----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: Pandapotan Nasution

MERAGUKAN PEMIKIRAN  Sdr.HASAN BASRI

Sdr Hasan Basri mencoba kritis kepada agamanya,ia mencoba melogiskan
(membumikan) agamanya ,logikanya bermain,dan ia coba meneropong dari
tempat yang jauh disana,Nabi-nabi juga melakukan hal begitu sebelum
mereka ditabalkan jadi Rasul,...sering melakukan bersunyi-sunyi diri (di
Gua hiraq),Nabi Ibrahim as melihat Mata hari Bulan  hingga patung yg
ditaruh kapak ex penghancur patung kecil, pikirannya berkelana mencari
Tuhannya (tak perlu saya ulangi).
Saudara Hasan Basri pun demikian berkelana bak Salman parisi mungkin ,ia
telah coba bertanya pada seorang yg kita tak tahu apakah dia tahu yg
dikatakan Muslim ( atau sekedar sedikit indikator Muslim). Coba tanya
kepada orang yg tak begitu diragukan Kredibilitas Muslimnya. (apa
jawabnya..setelah melihat pemikiran anda ).

Anda katakan Nabi Muhammad s a w adalah manusia biasa,.  taka salah juga
, Nabi yang lain juga ngakunya begitu dan tak diinginkan kita
melebih-lebih kan yang satu dari yang lainnya.....samapai disini ... OK
       Hanya ada yang tak biasa pada mereka , yaitu mereka dapat
Mukzijat sedang orang awam seperti kita tidak.
Nabi Musa as dengan tongkatnya ,Tauratnya sedang Nabi Isa kemampuan
menghidupkan orang mati dll serta yg tak kalah pentingnya Injil.
Nabi Muhammad s a w  Qur'an, Isra' Mi'radj,sering menang perang diatas
kertas harusnya kalah,namanya tetap harum saat ini,kepatuhan ummat.

Artinya Mereka dilebihkan dari yang lain Oleh Allah swt ,....dapatkah
Bung Hasan Basri keadilan disini.   Kenapa  Bung Hasan Basri tidak
protes ke Tuhan.
Kan sama-sama manusia biasa...apalagi Bung menyetujui orang protes ke
Tuhannya, mana tahu mau ngikuti jejak Nabi Musa a s (tokoh yg suka
protese).
Seharusnya ada protes dooang kalau anda merasa sama dengan mereka (para
Nabi).  Mana mukjizat....boro-boro dapat Kitab ,... Belajar aja suka
lupa dan terbatas ke Brillianannya..... hampir-hampir kayak Einstein aja
mungkin sudah tak protes lagi.
       Disatu sisi kita lihat Nabi Muhammad banyak isterinya ,mungkin
kalau sudut pandang kita ambil posisi sama dengan Bung Hasan Basri  yaa
begitulah.
Tapi coba ingat lagi dari Sejarah banyak orang heran kenapa Nabi menolak
jadi lebih kaya dari Nabi Sulaiman a s ,jangan wanita apapun bisa
diperoleh termasuk mendo'akan Gunung jadi Emas.  Kalau tawaran wanita
cantik sudah banyak sekali  ,apalagi asal nabi mau menghentikan
ajarannya atau mau kompromi  mengakui semabahan kaum Jahiliyah. Secara
phisik kan yang dikawini Nabi tak begitu cantik, jadi ini bisa dikatakan
ada sifat politis jauh dari ngumbar nafsu dan perlu diketahui Nabi juga
sering Puasa lho, Tahajud,belum lagi waktu nya untuk sahabat...  jadi
melihanya jangan sepotong-potong.
Katanya kita hidup di Era Global. Multy dimensi lagi mbok yaa luas doang
kajiannya ,jangan x dan Y saja , berpikirnya Linier lagi,semua mau
diukur /diasumsikan linier  ,yang harus diasumsikan fungsi kwadrat atau
berdrajat banyak.... linier terus   ......kena doang sesatan... sudah
sesat bisa-bisa menyesatkan.
Nabi memang sudah mati tapi seberapa luas pengertian kita tentang
hakikat mati,..hidup... alam barzah dll,...mengartikan yang dikatakan
adil saja sulit,adakah sudah dibuat atau belum....Kalau belum kenapa
Nabi sudah melihatnya dan mendengar suara terompah bilal di surga.
Ilmu kita memang terbatas sekali dan yang sakitnya kita tak mampu
mempertahankannya (suka lupa ).....Kalau kail panjang sejengkal jangan
laut hendak diduga ........sambunglah tali kail anda dengan orang lain
,walaupun tak kan sedalam laut  ..... tapi batambuah minimal ciek (
minimal tambah dikit).
      Cukuplah contoh Jahudi yang ada sangat kritis namun ternyata
mereka termasuk orang bodoh juga dan mendapat azab ,kocar-kocar tak tahu
negerinya dimana,  kini punya negeri se upil tapi tak nyaman,bom sudah
bak layaknya mainan di negri se upil itu.
Sampai ketemu lagi!!!!!!

Wassalam

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Mar 1999 jam 06:58:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke