----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

DARI UJUNG PANDANG KE AMBON PAHITE
------------------------------------------------------
Sampai hari ini kita masih bertanya-tanya ada apa dengan Ambon ? Mengapa
kerusuhan disana berlarut-larut tak bisa diselesaikan.
Sesungguhnya Ketapang, Kupang, Ambon dan akan disusul oleh Irian Jaya
merupakan satu kesatuan dari sebuah skenario yang menunggangi separatisme.
Timor Timur, Maluku dan Irian Jaya yang menuntut merdeka dimotori oleh
Carascalao, Dicky Watimena dan Barnabas Suebu, orang-orang yang kenyang
menikmati kekuasaan di masa Orde Baru. Ketika tidak berkuasa lagi, menjual
tanah airnya kepada pihak asing, agar Yahudi-yahudi kaya tidak segan-segan
mengucurkan dana besar-besaran kepada mereka. Sebagian dana yang mereka
dapatkan dipakai untuk membiayai gerakan, sebagian lagi diselewengkan untuk
membangun  real estate, hotel, rumah sakit dan perkebunan. Tumbalnya orang
Bugis Makassar yang kaum elitenya lagi berkuasa, dengan asumsi kesibukan
mempertahankan kekuasaan, orang Bugis Makassar akan bermasa bodoh. Lihatlah
ketika seluruh Indonesia ribut mengutuk peristiwa Ambon, Ujung Pandang
tetap tenang. Ketika Bau-bau sibuk membuat posko kemanusiaan di pelabuhan
untuk menyambut pengungsi, pelabuhan Ujung Pandang juga biasa-biasa saja.

Para elite politik di Ujung Pandang serta organisasi-organisasi Islam
sesungguhnya sangat mendidih melihat diusirnya orang Bugis Makassar di
perantauan. Tetapi elite politik ini sudah mendapat instruksi untuk diam
bak orang sakit gigi. Padahal mereka tahu dengan persis skenario
pembumihangusan orang Bugis Makassar dan agama Islam selain diatur di
Jakarta, Kupang, Jayapura, Biak. Ambon, Manado, juga dikendalikan dari
Ujung Pandang dengan markas-markasnya antara lain sebuah rumah tinggal di
Kompleks Angkatan Udara, Asrama Jalan Belibis, sebuah gereja di Selatan
Ujung Pandang serta sebuah kantor konsultan di Ratulangi Selatan belakang
Stadion Matoangin.

Selain mengatur skenario pengusiran orang Bugis Makassar dari Maluku,
pengendali di atas juga bertugas mengatur seluruh bantuan pangan dan
obat-obatan untuk Maluku, dimana jalur distribusi untuk korban dari
kalangan Bugis Makssar dan Muslim dipotong.
Karena itu jangan heran  mengapa tempat-tempat penampungan  pengungsi
Muslim sampai kekurangan pangan dan obat-obatan, sedangkan tempat
penampungan Kristen tidak. Seorang wartawan asal Maluku  dari sebuah harian
terkemuka di Ujung Pandang dengan marah berteriak menyesalkan
pertemuan-pertemuan tokoh Maluku yang dilangsungkan di  markas-markas
provokator tersebut. Mereka tidak tahu kalau sesungguhnya mereka telah
terjebak dalam skenario penghancuran kaum Muslim, katanya menyesalkan
keterlibatan tokoh Islam dari Ambon  dalam kelompok tersebut. Menurut
wartawan tadi skenario ini sudah direncanakan sejak jauh hari dimana para
provokator menjadikan diri mereka sebagai sponsor acara makan bersama di
Tanjung Merdeka antara Ambon Muslim dan Ambon Kristen. Provokator ini tahu
persis Ambon Muslim yang rata-rata tidak berduit tentu senang mendapat
undangan untuk berpesta pora.

Sejak  tiga tahun yang lalu provokator Ambon telah mendapat latihan di
Amerika langsung oleh agen-agen Israel. Jangan berpikir bahwa isue yang
dikedepankan adalah sentimen agama, sebab para provokator  juga merekrut
kaum Muslim. Bukti yang jelas adalah adanya provokator warga Belanda yang
ditangkap di Ambon terdiri dari tiga Kristen dan tiga Muslim. Isue yang
dikembangkan adalah kekerasan pemerintah Indonesia dan ABRI kepada
masyarakat Maluku. Karena itu kenapa Hendropriyono berkeras tidak akan
mencabut pernyataannya mengenai keterlibatan pihak asing dalam hal ini RMS.

Beberapa partai politik dengan basis massa juga telah disusupi oleh para
provokator Ambon. Bahkan provokator Ambon tidak segan-segan mengeluarkan
dana yang besar untuk membiayai kegiatan dengan basis umat Islam, agar
dengan mudah mudah mereka bisa menggiring pemikiran-pemikiran
pemimpin-pemimpin umat Muslim.

RMS sendiri siap untuk mengambil alih pemerintahan di Maluku bila terjadi
kekacauan di Indonesia. Rencananya 21 April sebagai hari Ulang Tahun RMS
akan diselenggarakan secara besar-besaran dengan mengibarkan bendera RMS
dan bendera Amerika serta Israel yang mensponsori gerakan mereka.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Mar 1999 jam 04:30:38 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke