----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


ORGANISASI PEMUDA TIONGHOA DIDIRIKAN.

        JAKARTA (SiaR,16/3/99)  Organisasi pemuda-pemudi Tionghoa yang
dinamakan Solidaritas Pemuda-Pemudi Tionghoa Indonesia untuk Keadilan
(SIMPATIK) didirikan Sabtu (13/3) lalu. Sebuah diskusi digelar sebagai acara
proklamasi organisasi yang didirikan atas inisiatif murni dari kalangan
warga Tionghoa menyusul kasus Perusuhan Mei 98 lalu guna meningkatkan
kesadaran politik berbangsa di kalangan warga Tionghoa di Indonesia.

        Tentu saja hal ini adalah bentuk keberanian politik yang selama ini
terpendam kalangan warga Tionghoa. Khususnya pasca Perusuhan Mei di mana
sejumlah perempuan keturuinan Cina di Jakarta jadi korban perkosaan massal.

        Dalam diskusi yang bertemakan "Peran Pelajar Dalam Era Reformasi" ini
menampilkan pembicara mantan demonstran Yeni Rosa Damayanthi,  Daniel
Hutagalung dari Kontras dan Sisi, seorang mahasiswi mewakili warga Tionghoa
serta Surya Chandra selaku Sekjen SIMPATIK.

        Dalam diskusi tersebut mengemuka persoalan utama dari warga Tionghoa
Indonesia yakni sindrom minoritas dan  sekolah era Orde Baru. Pada era
Soeharto, warga Tionghoa hanya boleh berbisnis. Mereka dipangkas hak
politiknya sebagai warga negara yang merdeka. Dan sekolah era Orde Baru
adalah sekolah yang membutakan hak politik rakyat. Lewat proses belenggu
tanpa sadar yang dikenakan pada etnis Tionghoa, maka generasi muda Tionghoa
dibius dengan perilaku hedonis.

        Ali Subur selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan diskusi ini memang baru
pertama kali dilakukan SIMPATIK dengan melibatkan peserta diluar warga
Tionghoa sendiri. Menurutnya perhatian utama kegiatan SIMPATIK ini akan
berorientasi untuk meningkatkan kesadaran politik dari warga Tionghoa
Indonesia ujar pelajar SMU negri di daerah "kota" tersebut. .

        Alex mahasiswa Universitas Bina Nusantara menegaskan, "Kita perlu
bergerak dalam organisasi berbendera Tionghoa karena Tionghoa adalah
identitas. Yang paling utama adalah watak dari program organisasi Tionghoa
tempat kita berkiprah, apa kah program organisasi itu dapat bersifat
inklusif yakni memiliki program perjuangan demi kepentingan rakyat secara
keseluruhan, terutamaa rakyat kecil," ujar pemuda yang juga anggota FAMRED
tersebut.
        Dalam visi organisasinya, SIMPATIK  diharapkan dapat bergerak
mengangkat panji identitas Tionghoa dan mulai berpihak pada rakyat dan bukan
pada penguasa yang korup. Dengan demikian watak organisasi tersebut akan
dianggap  watak orang Tionghoa Indonesia secara keseluruhan dan mengikis
stereotipe warga keturunan yang sengaja disosialisasikan rezim Soeharto.

        Organisasi ini membuka diri terhadap keterlibatan warga Tionghoa lain agar
aktif terlibat dan akan direncanakan membuka cabang dikota lain. Organisasi
yang beralamat di PO BOX 4147 JKTF 11041, E-mail : simpatik [EMAIL PROTECTED]
, dengan No telp; 021-6632105 / Fax. 021- 6493366 . Saat diskusi yang
dilaksanakan di Hotel Omni Batavia usai sekitar 200 peserta yang kebanyakan
pelajar Tionghoa itu masih kumpul untuk merancang kegiatan lain.*****


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Mar 1999 jam 19:49:11 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke