---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Jumat, 19 Maret 1999 PKU Tolak Presiden Wanita Jakarta, JP.- Kans wanita untuk menjadi presiden Indonesia menyempit lagi. Sekarang giliran Ketua Partai Kebangkitan Ummat (PKU) Shalahuddin Wahid yang menyatakan tidak setuju wanita menjadi presiden. Adik kandung Ketua Umum PB NU KH Abdurrahman Wahid ini mengatakan, partainya tidak akan mencalonkan presiden mendatang dari kaum wanita. Alasannya, masalah itu masih khilafiyah (menjadi perbedaan pendapat). Sebagian besar suara pengurus PKU memang belum bisa menerima pemimpin perempuan, kata Shalahuddin kepada wartawan di sela-sela Mukernas PKU di YTKI, kemarin. Menurut Gus Sholeh sapaan Shalahudin Wahid , pandangan seorang bahwa pemimpin harus laki-laki tidak hanya didominasi PKU. Banyak partai Islam, termasuk kalangan pengurus PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), belum bisa menerima pemimpin wanita. Hanya sebagian pengurus elite PKB, yang bisa menerima. Saya kira, pandangan ini harus dihormati karena itu hak seseorang dalam menyatakan pendapatnya, tandasnya. Dikemukakan Gus Sholeh, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar umat Islam di semua golongan dan tingkatan belum bisa menerima pemimpin wanita. Ini fakta. Kalau ada yang bisa menerima, jumlahnya pun tergolong kecil, jelasnya. Sholeh membantah pihaknya ingin menghadang Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang dicalonkan partainya menjadi capres. Ketidaksetujuan PKU tidak ditujukan kepada seseorang. Sikap ini bersifat umum, tuturnya. Pandangan bahwa seorang pemimpin harus laki-laki, kata Gus Sholeh, didasari dalil agama. Dalam kitab suci Alquran jelas-jelas disebutkan, pemimpin diutamakan dari laki-laki. Saya kira, pandangan ini wajib dihormati, jelasnya. PKU, kata Gus Sholeh, menyadari sepenuhnya bahwa dalam konstitusi UUD 1945 memang tidak dicantumkan seorang pemimpin atau presiden harus laki-laki. PKU menghormati konstitusi itu. Tapi, kan tidak ada larangan seseorang berpandangan pemimpin harus laki-laki, jelasnya. Lalu, siapa capres PKU? Gus Sholeh mengatakan, sampai saat ini, pengurus belum memutuskan siapa capres PKU. Idealnya setelah pemilu, di situ baru diketahui berapa perolehan suara partai. PKU tidak muluk-muluk. Target kami hanya 7 persen, tandasnya. (bh) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Mar 1999 jam 10:29:10 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
