---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk EKSODUS WARGA PENDATANG MELAUI LAUT CAPAI 16.911 DILI (MateBEAN, 20/3/99), Eksodus warga pendatang di Timtim ke daerah asalnya melalui darat, laut dan udara tidak bisa dibendung lagi setelah pemerintah menggulirkan dua opsi pada masyarakat Timtim, yakni otonomi atau merdeka. Gelombang eksodus makin meningkat setelah Indonesia-Portugal sepakat melakukan pemungutan suara langsung di Timtim. Mereka kuatir akan terjadi perang saudara di Timtim. Administrator Pelabuhan Dili, Drs Noke A. Rahakbauw mengatakan perjalanan melalui jasa angkutan laut dari Januari hingga Maret 1999 sekitar 16.911 orang warga pendatang yang kembali ke daerah asalnya. Mereka menggunakan jasa tiga kapal, yakni KM Tatamailau, KM Dobonsolo dan KM Awu. "Sejak Januari hingga Maret tiga kapal penumpang itu padat penumpang, bahkan terkadang penumpang yang sudah dapat tiket pun tidak bisa berangkat karena kehabisan tempat," kata Noke. Menurut Noke, warga pendatang yang berangkat ke daerahnya asalnya dengan menggunakan KM Dobonsolo pada Selasa (16/3) lalu berjumlah 1.667 orang, sedangkan penumpang yang turun di Dili hanya 80 orang. "Kebanyakan penumpang adalah perempuan dan anak-anak sekolah yang pindah dari Timtim," katanya. Gunawan seorang Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemda Tk I Timtim, menuturkan bahwa ia melepaskan anak istirinya dengan air mata. Pasalnya ia belum bisa meninggalkan Timtim, karena belum adanya instruksi dari Depdagri untuk memperbolehkan PNS meninggalkan Timtim. "Saya masih di sini. Yang pergi adalah anak-istri saya. Mudah-mudahan saya bis menyusul anak-istri saya kalau pemerintah sudah memenuhi permohonan pindah ke pulau Jawa," kata Gunawan. Sejauh ini pengiriman kendaraan baik yang beroda dua maupun empat ke luar Timtim telah mencapai 615. Masing-masing kendaraan roda dua 271 dan roda empat 344 buah. Kendaraan-kendaraan yang dikirim itu tujuannya adalah Surabaya dan Ujung Pandang. Sedangkan barang yang dibongkar di Pelabuhan Dili, menurut Noke adalah berjumlah 28.870,32 ton m3 dan jumlah barang yang naik atau diangkut adalah 12.681,70 ton m3. Selain itu menurut Noke dengan adanya isu santer yang berkembang di tengah masyarakat bahwa awal April mendatang kapal-kapal berpenumpang tidak akan beroperasi lagi di Dili, menurutnya hal hanyalah isu yang sengaja dihembuskan oleh orang yang tak bertanggungjawab. "Itu tidak benar. Sepanjang belum ada keputusan dari pemerintah kita tetap melaksanakan sebagaimana biasanya," kata Noke. Sedangkan situasi dan kondisi keamanan di Kota Dili dan sekitarnya agak aman. Namun warga masyarakat di Kota Dili lebih memilih untuk tidak keluar rumah, karena adanya ancaman-ancaman dari kelompok-kelompok tertentu. "Kami takut keluar malam, karena setiap malam kita melihat konvoi motor dan para pengendara motor itu selalu membawa samurai golok. Sehingga sangat menakutkan untuk kita keluar malam," kata Jacinto seorang warga yang tinggal di Comoro.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Mar 1999 jam 14:08:37 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
