----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


HASHIM DIANCAM PENJARA 20 TAHUN

        JAKARTA (SiaR, 17/3/99). Hashim Djojohadikusumo bos Grup Tirtamas
diancam hukuman hingga 20 tahun jika tuduhan penyalahgunaan kredit senilai
Rp 500 milyar terbukti. Hashim, adik kandung Letjen (Purn) Prabowo Subianto
dan donatur Partai Bulan Bintang itu memang belum dinyatakan sebagai
tersangka. Selasa (16/3) ia baru dimintai keterangan soal pengunaan kredit
yang juga terancam macet itu.

        Untuk kasus yang sama, Sofyan Wanandi, bos Grup Gemala yang dituduh
menyalahgunakan kredit dari bank pemerintah sebesar Rp 30 milyar saja sudah
jadi tersangka. Dan, Tommy Soeharto yang terlibat dalam korupsi tukar guling
tanah milik Bulog yang kini dijadikan Pusat Perkulakan Goro malah sudah jadi
tahanan kota.

Hashim diduga keras menggunakan kredit yang seharusnya untuk mengembangkan
megaproyek petrokimia miliknya di Tuban, Jawa Timur untuk menyuntik Bank
Niaga. Selain Bank Niaga, Hasim juga membeli sejumlah bank lagi termasuk
Bank Papan Sejahtera yang dilikuidasi itu, Bank Pelita dan Bank Industri
yang sudah dilikuidasi sebelumnya.

        Beban invesatsi Grup Tirtamas memang besar. Jadi kalau ada
kecurigaan Hashim menyalahgunakan  kredit itu sebenarnya bukan hal yang
mengejutkan. Bank Niaga misalnya, yang dibelinya beberapa tahun lalu
membutuhkan banyak dana untuk mengembangkannya. Bank ini juga melebarkan
investasinya misalnya dengan membeli saham Indover Asia Ltd. senilai US$ 47
juta. Bank Niaga misalnya juga membutuhkan banyak uang untuk membeli 40
persen di PT BZW Niaga Securities. Hashim misalnya juga membeli saham 20
persen PT Merryl Lynch Indonesia, sebuah perusahaan sekuritas yang ternama.
Selain Bank Niaga, Hashim juga membeli Bank Papan Sejahtera (BPS) dan
membeli saham di PT Semen Cibinong.

        Di megaproyek petrokimia Hashim menginvestasikan uang Rp 8,5
trilyun, dengan menggandeng investor asing. Di Jawa Timur pula, Hashim ikut
menangani pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Paiton I. Dengan
investasi yang luar biasa besar ini, maka dugaan Kejaksaan Agung mungkin
saja benar.***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Mar 1999 jam 21:11:22 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke