---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk ANALISIS ILMIAH SURYO SAMA DENGAN BIA JAKARTA (SiaR, 20/3/99), Ternyata hasil analisis ilmiah ahli multi media UGM, RM Roy Suryo dengan hasil analisis Badan Intelijen ABRI sama, suara rekaman itu asli suara Ghalib-Habibie. Demikian informasi yang diperoleh sumber SiaR di Mabes ABRI setelah berlangsungnya pertemuan antara RM Suryo dengan BIA beberapa waktu lalu. Sumber tersebut menyebutkan bahwa, kedua hasil analisis (RM Roy Suryo-BIA) ini selain menyimpulkan bahwa suara dalam rekaman asli, juga telah menemukan adanya orang ketiga yang mengetahui terjadinya percakapan. Orang ini yang menerima telepon disaat kedua pejabat itu sedang berbincang. "Kalau mau menguatkan lagi, cari siapa orangnya yang melakukan telepon di tengah-tengah Habibie-Ghalib melakukan perbincangan. Dia bisa di Kejagung atau di Setneg," kata sumber ini. Sementara itu, Roy Suryo kepada SiaR setelah bertemu dengan BIA mengatakan bahwa dirinya sempat was-was sebelum bertemu langsung dengan BIA. Sebab undangannya sangat misterius, tidak ada kop-nya, tidak ada tanda tangan, nama orang-orang juga tidak ia kenal sebelumnya. "Tapi, yang membuat saya berani, sebelumnya sudah ada orang BIA yang telpon saya. Dia kasih nomor HP-nya. Terus saya hubungi, dan ternyata memang benar-benar ada, bukan bohongan. Komunikasi kami juga lancar. Ini yang membuat saya yakin," katanya lewat HP. Menurut penuturan Roy, rekaman itu bukan hasil penyadapan tapi direct line recording, merupakan rekaman langsung dari salah satu pesawat telepon. Setelah diperbandingkan dengan beberapa rekaman suara Habibie di berbagai kesempatan, suara rekaman yang heboh itu sama. Namun Roy mengaku belum meneliti keaslian suara Ghalib. Sebab, katanya, ia mengambil sample suara yang levelnya lebih tinggi (suaranya jauh). "Kalau yang jauh saja bisa dibuktikan, yang suaranya jelas pasti dong ikut terbukti juga," katanya. Menurut Roy, metode pengujian rekaman Habibie-Ghalib yang ia lakukan adalah dengan mengumpulkan beberapa rekaman yang beredar. "Ada yang dari teman-teman wartawan, ada yang saya download dari internet dan yang terakhir dari SCTV. Setelah itu saya pilih yang paling clear and complete. Yakni, yang paling sedikit humble-nya, scratch dan noise-nya (suara-suara lain seperti kresek-kresek atau bising)," tuturnya. Setelah dikumpulkan, rekaman yang ia pilih dari SCTV dan juga rekaman pidato Habibie sewaktu disumpah jadi presiden. Dari dua rekaman ini ia bandingkan dan dianalisis dengan menggunakan komputer Audio Spectrum Analizer. Dari analisa itu ternyata hasil analisa frekwensi, amplitudo dan bit-nya, kedua rekaman itu identik. Selain itu, Roy mengaku juga sempat menguji banding suara Habibie ini dengan suara Butet. Hasilnya, frekwensi suara Butet memang hampir sama tapi amplitudonya beda. "Sebenarnya setiap orang punya ciri khas ketiga variabel ini yang jika divisualisasikan membentuk kurva-kurva oscilasi yang khas. Mungkin, ada yang bisa meniru suara orang dengan frekwensi, amplitudo yang sama, tapi bitnya pasti beda. Atau sebaliknya," katanya. Ia juga mengaku akan meningkatkan penelitiannya dengan meneliti dimensi jarak dan ruang. Dengan metode baru ini ia akan melacak dimana alat penyadap itu diletakkan. Karena dalam penyelidikan sebelumnya, Roy telah menemukan suara dering telpon di tengah-tengah perbincangan Habibie-Ghalib. Dan kemudian ada orang yang menjawab halo...halo sebanyak 4 kali. "Nah, ini bisa menjadi idikasi ada orang ketiga yang bisa menjadi saksi kunci," tutur Roy.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Mar 1999 jam 15:37:07 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
