----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


AKSI TEROR DAN INTIMIDASI HAMBAT REKONSILIASI DI TIMTIM

        DILI (MateBEAN, 20/3/99), Ketua Interests Section Portugal untuk
Indonesia, Ana Gomes berpendapat bahwa proses jalannya rekonsiliasi di
Timtim masih dihambat oleh sejumlah aksi teror dan intimidasi. Ana Gomes
mengatakan hal itu kepada wartawan di Bandara Komoro Dili, Selasa (16/3)
sesaat sebelum meninggalkan Timtim menuju Jakarta. Diplomat Portugal itu
mengaku dirinya merasa puas melihat kemajuan pembangunan di Timtim setelah
23 tahun daerah ini bergabung dengan negara kesatuan RI. Meski demikian, ia
berpendapat perlu adanya suatu badan internasional di Timor Leste untuk
mengawasi berjalannya proses rekonsiliasi dan konsultasi kepada rakyat di
Timtim. Menurut Ana, tanpa badan PBB itu akan jalannya  rekonsiliasi dan
konsultasi  mengalami hambatan. Pasalnya, rakyat tidak bebas dan hidup dalam
suasana serba ketakutan akibat teror dan intimidasi.

        Menurutnya, konsultasi langsung dengan rakyat, gencatan senjata
harus segera dilakukan di bawah kontrol badan PBB, hingga semua itu berjalan
dalam suasana aman dan damai. Ana Gomes juga minta militer Indonesia harus
mundur dari Timor Leste. Presiden Portugal Jorge Sampaio yang kini berada di
Macau minta kepada Ketua Interests Section Portugal untuk Indonesia, Ana
Gomes segera melaporkan hasil kunjungannya ke Timtim. Karena berdasarkan
laporan itu pemerintah Portugal segera mengambil langkah-langkah konkret
mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat Timtim setelah pemerintah
Indonesia menggulirkan opsi otonomi atau merdeka.

        "Besok malam saya akan terbang ke Macau untuk menemui Presiden
Portugal guna menyampaikan hasil kunjungan saya ke Timtim," kata Ana Gomes
menjawab wartawan di  Bandara Komoro Dili. Menurutnya, kunjungannya ke
Timtim sangat penting dan bermanfaat bagi pemerintah  Portugal dalam
kaitannya dengan persoalan Timtim. Karena komitmen Portugal adalah otonomi
atau kemerdekaan yang diterima masyarakat Timtim, Portugal tetap bersamanya.

        Selama 4 hari berada di Timtim, Ana mengakui bahwa dirinya secara
leluasa bertemu dengan semua pihak baik yang pro otonomi maupun pro
kemerdekaan. Ia mendapat masukan-masukan berarti dari Uskup Diosis Dili, Mgr
Carlos Filipe Ximenes Belo, SDB dan Uskup Baukau, Mgr Basilio dos Nascimento
Pr.

        "Saya merasa puas bertemu  dengan semua pihak, baik yang pro otonomi
maupun pro kemerdekaan. Mereka dapat menyampaikan argumennya masing-masing
sejak adanya sejumlah negosiasi dan dialog soal Timtim. Tidak boleh dengan
kekerasan karena rakyat Timtim sudah menderita selama 23 tahun," katanya.

        Mengenai kesepakatan Indonesia-Portugal untuk melakukan pemungutan
suara langsung di Timtim, Ana Gomes mengatakan kesepakatan itu harus
terlaksana dengan baik karena sekarang Indonesia-Portugal sudah membangun
saling kepercayaan bahwa pada awal April mendatang akan dilakukan konsultasi
melalui suatu persetujuan. Mereka yang pro maupun kontra akan melakukan
kampanye sesuai dengan aturan yang sah dengan mempertahankan ide politiknya
bukan dengan kekerasan dan senjata. Ana juga merasa ibah dengan aksi
kekerasan di Kabupaten Baukau dan Likisa.

        "Tapi sayang sekali bagi yang mengatakan bahwa rakyat Timtim belum
siap, belum tahu politik, buta huruf, masih terbelakang. Saya mengatakan
bahwa kami tidak setuju dengan itu. Kami sendiri di Portugal selama rezim
diktator Salazar merasakan itu. Kami selama 50 tahun lalu membangun suatu
demokrasi. Kami bisa membangun suatu negara demokrasi melalui suatu dialog
yang bisa dipraktekan. Dengan kasus Timtim, rakyat Timtim bukan orang yang
lebih bodoh, lebih buta huruf daripada rakyat dari Nigeria dan Kamboja.
Kenapa rakyat Timtim tidak diberi kesempatan untuk menemukan apa maunya.
Kalau mengatakan bahwa sebagian organisasi itu tidak mewakili rakyat, maka
biarkanlah rakyat yang memilih," kata Ana Gomes dengan nada tinggi.

        Ketika ditanya soal apa kah pemerintah Portugis sudah memikirkan
untuk membantu rakyat Timtim, Ana Gomes mengatakan pemerintah Portugal siap
bertanggungjawab atas keadaan Timtim terutama bidang kesehatan, pendidikan
dan keuangan. "Kami akan dengan senang hati memberikan bantuan kepada Timor
Leste dalam suatu era transisi. Kami tahu bahwa kami tidak akan berbuat
sendirian tapi adanya dukungan dari banyak negara, seperti Australia,
Amerika Serikat, Jepang, Selandia Baru, Uni Eropa dan lain-lain. Dan bantuan
yang lebih urgen adalah bahan makanan terutama beras akan tetapi lebih dari
itu di bidang kesehatan baik itu perawat dan dokter maupun obat-obatan.
Selain itu, kami juga sedang memikirkan soal kekurangan tenaga guru setelah
guru luar Timtim minta dipindahkan ke daerah asalnya," kata Ana Gomes.

        Ikut mengantar Ana Gomes ke bandara Komoro Dili adalah Manuel Viegas
Carrascalao dan Antonio Jose da Costa alias Mauhunu. Sebelum meninggalkan
Dili, Ana Gomes melakukan kunjungan ke Palang Merah Internasional, melihat
para pengungsi di rumah Manuel Viegas Carrascalao, Caritas dan terakhir
dengan Yayasan HAK (Hukum Hak Asasi dan Keadilan) di Dili.

        Sesaat hendak menuju pesawat komersial Merpati, diplomat yang murah
senyum itu menyalami orang-orang yang ada didekatnya termasuk wartawan.
Sambil melepas senyum, Ana Gomes menyalami satu per satu orang yang berada
di dekatnya sembari mengucapkan "Obrigado...obrigado."***


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Mar 1999 jam 13:55:55 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke