----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Friday 19 March 1999 15:00 UTC



** 59 ORANG TEWAS DALAM KERUSUHAN DI SAMBAS

** TIM PBB BERANGKAT KE TIMOR TIMUR

** PEMBICARAAN PERDAMAIAN KOSOVO DITANGGUHKAN

** PERTIKAIAN BARU DI IRLANDIA UTARA

** TOPIK FOKUS AKHIR PEKAN: AKANKAH ABRI MENGULANG KESALAHAN YANG SAMA
DI KALIMANTAN BARAT?




* 59 ORANG TEWAS DALAM KERUSUHAN DI SAMBAS
Dalam tiga hari terakhir, kerusuhan di Sambas, Kalimantan Barat, semakin
meluas dan puluhan penduduk diberitakan tewas. Pihak kepolisian
menyatakan 40 orang tewas, tetapi media setempat memberitakan 59 orang.
Lebih dari 1000 orang diungsikan ke Pontianak dengan kapal perintis dan
kapal patroli polisi. Selanjutnya 1000 rumah tinggal habis dibakar
massa. Kerusuhan di Sambas dimulai tanggal 22 Februari lalu. Ketika itu
seorang penumpang bis asal Melayu tidak mau membayar ongkos. Kernet bis
yang berasal dari Madura marah, dan kemudian sang penumpang membacok
kernet tersebut. Sejak itu kerusuhan meluas hingga empat kecamatan, dan
kini mengimbas ke dua kecamatan lainnya.


* TIM PBB BERANGKAT KE TIMOR TIMUR
Sebuah tim Perserikatan Bangsa-Bangsa berangkat ke Timor Timur untuk
mempersiapkan pemungutan suara. Dalam beberapa minggu mendatang, enam
pejabat PBB akan menyelidiki, persiapan apa saja yang dibutuhkan, selain
itu mereka akan berunding dengan pemerintah Australia, Selandia Baru dan
Portugal. Jakarta menyatakan, akan mengundurkan diri dari Timor Timur
apabila warga TimTim menolak tawaran otonomi luas.


* PEMBICARAAN PERDAMAIAN KOSOVO DITANGGUHKAN
Pembicaraan perdamaian Kosovo di Paris, untuk sementara dihentikan.
Demikian juru runding Amerika Serikat, Christopher Hill didampingi ketua
perundingan, para menteri luar negeri Inggris dan Perancis, Robin Cook
serta Hubert Vedrine. Pembicaraan akan dimulai kembali apabila Serbia
bersedia menandatangani persetujuan. Kamis kemarin hanya delegasi
Albania yang menandatangani rencana perdamaian. Menurut kesepakatan ini,
Kosovo akan mendapat otonomi luas dalam Federasi Yugoslavia. Menteri
Luar Negeri Amerika Serikat, Madeleine Albright memperingatkan Presiden
Yugoslavia, Slobodan Milosevic, bahwa NATO siap melakukan aksi militer,
apabila tentara Serbia tetap melakukan serangan ofensif di Kosovo atau
menghalangi tugas para pengamat internasional. Amerika Serikat juga
berseru kepada warganya supaya meninggalkan Yugoslavia.


* PERTIKAIAN BARU DI IRLANDIA UTARA
Jum'at pagi ini kembali pecah pertikaian di kota Portadown, Irlandia
Utara. Polisi terpaksa bertindak ketika anak-anak muda Katolik menyerang
sebuah gedung yang dipenuhi anak-anak muda Protestan. Polisi dilempari
batu dan bom bensin. Seorang polisi diberitakan cedera. Di tempat lain
di Portadown, sejumlah mobil dan bis dibakar. Kerusuhan baru ini pecah
setelah pemakaman pengacara Katolik terkemuka, Rosemary Nelson. Nelson
tewas akibat bom yang meledak di mobilnya. Sebuah kelompok sempalan
Protestan menyatakan bertanggung jawab atas peledakan bom ini. Kematian
pengacara tersebut menyebabkan kerusuhan besar antara kaum Protestan dan
Katolik di Portadown, Kamis kemarin. Puluhan warga dan polisi
diberitakan cedera.


* PEMBUNHAN MASAL DI INDIA
Di negara bagian Bihar, India, sedikitnya 35 penduduk sebuah desa kecil
tewas ditembak. Polisi memperkirakan kelompok ekstrim-kiri mendalangi
pembunuhan tersebut. Penduduk Desa Senari dikejutkan sewaktu tidur,
kemudian para pelaku berhasil melarikan diri. Senari terletak di distrik
Jehanabad, yang sudah beberapa waktu menjadi ajang pertentangan antar
kasta di India. Tahun ini 50 orang lainnya juga tewas menjadi korban.


