---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: Harri OKNUM POLRES LAKUKAN PENYETRUMAN TERHADAP l Indramayu, Rita Adiwijaya (26)penduduk Rancamaung desa Ilir kecamatan kandanghaur Indramayu Jabar, yang mengalami penyetruman dan siksaan cukup parah oleh Oknum ras dan kawan-kawan setelah dia diruduh membunuh salah seorang penduduk, padahal penangkapan Rita hanyalah salah satu target Polres Indramayu untuk menagkap pelaku perkelahian antar warga, sedangkan Rita pada waktu kejadian berjalan tidak berada ditempat kejadian. Martinah istri Rita yang dimui penulis dirumahnya pada hari Senin 16/3 mengatakan penangkapan Rita dari te,pat kerjanya pada tanggal 26/2 oleh anggota satuan serse sangat di sesalkan. karena Rita Sendiri pada saat kejadian perkelahian antara warga pada 18 januari, suaminya berada di rumah orang tua istrinya Rita bersamanya. Bahkan sebanyak 15 orang yang tinggal disekeliling rumah mertua Rita mem buatsurat pernyataan bahwa mereka bersaksi Rita ada di rumah mertuanya saat kejadian perkelahian masal itu terjadi. dalam surat pernyataan tersebut disebutkan dengankekhawatiran terjadinya penyiksaan oleh oknum polisi terhadap Rita dengan penyetruman mulut Rita serta pemukulan. Rita sendiri ketika ditemui penulis di sel Polres Indramayu pada hari Senin 16/3 mengakui hal ini terjadi, bahwa perlakuan penyiksaan terjadi pada dirinya oleh Oknum Pol sertu Rasita serta rekannya. Penyiksaan terhadap dirinya oleh para oknum dilakukan tidak saja di sel tahanan tetapi juga di perjalanan ketika menuju Garut dan Bandung untuk mencari para pelaku pembunuhan, ketika dirinya mengatakan tidak tahu diapun terus disiksa selama perjalanan tersebut Sedang penahan Ritapun saat ini ternyata diperpanjang melebihi duapuluh harikarena sulitnya polisi membutikan pelaku kejadian tersebut, karena seluruh saksi yang menguatkjan polisi hanya dari kelompok penyerang. kapolres Indramayu Letkol Pol Odang sutarsa ketika ditemui penulis Senin 16/3 sedang tidak ada di tempat begitu juga Waka Polres dan Kasatserse, sementara beberapa oknum desa datang menemui Rita berusaha untuk menekan Rita dengan paksaan untuk mengakui kesalahan yang tak dilakukannya. (h daryanto) . ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Mar 1999 jam 06:54:33 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
