---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Stockholm, 6 Maret 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. SELAMA DAULAH ISLAM RASULULLAH DENGAN UNDANG UNDANG MADINAHNYA BELUM BERDIRI KEMBALI, MAKA SELAMA ITU SELURUH KEPENTINGAN DAN KESELAMATAN KAUM MUSLIMIN TIDAK AKAN TERJAMIN SEPENUHNYA. Ahmad Sudirman Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA. Saudara Azhari seorang intelektual muslim yang saya kenal sekarang tinggal di Jepang dan saudara Akhmad Khaqim juga seorang intelektual muslim yang tinggal di Indonesia telah menyampaikan masukannya (masukannya saya lampirkan dibawah) yang merupakan tanggapan terhadap tulisan "HENTIKAN KERJA MENGADU DOMBA KAUM KRISTEN DENGAN KAUM MUSLIMIN DI AMBON DAN DAERAH LAINNYA!" yang dipublisir pada tanggal 5 Maret 1999. Tanggapan saya untuk saudara Azhari dan saudara Akhmad Khaqim adalah ternyata benar apa yang telah dicontohkan dan dilakukan oleh Rasulullah dengan membangun Daulah Islam pertama di dunia dan mengadakan perjanjian pertahanan bersama diantara kaum muslimin Anshar, Muhajirin dan kaum Yahudi yang dikenal dengan nama Piagam Madinah atau Undang Undang Madinah. Setelah dibangunnya Daulah Islam dengan Undang Undang Madinahnya inilah Rasulullah bersama dengan para sahabatnya dan seluruh kaum muslimin serta kaum Yahudi yang ikut menandatangani perjanjian pertahanan tersebut siap mempertahankan Islam, ummat Islam dan negara Islam dari serangan kaum musyrik dan kafir dari daerah sekitarnya dan dari daerah Mekah. Sekarang, apa yang terjadi di Indonesia, terutama yang sedang melanda Ambon, dimana kaum muslimin mendapat perlakuan yang diluar perikemanusiaan dan menjadi korban pembunuhan, siapa yang salah ?. Mungkin sebagian mengatakan yang salah adalah kaum Kristen, kaum provokator, peguasa Indonesia di bawah BJ Habibie dengan Pangabnya jenderal Wiranto. Tetapi menurut saya kesalahan yang paling mendasar dan paling besar adalah karena kaum muslimin di Indonesia tidak berada dalam naungan Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya. Bisa saja kaum muslimin Indonesia mengatakan negara Indonesia mempunyai dasar Pancasila dengan UUD'45 yang telah menjamin kehidupan beragama dan keselamatan ummat beragama serta toleransi agama. Tetapi sekali lagi menurut saya itu adalah omong kosong belaka. Jeritan apapun yang keluar dari mulut-mulut kaum muslimin sekarang di Ambon dan daerah kainnya, tidaklah akan didengar dengan baik oleh Penguasa Indonesia di bawah Presiden BJ Habibie dengan Menhankamnya Jenderal Wiranto, karena memang Penguasa Indonesia sekarang sudah lumpuh. Tetapi walaupun demikian, janganlah kaum muslimin menjadi hakim sendiri dalam menyelesaikan pertumpahan darah di Ambon ini, melainkan serahkan kepada pihak Penguasa Negara Pancasila untuk segera menyelesaikan dan membereskan persoalan pertumpahan darah ini. Karena kalau kaum muslimin menjadi hakim sendiri, maka itu akhirnya akan menjadi bumerang bagi kaum muslimin seluruhnya. Terakhir yang saya pesankan adalah selama Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya belum kembali berdiri lagi, maka selama itu keselamatan dan kepentingan ummat Islam tidak akan terjamin sepenuhnya. Tetaplah tahan emosi dan jangan terpancing untuk menumpahkan darah lebih banyak lagi. Semoga Allah SWT menolong dan menyelamatkan kita dari kehancuran negara Indonesia. Inilah tanggapan dan jawaban dari saya untuk saudara Azhari dan saudara Akhmad Khaqim. Insya Allah dengan tetap kita memohon pertolongan dan petunjuk serta bimbingan Allah SWT, semoga kita semua diselamatkan dari malapetaka yang sedang melanda bumi Indonesia. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ---- 6 Maret 1999 Azhari : Assalamu'alaikum wr.wb Izinkan saya untuk menanggapi tulisan PakAhmad yang terakhir ini. Menurut saya insiden di Ketapang dan Ambon bukanlah semata-mata ulah provokator. Memang mungkin ada provokator dengan misi khusus, misalnya menciptakan kerusuhan di seluruh Indonesia dengan latar belakang permusuhan agama. OK ini memang ada. Tetapi, jangan sampai kita terlena dan menimpakan semuanya kepada si "provokator" yang tidak tahu rimbanya. Sebab sehebat apapun provokator dan secanggih apapun tekniknya kalau tidak ada benih-benih kebencian yang sangat mendalam di hati para Nasrani Ambon kepada tetangganya para muslim, maka tidak akan ada kejadian pembantaian secara biadab wanita dan anak-anak, penembakan terhadap orang yang sedang salat subuh, pembakaran mesjid dan pengusiran ribuan pendatang muslim dari Ambon. Saya berasal dari Sulawesi Selatan, dan banyak di antara teman-teman saya yang keluarganya merantau di Ambon. Dari mereka saya mendapat banyak cerita yang saya percayai validitasnya bahwa bagi muslim di sana tidak ada HAM, tidak ada bantuan. Seperti juga di TIMTIM, jangan harapkan ada LSM yang mau membantu muslimin, jangan harapkan ada kunjungan dari badan-badan kemanusiaan dunia di sana. Yang saya ingin tekankan bahwa di samping ulah para provokator, memang para muslim di daerah minoritas selalu dihantui was-was dan rasa takut disebabkan kebencian terpendam kaum kafir. Ini sunnatullah, dan jangan kita mencoba menafikannya dan seakan-akan menganggap kaum nasrani itu benar-benar CINTA DAMAI terhadap kaum muslim. Tidak! Mereka menyimpan dendam di balik sikap santunnya! Belum cukupkah Pak Ahmad menerima gelombang surat makian dari Hareda Oya, Si Murtad Baharuddin Awang dan si Theodorus Sunardi dulu? Saya hanya mengingatkan--dan maafkan bila saya salah--janganlah kita ikut-ikutan sikap para politikus yang selalu menekankan "tidak ada PERANG AGAMA yang ada hanya adu domba" untuk menumbuhkan image bahwa kita cinta damai terhadap kaum non-muslim. Kejadian di Ambon tidak bisa dipungkiri adalah akibat KEBENCIAN TERPENDAM kaum NASRANI terhadap MUSLIM yang kemudian disulut dan dibakar oleh para provokator. Bukan semata-mata adu domba! Sejarah menyatakan bahwa kaum Nasrani selalu membalas air susu dengan air tuba. Belum cukupkah bagi kita kisah ANDALUSIA, PALESTINA, BOSNIA, KOSOVO dan sekarang KUPANG dan AMBON? Akankah kita mengatakan semua itu adalah adu domba? Mengapa kita sungkan sekali untuk mengakui bahwa sebagian diantara peristiwa itu adalah kebijakan tertinggi kaum NASRANI? Akankah kita "mengemis" perdamaian dari mereka, ataukah kita harus melupakan jerit hati nurani demi mendapat simpati kaum nasrani? Kalau begitu, apa bedanya kita dengan sebagian politikus nasionalis yang selalu meniadakan kemungkinan bentrokan IDEOLOGI? Sejarah sudah membuktikan bahwa perdamaian Nasrani-Muslim hanya bisa terwujud dalam bingkai aturan ISLAM yang Pak Ahmad sedang perjuangkan, maka janganlah kita menodainya dnegan cara memberi hati pada kaum kafir dengan tujuan menarik simpati dari mereka. Sebab tanpa ada pengakuan dari mereka pun, aturan2 dalam Islam sudah sangat lengkap mengenai perilaku bermasyarakat terhadap orang kafir. Allahumma, Fanshurna 'alal qaumil Kafirin. Mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak berkenan Wassalam Azhari -------- 6 Mar 1999 Akhmad, Khaqim : Ass. wr. wb. Tanpa mengurangi nilai himbauan yag Anda sampaikan, saya mengajak Anda untuk memihak kepada kebenaran dan keadilan. Anda menempatkan provokator sbg biang dalam kerusuhan Ambon, padahal yg terjadi sangat sebaliknya. (Saya sarankan Anda untuk lebih baik membaca dan mempercayai koran seperti Republika dari pada lainnya yang sering memutarbalikkan fakta). Bisa jadi memang ada provokator itu, tapi kami di sini dari para saksi kejadian dan data-data yg akurat, melihat bh tragedi Ambon ini lebih dari pada ulah provokator. Strategy untuk mengenyahkan kaum muslimin dari Ambon ini sudah disusun sejak 2 tahun yang lalu, dan sangat didukung oleh lembaga Internasional dalam hal pendanaannya. Terbukti bh letupan kejadian pada saat kaum muslimin merayakan Idul Fitri. Dan itu terus berlanjut sampai sekarang. Coba Anda buka laopran kejadian sesungguhnya di HP partai keadilan. Atau saya lampirkan laporan terakhir dari POSO KEADILAN di Ambon sbb : [pk-timur] Info terakhir Ambon...? Anda jangan melupakan peristiwa BOSNIA, KOSOVO, KASHMIR, PATTANI,.......Inquisisi di Spanyol, ..... Jelas itu semua bukan ulah provokator, tapi memang pihak yg paling punya otoritas di agama mereka sendiri membiarkan hal tsb. Alloh menegaskan ini dalam Al Baqoroh : 120. Sehingga himbauan Anda ini, tolong ditujukan kepada kaum Nasrani yang mereka memang punya rencana rapi untuk mengenyahkan seluruh kaum muslimin dari Ambon. Himbauan Anda ini bisa menyakiti kaum muslimin karena seolah-olah kaum muslimin ikut melakukan kerusuhan. Wassalam Akhmad Khaqim --------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Mar 1999 jam 05:37:42 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
