---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Senin yang lalu Carl Clarkstone menelpon Allan. memberi tahu bahwa Todd , menantu laki lakinya yang bekerja sebagai assitant manager di Palace Theater, bioskop tempat saya menonton film setiap minggu, mati bunuh diri. Todd adalah laki laki yang sangat dandy dan perlente, Selain terkenal periang, dia juga menyukai art dan drama. Jadi tidak ada yang menyangka bahwa Todd yang kelihatan tidak punya persoalan, orang tua dia kaya raya, mertuanya juga berharta, mau menembak kepala nya sendiri dalam kamar mandi, sambil meninggalkan secarik note buat istri " Aku sudah muak dengan hidup, dan aku tidak ingin bernapas lagi ". Berita ini sangat menyesakkan pikiran. Berkali kali saya bertanya dalam hati apa benar manusia macam todd, yang masih berusia 24 tahun, baru saja menikah, mertuanya dokter, rumah orang tuanya sebesar castle di Kansas, mau meninggalkan hidup yang begini indah? Tentu saja tidak ada yang lebih mengenal Todd selain Todd, jadi karena saya tidak bisa bertanya pada dia, dan tidak mungkin bertanya pada mertua atau istrinya yang sedang berkabung, saya memutuskan bahwa Todd adalah manusia yang kurang apresiasi, buta jiwa seni, tidak sanggup melihat kelebihan kelebihannya sendiri. Sehingga ketika Todd melihat hidup tidak lagi berharga, dia memutuskan mati. Atau barangkali Todd mempunyai problem.Jelas bukan problem rumit tentang masa depan atau kesusahan duit seperti yang menimpa kita kebanyakan. Barangkali Todd frustasi, barangkali dia mempunyai goal dan target yang harus dicapai, atau karir yang mengobsesi. Ketika dia merasa gagal meraih semua itu, dia merasa hidupnya tidak lagi bermakna,pada orang orang ambisius seperti Todd, kegagalan adalah penghinaan luar biasa, Bagi orang orang yang selalu mempunyai target, dan percaya berlebihan terhadap diri sendiri, kegagalan adalah maha aib yang akan melekat permanen di wajah, ,semua tampang manusia yang dijumpai akan terdapat senyum penuh ejek, di telinga mereka terdengar olok olokan yang menggoblok gobloki diri mereka, bahkan isi cosmos ini serasa mentertawai ketololannya. Barangkali Todd adalah cermin manusia yang combative memperjuangkan hidup. seperti kita, dia punya sebuah rencana , sebuah ambisi, sebuah cita cita untuk sukses dalam ukuran sendiri sendiri. Dan dalam hidup yang begini rumit, kebanyakan dari manusia mengartikan sukses dengan cara yang sangat sederhana yaitu karir dan harta. Dalam peradaban penuh kompetisi ini, kita pada dasarnya adalah mahluk nomadis yang tidak pernah betah berlama lama di lahan yg kelihatan kerdil dan dekil, selalu saja ada terselip semangat untuk berpindah ke padang yang lebih subur dan kelihatan makmur. Rombongan demi rombongan berangkat berjuang menempuh segala halangan, kesulitan dan tantangan. Kita meneropong savanah dari satu ketinggian, samar samar di batas horison nampak sebuah padang hijau yang penuh oase tempat mata air dingin memancar membasuh permukaan bumi yang menyegarkan. Sekuat tenaga kita terus melanjutkan caravan. Tidak bisa berkuda, kita akan berlari, tidak sanggup berlari kita berjalan,bila kaki lumpuh kitapun merangkak. Jelas, ketika sampai pada taman Eden itu, kita merasa puas dan bangga. Seperti Adam, kita merasa yang punya dunia.Walaupun untuk perjuangan ini , sudah tidak terhitung berapa banyak manusia yang mampus atau sakit jiwa. Kita adalah pemenang , sampai suatu ketika. Setelah berfoya foya dalam pesta, kejenuhanpun hadir. Setiap kali waktu berlalu, kenikmatan akan ikut berlalu. Dan tanpa sadar, kita telah berdiri pada satu bukit dan menyongsong batas langit kembali .Samar samar diujung sana nampak sebuah taman besar dan rimbun di batas horison. Bukan saja danau yang nampak keperakan berkelap kelip mengundang mata,tapi buah buahan disana kelihatan lebih ranum dan lezat. Tiba tiba saja oase tempat berpijak ini jadi nampak seperti oase kerontang ditengah kemarau panjang. Tidak perlu menunggu waktu, kitapun lalu membuat rencana dan target target baru.Sebentar kemudian kafilah itu kembali menggelandang.. Semenjak kembali dari vakansi ke Florida, bad luck menyertai kami secara bertubi tubi. Mobil istri saya rusak sensor fuel injectornya, mobil saya rusak kedua front axel dan throtle cable.Selain itu Istri saya mesti operasi pergelangan kaki dan mencabut dan menggantikan satu gigi geraham. Tidak kalah sialnya, nomor Visa Card saya dicuri orang, bill illegal itu memeningkan kepala setelah ribuan dollar yang punah mengeringkan tabungan. Barangkali saya bukanlah seorang Todd yang lahir dari keluarga berduit.Dan barangkali saya tidak pernah akan sekaya dia atau mertuanya. Todd bekerja cuma untuk me ngisi hidup, saya bekerja untuk hidup. Tapi jelas, Todd dan saya, juga dengan sebagian besar dari anda adalah sama sama berjiwa nomadis. Tapi bedanya, jika anda terus menerus mencari lahan baru, saya sudah tahu dimana untuk berhenti.Ketika saya melihat titik dimana saya merasa betah dan nikmat, saya sudah malas untuk berdiri pada satu ketinggian. Manusia yang berharap adalah manusia yang harus siap kecewa, karena ambisi dan frustasi adalah kembaran yang tidak mudah dibedakan. Tubuh Todd telah mulai membusuk hari ini,menggeletak dalam peti di pemakaman umum dekat Grand avenue, tempat musim gugur kemarin saya menikmati warna daun daun yang berganti.Hujan baru saja reda , bumi tempat Todd terbaring sendirian dalam kegelapan melembab dan dingin, Hidup ini begitu indah untuk di jejali dengan segala macam stress dan trauma memperjuangkan ambisi. Besok, saya pasti akan melintas pemakaman umum tempat Todd bersemajam. Saya tidak tahu apakah roh Todd akan murka bila saya menurunkan jendela mobil dan bergunggam kearah kuburannya yang nampak dari jalan raya. "Todd hidup ini begitu indah, bila tidak kuat melangkah untuk menjadi seorang nomad padang dan gurun yang perkasa.Kenapa tidak berhenti dan menjadi nomad penjelajah manusia, dan menikmati keindahan kecil kecil yang selama ini tidak diamati banyak orang" Dan berhenti mengejar Horison... Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Mar 1999 jam 05:24:41 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
