---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk KAUM GAY DAN LESBIAN INDONESIA DUKUNG PRD SURABAYA (SiaR, 19/3/99), Kaum gay dan lesbian se-Indonesia kemungkinan besar akan menyalurkan aspirasinya melalui Partai Rakyat Demokratik (PRD) dalam Pemilu Juni 1999 mendatang. Demikian pengakuan aktivis gay yang juga dosen FISIP Unair Dr Dede Oetomo kepada sejumlah wartawan di Surabaya, Kamis (18/3) kemarin. Menurut Dede Oetomo yang pakar sosiologi linguistik itu, dirinya telah menghubungi rekan-rekannya sesama gay dan lesbian di berbagai kota di Indonesia tentang kemungkinan dukungan mereka pada partai yang pernah dituduh melakukan kegiatan subversif di jaman Soeharto itu. Tanggapan kaum gay dan lesbian, lanjut Dede, pada umumnya positif dan mengaku ingin melangkah lebih jauh menjadi anggota partai kalau dirasakan perlu. "Teman-teman itu mengaku ingin berkampanye untuk PRD pada Pemilu Juni nanti, makanya ada yang menanyakan kemungkinan memperoleh kartu tanda anggota partai itu," tutur Dede. Meskipun belum ada data yang valid, tapi Dede memperkirakan jumlah kaum gay dan lesbian di Indonesia bisa mencapai angka dua jutaan. Angka ini diperoleh Dede berdasarkan prosentase 1 persen dari antara populasi penduduk suatu negara seperti yang diakui di AS, atau negara-negara Barat lainnya. "Jadi jika jumlah penduduk Indonesia ada 200 juta, maka diperkirakan 1 persen dari jumlah itu punya kecenderungan gay, lesbi, dan sejenisnya," ucapnya. Dede sendiri mengaku telah ditawari para aktivis PRD untuk menjadi pengurus partai, yakni menjabat sebagai Kepala Divisi Pendidikan dan Propaganda PRD. "Wah itu jabatan prestius, kan saya dosen sosiologi linguistik. Jadi klop lah," ucapnya meski tak menjawab langsung apakah dirinya menerima atau menolak tawaran itu. Secara historis, Dede Oetomo memang memiliki kedekatan psikologis dengan partai berlambang bintang merah dan gerigi itu. Ketika pemerintah Orde Soeharto menangkapi para aktivis PRD pasca Peristiwa 27 Juli 1996, dan sebagian aktivis pro-demokrasi "tiarap", bahkan terkesan menghindar untuk melakukan "pembelaan" terhadap para aktivis tersebut, Dede Oetomo satu dari antara sedikit intelektual yang berdiri di belakang para aktivis itu. Dede bukan hanya mengeluarkan statement-statement di media-massa yang membela PRD, bahkan menjadi saksi meringankan dalam persidangan para aktivis PRD itu. Dede juga yang segera mengeluarkan statemen dengan mengkritik Departemen Kehakiman (Depkeh), ketika PRD sempat terganjal untuk diakui sebagai salah satu parpol yang berhak mengikuti Pemilu Juni 1999, karena dipersoalkan di Depkeh sehubungan dengan beberapa istilah yang dipergunakan dalam AD/ART-nya. "Apa para pejabat Depkeh itu masih merasa hidup di jaman Soeharto?" ujar Dede mengomentari ulah para pejabat Depkeh yang berupaya mengganjal kembali PRD sebagai sebuah parpol. Sementara itu, tokoh waria Myrna yang dihubungi SiaR, menyatakan dirinya belum sampai kepada taraf seperti apa yang dilakukan Dede Oetomo. "Wah saya baru tahu dari mas wartawan, kalau mas Dede mendukung PRD karena program partainya concern terhadap kaum gay dan lesbian," ucapnya menjawab SiaR. "Tapi kalau benar program partainya demikian, menarik juga ya mas. Nggak munafik kayak partai-partai lain. Kalau yang pernah saya baca di koran, PRD itu partainya mahasiswa ya. Wah lebih menarik lagi nih," kata Myrna lagi penuh arti. Menurut Myrna dari pembicaraan diantara waria-waria selama ini, sebagian teman-temannya itu mengaku tertarik dengan PDI Perjuangan, karena partai tersebut dikenal atau identik dengan partainya kaum pinggiran. Ia mengaku, banyak diantara komunitas waria memiliki kedekatan dengan kaum pinggiran apakah pengamen, pedagang kaki-lima, pedagang warteg, sopir angkutan dan sebagainya. Jika kaum gay, lesbi, dan waria menyalurkan suaranya untuk PRD, maka partai ini memiliki massa pendukung potensial, selain dukungan dari massa tradisional PRD seperti kaum muda mahasiswa, non-mahasiswa, buruh, dan sebagainya. Dalam polling Suara Pemilu On-Line minggu kelima yang dilakukan "Tempo Interaktif" pekan ini, PRD menyodok ke posisi 10 besar partai pilihan pembacanya, dari antara 48 partai peserta Pemilu Juni 1999 mendatang.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Mar 1999 jam 15:46:15 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
