----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

From: toraja

BJ. Habibi tetap antek mantan Pres. Suharto
Menanggapi plintat-plintutnya Bj. Habibi akhir-akhir ini,- kita rakyat
Indonesia tetap berkesimpulan bahwa BJ. Habibi tetap merupakan antek
mantan pres. Suharto. *Waspada lah!!!
(jelas & terbukti dari "tilpon rahasianya" dlm. kong-kalingkong dengan
Jaksa Agung GALIB)

Juga "Probo Sutejo" (adiknya Suharto tsb.) berusaha mengelabuhi rakyat
dg. mendirikan PNI. Front Marhaenis.
Inilah gerombolan penipu ala Abunawas gaya barunya mantan pres. Suharto.
*Harap rakyat waspada!!! Sekali lagi,.....waspada!!!
Hancurkan kusak-kusuknya "gerombolan Abunawas" tsb. * Jangan kasih ruang
gerak!!!
*Grebeg terus, dan musnakan dari "tumpah bumi pertiwi" "sipenghisap
darah rakyat" ini.
Mereka ingin kaya sendiri,.....sedangkan rakyat menderita & merintih!!!!
*Segala macam cara atau lewat cara apapun,- mantan pres. Suharto ini
selalu ingin  "come back" ke tachta impiannya sebagai presiden, lewat
cecunguknya yg. bernama BJ. Habibi, Probo dll...

*Awasilah gerak-gerik Probosutejo dengan PNI "ASU"-nya (yaitu, PNI Antek
Suharto)
dg. cara  menyamar pro Sukarnoist.
Padahal Suharto + Probosutejo inilah yg. mula-mula justru
mendiskreditkan dan menghan curkan PNI front Marhaenist , party-party
pendukung Sukarno, PKI,- partindo, Perti dan ormas-ormas progressif
lainnya di th.1965 Dan selanjutnya membunuh Sukarno secara keji dan
biadab, secara bertahap..
Semua rakyat yg. hidup ditahun 1965 menyadari akan ini semua.

*Demikianlah politik busuk Suharto,.........yg. kemudian "ditingkat
akhir" memberangus dan membekukan pula Party Murba, party NU, PSII,
Parkindo, Party Katolik dll.nya
Dan dalam babak terakhir itu pula,-meleburnya jadi 3party, yaitu Golkar,
PDI dan PPP.
Secara hakiki 3party ini tak lain dan tak bukan,- pimpinan -pimpinan
Top-nya ialah "orang-orangnya Suharto". Mereka-mereka ini digajih,
diberi mobil dan rumah gedung. Rakyat ditipu.
*Yang tak disenangi Suharto tak boleh menduduki pimpinan Top,- baik di
Golkar, PDI dan PPP.
Demikian pulalah mereka-mereka yg. duduk dalam parlemen,- discreening
oleh Suharto.
Jadi jelaslah disaat "orde baru" tsb., anggota-anggota parlemen dari
Fraksi Golkar, PDI dan PPP adalah orang-orangnya Suharto atau
orang-orang "Yes-men".

*Begitulah,-cara-cara Suharto mengelabuhi rakyat Indonesia,- demi
terlaksananya kerakusan nya dikalangan anak-isterinya dan kerabatnya
terdekat serta para klik-kliknya.
Sedangkan sebagian besar rakyat hidup menderita,- merintih kelaparan.
Sekarang ini Mantan pres. Suharto dg. begundalnya harus bertanggung
jawab akan peristiwa pembunuhan tragis ini semua, begitu juga atas
penderitaan rakyat ini semua.
BJ. Habibi yg. jelas-jelas plintat-plintut haruslah kita tendang.
Tingkah laku BJ. Habibi cukup tak bisa dipercaya lagi- walau ia
ber-kotek-kotek dg. gaya kupu-kupu atau dg. melody apapun jua..
Politiknya BJ. Habibi ialah politiknya "blantik lembu" atau juga semacam
"Struisvogel politik" (yaitu politik "burung Onta") atau walau "secara
sembunyi-sembunyi",- semua orang tetap bisa melihat dengan jelas watak
dan tingkah BJ. Habibi yg. tidak jujur itu. *Inilah cara-cara BJ. Habibi
yg. tak tahu malu!!! Kita malu punya presiden model BJ. Habibi tsb.
*Mereka-mereka inilah golongan orang yg. hypocriet besar dan munafik!
Memperkaya diri!
Jangan percaya dengan PNI Front Marhaenis yg. dipimpin Probosutejo ,-
karena ini adalah "PNI Gadungan". Bahaya besar !!! Inilah komplotan BJ.
Habibi yg. ambisi jadi presiden,- yg. selalu ingin menggelar
kerakusannya diatas penderitaan rakyat yg. merintih kelaparan.

Medan Laga, 22.03.99 / Dari: "Kubu gabungan Reformasi"

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Mar 1999 jam 10:33:30 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke