---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- KOLOM SUPANGKAT: Kesaksian Sidney Jones di Kongres kemarin merupakan progress report yang pa- ling baik, dapat dipercaya, realistis, baik bagi politisi Amerika maupun para pe- ninjau kita. Tentu Kongres dan Kabinet Clinton akan semakin canggih setelah mengawinkan- nya dengan laporan CIA, Kedutaan Besarnya di Jakarta untuk menentukan si- kap selanjutnya. WAshington berada dalam posisi untuk membuat Indonesia yang sudah terpuruk sedahsyat ini "either to make or to break it" dengan berbagai cara yang diboleh- kan oleh UU AS dan Indonesia sekaligus. Presiden Clinton yang pada jaman Suharto memberikan dukungan moral kepada Megawati, mungkin kini berpikir dua kali karena ternyata kelemahan Mega sema- kin menonjol, baik secara pribadi maupun secara politik yang terlalu mudah "over- taken by events" tanpa berdaya menolaknya. Dukungan kepada Amien Rais makin lama bukan bertambah kuat hingga tampak- nya dia sudah "nrimo" tak akan menang walaupun reputasinya sebagai pahlawan nasional menentang diktatur militer fasisme Suharto berakhir sukses karena Har- moko, Ginanjar, ABRI berhasil melaksanakan politik "Et tu Brute" nya dengan sukses untuk survival jatidirinya masing masing. PPP yang memang selama ini berada di pihak anti-rakyat berhasil mempertahan- kan 38 kursi ABRI di DPR di samping 200 kursi lainnya yang sudah berada di ta- ngan Golkar/Pemerintah. Sidney Jones melihat hal ini dan menilai kekuatan statuskuo yang kuat. Pemilu tinggal 2 bulan 16 hari lagi dan pengunduran diri Ginanjar, bahkan Habi- bie sendiri sudah tak ada artinya lagi karena uang IMF sudah terlanjur dihambur hamburkan untuk keperluan yang dubius sekali padahal dana internasional sema- kin langka seluruh dunia berebut dana IMF, World Bank dan kita masih tega meng- hambur hamburkannya untuk banking, penebusan US$ untuk menolong rupiah, mempertahankan sukubunga setinggi 50%, penghamburan dana kepada pengu- saha kecil yang diragukan kriterianya, penghamburan devisa untuk pembiayaan politik Timtim yang sudah bangkrut temasuk pengiriman delegasi ke PBB untuk menggolkan paket otonomi yang sudah pasti akan ditolak, dll sebagainya. Tindakan kabinet Habibie di segala bidang ngawur, ngawur, sedangkan sembako rakyat tetap terancam malapetaka setiap saat sehingga potensi kerusuhan, pen- jarahan, tetap cukup besar. H.S. Hidayat Supangkat New York ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Mar 1999 jam 22:14:29 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
