---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Netters sekalian, Berikut hasil tanya jawab wartawan dengan Gus Dur soal siapa sebenarnya Mayjen K yang dimaksudkannya itu, Dijamin sehabis membacanya anda pasti bingung. --------------------------- Wartawan (W) : Siapa sih Gus yang dimaksud dengan Mayjen K itu ? Gus Dur (G) : Ada ... lah, itu rahasia saya. W : Apakah Mayjen K itu masih dinas aktif ? G : Ya, masih aktif W : Di mana ? G : Di Dephankam W : Apakah dia terlibat Pamswakarsa ? Kivlan ? G : Bukan .... bukan ... W : Siapa ? G : Itu rahasia saya. W : Jadi Mayjen K itu apa ? Mayjen Kira-kira G : Bukan ..... Mayjen Kunyuk. Dan kemudian tanya jawab Tabloid TEKAD (T) dengan Gus Dur (G) via telepon : T : Mengapa anda selalu menggunakan inisial saat menyebut provokator ? G : Saya tidak seperti yang lain. Kalau sebut nama nanti tambah keributan. T : Dengan inisial masyarakat ikut bingung. Masyarakat mana yang bingung ? G : Masyarakat juga tahu yang saya maksudkan itu siapa. T : Anda dapat darimana informasi itu ? G : Dari laporan yang masuk pada saya. T : Laporannya dari mana ? G : Dari NU daerah. T : Apakah itu bisa dipercaya ? G : Ya pasti bisa. Kalau tidak percaya, anda jangan percaya kepada saya. T : Tentang Mayjen K darimana ? G : Saya tidak mau bilang. Itu sudah selesai. T : Mayjen K itu siapa ? G : Kalau saya sebut K-nya itu siapa, enteng benar kerjaan kepala kepolisian. T : Apakah Mayjen Kivlan Zen G : Saya jawab bukan. Nama Mayjen K itu kan bukan hanya Pak Kivlan saja. T : Yang dibicarakan dengan Kivlan ? G : Berbagai media massa menduga Mayjen K itu adalah Kivlan Zen. Beliau ingin kejelasan karena ini sangat merugikannya. Saya jelaskan kepada beliau, bukan beliau yang saya maksud. Lalu Pak Kivlan bertanya, siapa orangnya. Saya tidak berani bilang siapa. T : Dari angkatan mana ? G : Itu jangan dibilanglah, ha ... ha ... ha. Saya tidak mau itu. T : Apakah Mayjen K dekat dengan Pamswakarsa. G : Ooo ... bukan. T : Mayjen K berperan dalam berbagai kerusuhan ? G : Ya, Mayjen K ini bermain sejak lengsernya Soeharto pada bulan Mei 1998 lalu. T : Siapa yang memerintah Mayjen K ? G : Saya tidak mengerti. T : Apakah Letjen P ? G : Jelas bukan. Yang namanya Letjen P itu Prabowo. Bagi saya, Letjen Prabowo teman. T : Mayjen K dekat dengan Letjen P ? G : Tidak. Kalau begitu sama dengan menuduh. T : Mayjen K dekat dengan Soeharto ? G : Tidak. Soeharto tidak pernah tahu urusan seperti itu. T : Waktu ditanya polisi, anda menyebut nama ? G : Tidak. Saya tidak sebut nama. Saya tidak mau nanti Kapolri kurang kerjaan. T : Anda memberitahu Wiranto ? G : Jenderal Wiranto bukan anak kecil. Dia juga tahu siapa orangnya, sehingga saya tidak perlu ngomong ke dia. T : Mengapa tidak ditangkap ? G : Mungkin tidak ada bukti. Kalau ada bukti, itu tergantung apa dia bersedia melaksanakan, atau tidak. T : Ide siapa pertemuan Anda dengan Kivlan ? G : Tanya Pak Kivlan dong. Beliau datang ingin bertemu saya. Saya sendiri kaget melihat beliau sudah ada di ruang tamu. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Mar 1999 jam 10:34:52 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