* RIBUAN TERNAK BABI TERTULAR PENYAKIT DI MALAYSIA BARAT
Di Malaysia Barat, ribuan ternak babi tertular virus yang juga
membahayakan kesehatan manusia. Pemerintah setempat melancarkan aksi
besar-besaran untuk mencegah penularan virus penyebab radang otak.
Puluhan ribu penduduk desa dievakuasi dan ribuan tentara ditugaskan
untuk membunuh 64 ribu ternak babi yang tertular. Sampai saat ini 51
penduduk tewas akibat penyakit tersebut. Menurut Departemen Kesehatan
Malaysia, virus radang otak ini disebarluaskan lewat nyamuk ke manusia.
Tanda-tanda pertama adalah pusing kepala, demam tinggi dan tidak
sadarkan diri.


* NELSON MANDELA TIBA DI TRIPOLI
Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela, Jumat pagi ini tiba di ibukota
Libya, Tripoli, untuk membicarakan masalah Lockerbie, dan akan berbicara
dengan pemimpin Libia, Muammar Khadafi. Kunjungan mengejutkan Nelson
Mandela ke Libya diputuskan setelah bertemu dengan Sekretaris Jendral
PBB, Kofi Annan. Presiden Afrika Selatan ini mendapat ijin khusus PBB
untuk terbang ke Tripoli. Tahun lalu pada prinsipnya Libya setuju dengan
pengadilan para tertuduh Lockerbie di Belanda. Tetapi hingga sekarang
Libya belum menyerahkan kedua orang tersebut. 270 orang tewas menjadi
korban peledakan bom pesawat terbang Amerika Serikat, di atas desa
Lockerbie, Skotlandia, tahun 1988.


* LAPORAN PBB MENGENAI AIR MINUM BERSIH
Setiap tahunnya lima juta penduduk meninggal dunia akibat air minum yang
terkontaminasi. Demikian laporan PBB, yang dikeluarkan di Washington,
Amerika Serikat, Kamis kemarin. Menurut laporan, dalam waktu 10 tahun
mendatang dibutuhkan dana sekitar 23 milyar dolar untuk membangun sarana
air minum bersih di seluruh dunia. Saat ini hanya dikeluarkan dana
sebesar empat milyar dolar. Sarana air minum bersih bukan hanya
persoalan negara berkembang, tetapi juga berbagai negara industri.
Sebelumnya, juga minggu ini, keluar laporan Institut Perairan
Internasional, yang menegaskan bahwa sepertiga penduduk dunia, sekitar
1,8 milyar orang, akan kekurangan air minum bersih dalam waktu 25 tahun
mendatang.


* AKANKAH ABRI MENGULANGI KESALAHAN YANG SAMA DI KALIMANTAN BARAT?
Tiga hari ini kerusuhan etnis kembali bergolak di Kalimantan Barat.
Puluhan orang tewas dan seribu lainnya diungsikan. Kali ini penduduk
asli Dayak bekerja sama dengan warga Melayu dan Cina, menyerang warga
pendatang dari Madura. Sekali lagi ABRI ditantang untuk membuktikan
kemampuannya. Apakah ABRI akan berhasil? Ikuti laporan rekan Syahrir
dari Jakarta.

Gubernur Kalimantan Barat Aspar Aswin sejak kemarin sibuk berkeliling,
mengunjungi daerah-daerah kerusuhan di Kabupaten Sambas, Kalimantan
Barat. Kepada pers ia menyatakan harapannya, agar para pendatang di
Kalimantan berusaha menyesuaikan diri dengan kebiasaan serta adat
setempat. "Boleh saja orang datang mencari nafkah di Kalimantan Barat,
tetapi harap menghormati adat setempat," ujarnya.

Seorang pendeta Gereja Kalimantan Barat menjelaskan, orang-orang dari
suku tertentu baru-baru ini merusak Tempayan Tugu Perdamaian. Maka sejak
dua minggu lalu masyarakat pedalaman ikut serta dalam perkelahian suku
Melayu dan Madura. Sejak kemarin kota Singkawang dan Sambas pun dalam
keadaan tegang, ujar suatu sumber lain.

