuah gedung bioskop, 4 bangunan
sekolah, serta 11 kantor
Pemerintah dan tiga hotel.
13 Provokator
Dari 159 korban tewas, dua di antaranya anggota ABRI yaitu dari Kostrad
dan Secapa B. Sedangkan yang luka berat tiga (Polri 2 dan AD 1) dan luka
ringan 7 (Polri 3 dan AD 4).
"Kami telah menangkap dan menahan 171 pelaku kerusuhan. Sebanyak tiga
belas orang yang diduga provokator juga sudah diperiksa intensif, yakni
lima di Ambon, dua orang di Maluku Utara, lima di Maluku Tenggara, dan
seorang dari Maluku Tengah,'' tambah Kapolri.
Mengenai "serangan fajar'' di Ambon, 1 Maret lalu, Kapolri juga
menjelaskan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 06.00 WIT. Saat itu,
masyarakat gabungan dari Desa Batu Merah Atas, Auhuru, dan
Karangpanjang, melemparkan empat buah bom molotov terhadap masyarakat
Desa Rinjani. (eh,A20-48k)
---------
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Mar 1999 jam 05:36:14 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++