---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk KESEPAKATAN BUBARKAN BESI MERAH PUTIH DILI (MateBEAN, 20/3/99), Muspida Kabupaten Liqui�a, pihak gereja dan CNRT sepakat untuk membubarkan kelompok Besi Merah Putih (BMP) yang bermarkas di Kecamatan Maubara, Kabupaten Liqui�a yang selama ini cukup dikenal dengan ulahnya melakukan tindakan diluar jalur hukum. Kesepakatan itu ketika terjadi peristiwa penusukan Pastor Rafael dos Santos dan salah seorang konjak Mikrolet Lisalau, Felisberto dos santos (26) di Kecamatan Maubara, Sabtu (13/3) sekitar pukul 08.45 Wita. Berdasarkan tuntutan ribuan umat Katolik Kabupaten Liqui�a, di depan Kantor Kodim Liqui�a, agar Bupati Leonito Martins dapat bertanggung jawab atas ulah kelompok BMP yang menusuk Pastor Rafael dan Felisberto dos Santos, termasuk tindakan kelompok BMP sejak 8 Januari 1999 hingga saat ini. Namun atas kesepakatan antara Muspida Liqui�a yang dihadiri Bupati Leonito Martins, Dandim Liqui�a Letkol Inf Asep Kuswani, Kejari Liqui�a Cristiaan, SH, Ketua DPRD II Liqui�a, Pastor Paroki Liqui�a, Pe. Rafael dos Santos dan Koordinator CNRT David Dias Ximenes untuk membubarkan kelompok BMP di Kecamatan Maubara. Koordinator CNRT David Dias Ximenes pada Bupati Leonito Martins mengatakan, bila situasi Kecamatan Maubara cepat aman hanya satu kuncinya, bubarkan kelompok BMP. Karena sejak 8 Januari 1999 hingga saat ini kelompok BMP sudah cukup meresahkan ketenangan masyarakat Kecamatan Maubara, umumnya masyarakat Timtim di bagian barat. "Jangan harap kalau situasi seperti ini akan pecah lalu Pak Bupati Leonito akan selamat lari ke Atambua. Itu tidak mungkin akan terjadi. Saya terus terang, kita itu bicara rekonsiliasi dan harmonisasi, bukan untuk memecahbelah rakyat Timtim," kata David. David menilai kalau masalah ini dibiarkan berlarut, paling-paling aparat keamanan tembak 1.000 orang, tapi 1.000 orang lainnya tidak mungkin ditembak. Dan kalau ditembak maka akan mencoret nama baik Indonesia di dunia internasional, maka bupati itu tidak gampang, dan seorang bupati harus konsisten. David mempertanyakan apa kah Bupati Leonito mau bubarkan kelompok BMP di Maubara atau tidak. Kalau itu sudah dijawab, katanya bupati akan selamat. "Kalau tidak jangan harap anda akan keluar dari kantor Kodim Liqui�a. Bapak harus berani mengatakan bahwa kelompok BMP harus dibubarkan, kalau tidak kami akan ambil langkah-langkah, dan apa pun risikonya nanti bapak yang bertanggung jawab. Bapak tidak mau ia udah, saya datang kesini sebagai teman, sehingga saya bisa berbicara keras dengan maksud agar situasinya aman, anda pun aman," jelas David pada Bupati Leonito di ruang kerja Dandim Asep. Ternyata semua imbauan, saran dari Pastor Rafael, David dapat diterima Muspida Liqui�a, sehingga menghasilkan suatu kesepakatan untuk membubarkan kelompok BMP di Kecamatan Maubara, dengan jangka waktu satu minggu. Kesempatan jangka waktu satu minggu itu akan dimanfaatkan Muspida Tk II Liqui�a bersama Pastor Rafael untuk membubarkan kelompok BMP, sehingga rakyat yang tergabung dalam kelompok BMP dapat kembali ke kampung halamannya dengan tenang. Akhirnya dengan adanya penjelasan itu, ribuan massa yang memadati depan kantor Kodim Liqui�a, yang menuntut agar Bupati Leonito Martins bertanggung jawab terjawablah dengan baik, sehingga massa pulang ke rumah dengan tenang. Massa yang menduduki jalan umum depan kantor Makodim Liqui�a itu sejak pagi pukul 09.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita menunggu Bupati Leonito keluar dari ruangan Dandim Asep. Namun begitu rombongan David Dias Ximenes tiba di Liqui�a bertemu langsung dengan Muspida Liqui�a dan Pastor Rafael, ternyata situasi yang begitu rumit dapat diselesaikan dengan baik. Sehingga masyarakat pun puas, bahwa kelompok BMP diberi waktu hanya satu minggu untuk dibubarkan, karena mereka itu adalah masyarakat biasa yang dipengaruhi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Menyinggung masalah sejumlah rumah penduduk di Desa Guguleu, Kecamatan Maubara yang diisukan dibakar kelompok BMP, pihak CNRT meminta kepada Dandim Liqui�a untuk segera mengatasinya. Kalau bisa segera didata, kenapa sampai dibakar rumah penduduk yang tidak tahu menahu masalah politik. "Saya minta Pak Dandim bisa mengatasi semuanya," jelas David lagi. Sementara itu, Dandim Asep mengatakan, dirinya belum terima laporan, tapi kalau memang informasi itu betul, pihaknya akan mengecek langsung ke lokasi. Sejauh mana informasi yang menyatakan bahwa rumah penduduk di Guguleur dibakar oleh kelompok BMP. "Pokoknya nanti kita akan cek kebenarannya," jelas Dandim Asep.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Mar 1999 jam 14:47:16 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