Dewan Adat telah menginstruksikan masyarakat Kalimantan Barat supaya
mengusir para perusuh dari bumi Kalimantan Barat. Kali ini tidak ada
ampun lagi, kata sumber tersebut. Bahkan suku Jawa, Bugis dan Cina
sepakat untuk mengusir keluar para perusuh itu katanya.

Pers Pontianak memberitakan bahwa kerusuhan di Kabupaten Sambas sejak
hari Kamis lalu makin meluas ke wilayah Kecamatan Samalantan dan
Sanggauledo. Sebelumnya kerusuhan hanya terjadi di daerah pesisir
seperti Pemangkat, Sewulakau, Tebas, Sambar dan Kecamatan Jawai.
Kerusuhan dalam 5 hari terakhir ini menewaskan 51 orang dan 1000 rumah
dibakar. Puluhan ribu pengungsi kini telah menuju ke asrama ABRI.

Namun pertikaian kini agak mereda karena hampir semua penduduk pendatang
dari etnis tertentu, sudah diungsikan ke Pontianak. Kecuali yang tinggal
di Singkawang, karena sudah ada kesepakatan antara pemuka suku di sana,
bahwa mereka tidak akan saling serang, ujar sumber itu. Tetapi dengan
keputusan Dewan Adat kemarin, maka belum jelas apakah kota Singkawang
dan kota Sambas akan aman.

Ketua Ikatan Kekeluargaan Kalimantan Barat, Dr.Taheri Noor kemarin
mengatakan bahwa kerusuhan ini tidak terlepas dari kebangkitan penduduk
asli Kalimantan Barat yang selama ini merasa diperlakukan tidak adil.
Selama orde baru tidak pernah ada gubernur yang berasal dari suku Dayak.
Kenyataan selama ini, penduduk pendatang yang berasal dari etnis
tertentu mungkin terlalu agresif mengikuti pembangunan tanpa memikirkan
aspirasi penduduk asli setempat. Selain itu dalam menangani permasalahan
yang muncul, penduduk asli terkesan selalu dianggap pihak yang bersalah.

Namun, katanya belakangan ini aparat keamanan lebih hati-hati menangani
kerusuhan di Kalbar, seperti tidak gampang main tangkap terhadap warga.
"Ini merupakan sikap cukup baik untuk mengurangi ketegangan di kalangan
penduduk Dayak". Ia mengharapkan kerusuhan sekarang ini tidak separah
kerusuhan 1997 yang korbannya, menurut versi internasional, mencapai
3000 orang. Atau jauh lebih besar dibanding korban dalam pertikaian
"Mangkok Berdarah" pada tahun 60-an. Demikian keterangan Dr. Taheri.

Pada peristiwa Mangkok Berdarah tahun 1967, sekitar 40.000 warga turunan
Cina dihalau dari pedalaman ke Singkawang, Pontianak dan beberapa kota
lainnya, oleh suku Dayak. Ketika itu pihak ABRI sedang menghadapi
perlawanan gerilya komunis yang umumnya terdiri dari warga keturunan
Cina. Untuk mengatasinya unsur-unsur militer menyamar sebagai gerilyawan
komunis dan menembaki sejumlah warga Dayak. Menyusul kejadian itu Dewan
Adat membawa keliling mangkuk berdarah dari kampung-ke kampung. Setelah
itu masyarakat pedalaman ramai-ramai mengusir suku Cina. Karena itu
sampai saat ini di beberapa kecamatan di perbatasan Kalbar-Serawak warga
turunan Cina dilarang untuk berdagang sehingga monopoli perdagangan
berada di tangan orang Batak dan Padang.

Apakah kini suku Madura akan mengalami nasib seperti warga keturunan
Cina, masih perlu dilihat perkembangannya lebih lanjut. "Suku-suku di
Kalimantan Barat baik Melayu, Dayak maupun Cina sudah lama merasa tidak
sabar lagi. Mereka itu sudah diampuni berkali-kali tetapi tetap saja
melanggar adat setempat dengan menclurit orang dalam setiap perkelahian.

Dewan Adat selalu dapat meredam kemarahan rakyat tetapi sekarang hampir
semua suku, termasuk suku Jawa sudah sepakat untuk mengusir mereka
secara serentak. Yang menjadi pertanyaan sekarang, setelah peristiwa
Ambon yang membuktikan bahwa ABRI khilaf menjalankan tugasnya
mengamankan kerusuhan, maka mampukah Wiranto mengatasi keadaan di
Kalimantan Barat dengan mengirim hanya seribu tentara dari Kalimantan
Timur?


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 19 Mar 1999 jam 17:02:30 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke