----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

PESAN SOLIDARITAS DARI PST UNTUK PRD

"Kemenangan PRD adalah kemenangan Rakyat Maubere!
Penderitaan Rakyat Maubere adalah juga penderitaan PRD!"

Salam Perjuangan

Pertama-tama perkenangkanlah kami menghaturkan terima kasih yang tulus
kepada kawan-kawan PRD atas undangan kepada PST untuk turut serta dalam
perhelatan yang amat istimewa ini.

Hari ini, seperti telah kami katakan, adalah hari yang amat istimewa.
Amat istimewa karena kita semua hadir dalam perhelatan ini guna
menyaksikan pengangkatan kawan-kawan PRD untuk suatu misi yang sangat
mulia, misi yang merupakan harapan, yang berpuluh-puluh tahun terpendam
di sanubari setiap kaum tertindas Indonesia. Harapan yang terpendam itu
tidak pernah mati, sekalipun ditindas begitu kejam, begitu biadab oleh
sebuah orde represif dalam pergaulan dan perjalanan sejarah umat manusia
yang "notabene"  menamakan dirinya ORDE BARU!

Beberapa tahun yang baru ketika Rezim Soeharto masih kuat, masih begitu
kejam, yang menindas di sana-sini, harapan dan perjuangan akan
pengembalian kedaulatan Rakyat kepada Rakyat tertindas Indonesia, pada
saat itu banyak yang bimbang, banyak orang lagi bertindak konfromistis,
di suatu tempat yang amat sederhana, di Depok I (Jawa Barat dan Yogya)
lahir dan berkembang, suatu generasi yang penuh keyakinan dan komitmen
untuk memperjuangkan sebuah Indonesia Baru dengan suatu tatanan baru
dimana tidak boleh lagi terdapat penindasan dan eksploitasi atas kaum
hina - dina - lemah. Ketika itu adalah sebuah idealisme, kata
orang-orang mapan!

Tapi, bagi generasi yang baru tumbuh itu dan yang bergantung dalam PRD,
hal itu adalah suatu cita-cita yang harus diperjuangkan dengan apapun
harga yang harus dibayar, betapapun tingginya pengorbanan yang harus
dipersembahkan ke altar pembinasaan. Itulah komitmen demi suatu
cita-cita yang amat asasi!

Dan sang sejarah telah membuktikan bahwa PRD konsisten dalam cita-cita
dan perjuangannya! Ketika pada tahun 1996, Tanggal 27 Juli, PRD
difitnah, dikejar oleh Rezim Orde Baru sekalipun pada waktu itu situasi
dan kondisi sangat membahayakan, PRD tetap hidup! Tidak pernah mati
dalam arti politik untuk tetap melanjutkan perjuangan demi cita-cita
yang amat asasi itu. Sesungguhnya harus bergerak dari satu tempat
persembuyian ke tempat persembuyian lain, berpindah-pindah, hidup tanpa
perhatian keluarga, jauh dari keluarga, spirit dan semangat perjuangan
para kaum muda itu tetap bergelora, termekar dimana-mana! Ketika kawan
Budiman Sudjatmiko dan teman-temannya dikejar, ditangkap, difitnah,
diadili dan dijebloskan  ke penjara pada saat itu pulalah Orde Baru
bukan membinasakan PRD, melainkan telah ikut membesarkan  perjuangan dan
cita-cita PRD. Orde Baru telah ikut menguji  konsistensi dan komitmen
PRD. PRD telah membuktikan bahwa demi suatu cita-cita yang amat asasi
kita semua harus rela berkorban. Pada saat itulah yang tadinya dikatakan
idealisme anak muda telah  menjelma menjadi  realitas, proses dialektika
yang bergerak  yang menakuti kaum mapan!

Perjuangan PRD yang ketika itu dititik beratkan pada pencabutan 5 Paket
UU politik sebagai  landasan real untuk bergeraknya reformasi, komitmen
PRD yang diletakkan atas jiwa dan motto : "SATU PERLAWANAN, SATU
PERUBAHAN" tidak menjadi  lenyap dengan pengejaran  dan penangkapan
aktivis-aktivis PRD. Tuntutan itu merupakan  keharusan jaman - dan
inilah hasil dari suatu proses dialektis - merembes ke mana-mana, masuk
dan menjiwai perasaan  yang paling mendalam  semua kaum tertindas  dan
oleh karena itu mendorong  bangkitnya suatu kekuatan rakyat, suatu
harapan rakyat, yang terkristal pada tuntutan yang kemudian disuarakan,
diperjuangkan oleh segenap komponen gerakan mahasiswa di seluruh
Nusantara.

Hasilnya! Rezim Orde Baru terombang-ambing! Soeharto yang diktator
"lengser keprabon"! ini adalah suatu kemenangan spektakuler! Kemenangan
seluruh rakyat tertindas! Satu kemenangan yang membuka pintu,  jalan
menuju kemenangan-kemenangan berikutnya demi terwujudnya suatu Indonesia
Baru, dimana kaum tertindas tidak lagi tertindas!

Kami katakan suatu kemenangan yang membuka pintu jalan menuju kemenangan
berikutnya. Sebab kami yakin bahwa  perbenturan politik baru akan
dimulai! Kini PRD telah menjadi SATU dari sekian Partai yang resmi, yang
berhak ikut Pemilu!

Hak yang telah diperoleh PRD itu sudah barang tentu  menjelma menjadi
kewajiban politik PRD  demi cita-cita perjuangan di masa lalu.

Kewajiban yang mengharuskan PRD  tetap harus konsisten  dengan cita-cita
pembebasan  kaum tertindas yang karena eksistensinya  mendorong lahirnya
PRD di masa lalu. Ini adalah satu kemenangan, dan ini adalah satu
tantangan baru! Atas lolosnya PRD  dan berkedudukan sebagai pemegang hak
untuk ikut Pemilu! PST sebagai kawan seperjuangan PRD, sebagai kawan
perjuangan dan kawan tertindas, mengucapkan  "CONGRATULATION" kepada
semua aktivis militan  PRD dimana saja berada.

Pesan kami : "Demi suatu solidaritas yang tak akan pernah mati, pupuklah
selalu harapanmu, perbaikilah semangat perjuangan, dengarlah dan
belajarlah selalu dari pengalaman kaum tertindas! Ujilah selalu  dari
menit ke menit  komitmen-komitmenmu! Jauhilah selalu godaan-godaan  dari
harta dan tahta! Ingatlah selalu bahwa perjuanganmu adalah perjuangan
seluruh kaum tertindas!"

Pada kesempatan ini pula sebelum kami  mengakhiri pesan solidaritas ini,
ijinkanlah kami  menegaskan bahwa perjuangan PRD dan perjuangan rakyat
Maubere demi pembebasan  RDTL (Republica Democratica de Timor Leste)
adalah satu perjuangan yang tak dapat  dipisah-pisahkan satu sama
lainnya.

Kemenangan PRD adalah - kemenangan rakyat Maubere! Penderitaan rakyat
Maubere adalah juga penderitaan PRD.

Terima kasih dan sekiranya segala pernyataan kami yang kurang
menyenangkan, harap  dimaafkan.

Salam Perjuangan
VIVA PRD! VIVA PST! VIVA RDTL!

An. Semua Anggota PST
Komite Sentral PST

NELSON TOMAS CORREIA
Komisaris Politik dan Juru Bicara PST

Partai Sosialis Timor ( PST )
Sekretriado Permanente - CC. PST

Pernyataan Politik

Kepada YTH.
Bapak Ketua Komnas HAM
Para semua anggota yang kami hormati

Proses penyelesaian masalah Timor Leste sesungguhnya merupakan concern
semua pihak. Oleh karena itu tidak dapat ditutup-tutupi atau dibelokan
sesuai dengan selera politik pemerintah-pemerintah yang pada retorikanya
menjunjung tinggi kedaulatan Hukum, tapi dalam prakteknya
memporak-porandakan keuniversalan prinsip-prinsip Hukum Internasioanl.
Salah satu dari sekian banyak pemerintahan yang berwatak reaksioner yang
sering menginjak-injak Hukum Internasional dan HAM adalah Pemerintahan
Indonesia dan ABRI-nya selaku pemain terbaik !

Masalah Timor Leste pada hakekatnya adalah salah satu persoalan
Internasional ! Satu persoalan HAM par Excellence. Pekosaan, baik secara
tertutup datau terbuka terhadap HAM dengan dalil-retorika apapun tak
dapat diterima, dan sepanjang perjalanan Umat Manusia selalu melahirkan
satu kata saja yaitu LAWAN !

Karena ada perlawanan, baik secara politik maupun militer, sudah pasti
korban akan berjatuhan; ketidak-adilan akan menjadi satu-satunya
pegangan setiap pemerintahan otoriter untuk bertahan hidup. Disinilah
letak pembenaran praktek-praktek regim Orde baru dan, nampaknya, akan
dicoba kembali oleh Orde Reformasi !

Betapapun kerasnya setiap regim yang hanya mengandalkan manipulasi dan
tangan besi untuk tetap hidup, suatu saat nanti pasti runtuh ! Dalam hal
ini Orde Baru telah menerima bagian yang telah ditanaminya!

Jatuhnya regim Soeharto menandaskan datangnya era baru bagi semua orang
yang tertindas. Teristimewa untuk Rakyat Maubere ! Ini adalah suatu
kemenangan besar pada semua orang yang berjuang demi HAM, Demokrasi dan
Keadilan !

Sejak Habibie bekuasa masalah Timor Leste perlahan-lahan, tapi pasti,
mulai muncul dan menjadi perhatian semua sektor-komponen masyarakat
Indonesia.

Tampilnya KOMNAS HAM sebagai Institusi pembela HAM dalam soal penanganan
konflik Timor Leste, bukan saja seharusnya harus demikian, melainkan
juga menandaskan bahwa KOMNAS HAM harus semakin lebih berani untuk
bersuara mengenai soal HAM dan demokrasi, keadilan dan perdamaian tanpa
harus terjerat arus manipulasi sisa-sisa Orde Baru !

Ketika kami mendengar bahwa Komnas HAM telah bertemu Xanana Gusmco,
"beberapa tokoh" Timor Leste, sekalipun satu saja dari anggota PST tidak
pernah didengar, dan mengambil prakarsa membentuk satu komisi dan
perdamaian sebagai lembaga untuk membantu menciptakan iklim damai di
Timor Leste, kami bukan saja gembira tapi juga berpikir bahwa kinilah
saatnya INTEGRITAS KOMNAS HAM harus kembali diuji.

Kami, sekali lagi, walaupun tidak pernah didengar oleh KOMNAS HAM dalam
urusan yang menyangkut hidup, penderitaan dan masa depan kami, secara
lapang dada dan besar hati mengatakan menyambut baik dan mendukung
setiap prakarsa KOMNAS HAM. Dan marilah kita serahkan kepada sang
sejarah untuk membuktikan kejujuran KOMNAS HAM ! Kemandiriannya !

Kami katakan bahwa integritas KOMNAS HAM harus diuji, hal itu
dikarenakan kami berharap KOMNAS HAM dalam melaksanakan tugasnya di
Timor Leste harus mau mendengar semua pihak tanpa pretensi apapun dan
harus selalu menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran. Tanpa sikap ini
KOMNAS HAM sebaiknya menjadi alat ABRI saja, menjadi alat ABRI untuk
tujuan tertentu. Kami harap tidak !

Guna mendukung dan menguji KOMNAS HAM, Partai kami merekomendasikan
kepada KOMNAS HAM agar perlu mengupayakan pembebasan  :

1. Xanana Gusmco;

2. Shalar Kossi beserta teman-temannya yang sudah lebih dari 18 bulan
berada di kedutaan Austria dan nampaknya kedutaan Austria telah
menjadikan mereka INCOMUNICADO sebagai satu bentuk tekanan untuk secara
bebas meninggalkan kedutaan. Karena Austria tidak berani berurusan
dengan ABRI ! Ini adalah satu bentuk pelanggaran HAM. Bagaimana KOMNAS
HAM menilainya?;

3. Semua tahanan politik Timor Leste (baca lampiran terlampir !).

Partai kami berpandangan KOMNAS HAM perlu memperhatikan rekomendasi itu,
sebab pada hakekatnya :

1. Perdamaian tak boleh kita bicarakan, kita obralkan demi kepentingan
murahan saja, sementara orang-orang yang terlibat dalam konflik Timor
Leste, yang ingin kita damaikan, masih menderita, masih dikejar-kejar
dan, ironisnya, masih meringkuk dibalik terali besi, hanya karena
memperjuangkan kebenaran, hanya karena memperjuangkan HAM yang merupakan
bagiannya baik sebagai individu maupun komunitas satu Bangsa-Negara yang
bernama MAUBERE !

2. Perdamaian hanya akan kita mampu wujud-nyatakan bilamana, atas nama
Keadilan. Segala produk Hukum Orde Baru harus kita ANULIR, sebab segala
produk hukum Orde Baru, yang penuh corak kerekayasaan, sarat praktek
konspirasi, dalam hemat kami adalah penyebab bencana konflik di Timor
Leste !

3. Perdamaian yang ingin kita semua coba wujudkan di Timor Leste sebagai
kondisi untuk melangkah ke penyelesaian konflik Timor Leste haruslah
perlu, bukanlah dalam teori atau pernyataan pers saja, memperhatikan dan
melibatkan semua pihak sekalipun kecil-bodoh, betapapun secara pribadi
kita tidak senang dengan keberadaan-kehadiran mereka !

4. Perdamaian itu tidak boleh sekali-kali diletakan di luar konteks
keadilan dan kejujuran ! Sebab bila demikian ia akan mati sebelum makar
dan konflik akan lebih besar lagi !

5. Perdamaian itu harus mampu mengembalikan kepada setiap orang harga
diri, kehormatan dan ketenangan yang telah diambil daripadanya !

6. Perdamaian tidak boleh hanya berarti suatu kondisi fisik dimana tidak
ada pertempuran, tidak ada bentrokan kelompok, tapi harus pula merupakan
suatu keadaan spirit-mental-psikologis yang tenang-aman-damai yang harus
dirasakan-dinikmati oleh setiap insan Maubere baik yang kaya maupun
miskin, baik yang terkenal maupun yang tidak terkenal ! Hakekat
perdamaian adalah persaudaraan, dan persaudaraan berarti saling
mengakui-menghormati !

7. Dan perdamaian terlebih lagi tidak boleh menjadi target kondisi
obyektif yang telah direkayasa untuk membodohi Rakyat ! Tidak Boleh!
Perdamaian tidak boleh menjadi harga tukar untuk kemerdekaan !

Partai kami berkeyakinan bahwa para tahanan politik, para buronan
politik perlu segera mungkin dibebaskan karena :

1. Segala macam dasar Pemidanaan kini menjadi kurang relevan semenjak RI
sendiri telah secara senyata-nyatanya mengakui bahwa masalah Timor Leste
masih merupakan persoalan Hukum Internasional dan Politik !

2. Perubahan kebijakan politik RI dan ABRI yang seolah-olah mau
mereposisi diri sebagai pihak yang netral di Timor Leste dan melimpahkan
beban konflik kepada orang-orang Timor Leste yang pro-Integrasi.

Sehubungan dengan butir 2 di atas, Partai kami menegaskan bahwa posisi
ini dapat kita setujui, bahkan segala implikasi Hukum perbuatan masa
lalu yang seharusnya dipertanggung jawabkan kepada RI dapat kita
tiadakan, sebagai kompromi politik, asalkan RI bebaskan semua tahanan
politik !

3. Agar mereka, selaku pejuang yang telah berkorban, dapat ikut serta
membantu proses perdamaian di Timor Leste !

Kami berharap KOMNAS HAM dapat memperhatikan segala sesuatu yang telah
kami sampaikan. Terima kasih banyak.

Indonesia, 16 Maret 1999

Hormat Kami,

NELSON TOMAS CORREIA

Komisaris Politik PST dan Juru bicara CC-PST

LAMPIRAN

Daftar Nama-Nama Tahanan Politik Timor Leste yang Hingga Kini Masih
Mendekam di Berbagai LP. baik di Timor Leste
Maupun di Indonesia

NO. NAMA TEMPAT TAHANAN UMUR KETERANGAN
LP. BALIDE - DILI
01. Mariano D. Sarmento LP. Balide-Dili 24 Th. Anggota HAOH-PST
02. Fransisco Guterres LP. Balide-Dili 29 Th. Anggota HAOH-PST
03. Fransisco Amaral LP. Balide-Dili 31 Th. Anggota HAOH-PST
04. Joao Cunha LP. Balide-Dili 31 Th. Anggota HAOH-PST
05. Egido Cunha LP. Balide-Dili 37 Th. Anggota HAOH-PST
06. Manuel dos Santos LP. Balide-Dili 20 Th. Anggota HAOH-PST
07. Gaspar Martins LP. Balide-Dili 25 Th. Anggota HAOH-PST
08. Afonso Almeida LP. Balide-Dili 30 Th. Anggota HAOH-PST
09. Alberto Soares LP. Balide-Dili 28 Th. Anggota HAOH-PST
10. Baltazar Ximenes LP. Balide-Dili 16 Th. Anggota HAOH-PST
11. Pedro Freitas LP. Balide-Dili 30 Th. Anggota HAOH-PST
12. Carlos Freitas LP. Balide-Dili 20 Th. Anggota HAOH-PST
13. Agustinho dos Santos LP. Balide-Dili 15 Th. Anggota HAOH-PST
14. Jose Menezes LP. Balide-Dili 27 Th. Anggota HAOH-PST
Jumlah : 14 Orang

LP. BECORA-DILI
01. Henrique Belmiro LP. Becora-Dili 37 Th. Vonis 7 Th. Penjara
02. Remeo Conceicao LP. Becora-Dili 27 Th. Vonis 15 Th. Penjara
03. Lain-Lain belum terdata - - -
Jumlah : 18 Orang
LP. BAUCAU Jumlah : 13 Orang
LP. MALIANA Jumlah : 38 Orang
LP. ERMERA Jumlah : 17 Orang
LP. MANATUTO Jumlah :  9 Orang
LP.KALISOSOK-SURABAYA
01. Joao Bosco Ximenes LP. Kalisosok 22 Th. Vonis  9 Tahun
02. Marcus Ximenes LP. Kalisosok 25 Th. Vonis  9 Tahun
03. Domingus Sarmento LP. Kalisosok 32 Th. Vonis 12 Tahun
04. Fortunato Ximenes LP. Kalisosok 32 Th. Vonis 12 Tahun
05. Domingus de Jesus F. LP. Kalisosok 37 Th. Vonis 11 Tahun
06. Vergilio Martins LP. Kalisosok 29 Th. Vonis 11 Tahun
07. Ventura Belo LP. Kalisosok 18 Th. Vonis 12 Tahun
08. Marcus Ximenes Belo LP. Kalisosok 38 Th. Vonis 13 Tahun
09. Justino Freitas LP. Kalisosok 36 Th. Vonis 13 Tahun
10. Filomeno Freitas LP. Kalisosok 19 Th. Vonis 11 Tahun
11. Domingus Savio Freitas LP. Kalisosok 19 Th. Vonis 12 Tahun
12. Albino Freitas LP. Kalisosok 20 Th. Vonis 12 Tahun
13. Alexander Freitas LP. Kalisosok 21 Th. Vonis 12 Tahun
14. Joao Freitas LP. Kalisosok 20 Th. Vonis 12 Tahun
15. Mario Felipe LP. Kalisosok 20 Th. Vonis   9 Tahun
16. Amin Dagal LP. Kalisosok 20 Th. Vonis 13 Tahun
Jumlah : 16 Orang
LP. SEMARANG
01. Grigorio Saldanha LP. Semarang 35 Th. Vonis Seumur Hidup
Jumlah : 1 Orang

"Suksek milik bersama, gagal tanggung sendiri "! Apakah ini pantas bagi
seorang pejuang pembebasan dan kemerdekaan?   tetapi inilah dinamika
perjuangan ! Apakah ini bukan suatu kesembrautan struktural perjuangan ?
Sulit untuk dijawab ! Di Indonesia dan di Timor Leste, "insisden Demak"
berlalu "adem ayem". Sementara, di dunia luar, khususnya, Portugal dan
Solidaritas Internasional, baik perorangan maupun perkelompok semakin
menampakkan diri sebagai pembela bukan saja bagi mereka yang tertimpa
"aib Demak" (pemenjaraan, pemburuan dan tertahan dalam suatu
perlindungan politik tanpa batas di salah satu Perwakilan Negara Asing
di Jakarta) tetapi bagi keseluruhan organisasi, jelasnya, Partai
Sosialis Timor (PST) sebagai salah satu orpol yang tetap berpegang pada
prinsip politik Referendum dan Kemerdekaan bagi Timor Leste. Berita yang
menggembirakan ini, kami tempat di rubrik "Berita Internasional". Simak
apa yang sebenarnya terjadi di luar jangkauan dan perhatian kita  !

AVELINO DA SILVA BESERTA KELUARGA DAN DUA ORANG KAWANNYA DISANDERA  OLEH
REJIM TANGAN BESI TANPA BATAS

Orang-orang Timor Yang "ditahan" Hampir Setahun di Sebuah Kedubes di
Jakarta

Pada tanggal 19 September 1997, Avelino, Isteri dan kedua anak, dan dua
kawannya meminta suaka di Kedutaan Besar Austria di Jakarta. Sampai
sekarang, peristiwa serupa mengulang lembaran pertama suatu sejarah
puluhan peminta suaka politik yang menginvasi "perwakilan-perwakilan
diplomatik" yang ada di Indonesia, di mana mereka semua langsung
diberangkatkan keluar negeri, Portugal. Dalam kasus Avelino, tak ada
pesawat; sudah setahun lebih, para penguasa Indonesia masih menghalangi
keberangkatan mereka ke tujuan yang dikehendaki mereka dan menekan Wina
agar mereka diserahkan ke pihak Kepolisian Indonesia.

Desakan Jakarta yang menuduh Avelino sebagai tokoh yang berkaitan dengan
jaringan perakitan bom masih menjadi jawaban tegas dari perwakilan
Austria yang sampai sekarang masih bertahan akan tekanan untuk
menyerahkan mereka. Dan Penguasa Tangan Besi tanpa batas ini yang kini
masih memegang nasib para peminta suaka politik di Kedutaan Besar itu.

Di pertengahan September tahun lalu, sebelum Avelino beserta keluarga
meminta suaka politik

di Perwakilan Austria, pihak keamanan Indonesia melancarkan suatu
ofensif besar terhadap para pemuda Timor Leste, dalam hal ini, yang
tergabung dalam PST berkaitan dengan tekad mereka dalam suatu jaringan
perakitan bom dengan inspirasi akan kemerdekaan Timor Leste.

Apa yang memungkinkan bagi para polisi untuk melancarkan penahanan dan
pemburuan di mana Avelino adalah merupakan salah satu sasaran mereka
(red. Polisi) yang menjadi aktor utama peladakan insidental di sebuah
rumah hunian para mahasiswa di Demak, Jawa Tengah. Terhentak oleh
insiden itu, para intelijen telah menemukan di kontrakan mahasiswa di
Demak, sisa bahan kimia dan menahan 5 orang mahsiswa dan di Dili,
ditemukan 20 bom siap pakai dan amunisi dan menahan 2 orang yang
teridentifikasi terlibat dalam jaringan perakitan bom di bawah "BRIGADA
NEGRA". Andaikata, Avelino tidak meminta suaka politik maka ia telah
menjadi salah seorang yang terdaftar dalam daftar para tahanan.

Pada Bulan Oktober, ketika tekanan Indonesia diintensifkan agar Kedutaan
Besar Austria menyerahkan para peminta suaka kepada pihak kepolisian,
Xanana Gusmco angkat bicara. Dalam sebuah pesan yang disampaikan kepada
harian Australi "Sidney Morning Herald", Pemimpin Timor Leste ini
menyatakan diri untuk bertanggungjawab secara moral  terhadap
pembentukan jaringan perakitan bom dan menjamin bahwa organisasi ini
tidak bertujuan untuk menyerang sasaran sipil. Surat Xanana ini
dialamatkan untuk melindungi para pemuda anggota PST yang terlibat dalam
"Brigada Negra".

Semenjak itu, situasi di Kedutaan itu tidak mengalami perubahan. Yang
berubah adalah tingkat penampakan kasus itu : pada saat di mana semua
perhatian ditujukan pada pembebasan Pemimpin Perlawanan Xanana Gusmao,
nasib keluarga Avelino mau tak mau harus menjadi sasaran sekunder.
Perjuangan melawan kelupaan itu dikendalikan oleh Perwakilan Luar Negeri
PST sendiri - sebutan baru bagi AST, di Portugal yang mempertahankan
kontak dengan Pemimpin Austria dan tetap melancarkan kampanye
Internasional bagi pembebasan Avelino beserta keluarga dan dua kawannya.
(terjemahan bebas dari Publico).

TIMOR HIMBAUAN UNTUK AVELINO

Terdapat beberapa nama penguasa pemerintahan (Vera Jardim, Ana
Benavente), "autarcas" (ribuan), deputi (dari semua partai yang memiliki
perwakilan di parlamen), artis dan banyak warga anonim sekitar 5.000
orang yang menandatangani suatu himbauan yang diperuntukkan kepada
Avelino da Silva, Sekjen Partai Sosialis Timor yang sudah satu tahun
lebih berada di perlindungan Kedubes Austria di Jakarta.

Avelino berada di Kedubes itu pada tanggal 19 September 1997, ketika
itu, Avelino diburu oleh intelijen dan polisi Indonesia yang dituduh
sebagai dalang jaringan perakitan bom. Semenjak itu para penguasa
Indonesia secara sistematis menghalangi agar pemimpin beserta
keluarganya dan dua kawannya meninggalkan Jakarta dengan tujuan
Portugal, dan menekan Kedubes Austria untuk menyerahkan mereka kepada
Polisi Indonesia agar disidik. Berhadapan dengan sikap bertahan
Pemerintah Wina atas tekanan Jakarta yang tetap dilancarkan setelah
jatuhnya Rejim Soeharto, kebuntuan kasus tersebut masih tetap berlanjut.

Surat yang dibubuhi ribuan tanda tangan itu ditujukan kepada Sekjen PBB,
telah diserahkan ke Sekretariat PBB di Lisabon oleh sebuah delegasi yang
dipimpin oleh Azancot de Menezes, Perwakilan Partai Sosialis Timor di
perantauan (Terjemahan dari Publico).
Kampanye  "pembebasan bagi Avelino da Silva" : Himbauan kepada Sekjen
PBB

Perwakilan Resmi Partai Sosialis Timor (PST) di perantauan, Azancot de
Menezes, mengepalai sebuah delegasi yang telah berkumpul pada tanggal 7
Oktober lalu di Perwakilan PBB di Lisabon.

Delegasi tersebut terdiri dari para wakil Jaringan Solidaritas
Internasional, SOS - Asosiasi Pembelaan Orang-orang Angola,  Sindikat
Bank-bank Selatan dan Pulau-pulau dan Komunikasi Sosial, telah
menyerahkan sebuah dosier sekitar 5000 tanda tangan dari
entitas-entitas, individu-individu dan organisasi-organisasi yang
menandatangani sebuah himbauan kepada Sekjen PBB, Kofi Anan, untuk
menjamin perlindungan dan pemberangkatan ke Portugal Sekjen PST, Avelino
da Silva beserta keluarga dan kawan-kawannya yang berlindung di Kedubes
Austria di Jakarta sejak 19 September 1997.

Berikut ini adalah daftar entitas-entitas dan personalitas-personalitas
yang menandatangani surat himbauan yang diperuntukkan kepada Avelino da
Silva.

ANGGOTA-ANGGOTA PEMERINTAH  PORTUGIS

Dr. Vera Jardim - Ministro da Justiga
Dra. Ana Benavente - Secretaria de Estado da Educagco e Inovagco

DEPUTI-DEPUTI  PADA MAJELIS REPUBLIK

Arq. Helena Roseta - Partido Socialista (PS)
Dr. Palma Inacio - Partido Socialista (PS)
Dr. Manuel Moreira - Partido Social Democrata (PSD)
Dr. Arminio Santos - Partido Social Democrata (PSD)
Dra. Maria Odete Santos - Partido Comunista Portugujs (PCP)
Dr. Corregedor da Fonseca - Partido Comunista Portugujs (PCP)
Dr. Ismael Pimentel CDS - Partido Popular

WALIKOTA MADYA - 50 (lima puluh tanda tangan)

1.Dra. Edite Estrela - Cbmara Municipal de Sintra 2.Dr. Isaltino Morais
- Cbmara Municipal de Oeiras 3.Dr. Josi Luis Judas - Cbmara Municipal de
Cascais 4.Dr. Joaquim Raposo - Cbmara Municipal da Amadora 5.Dr. Macario
Correia - Cbmara Municipal de Tavira 6.Dr. Luis Filipe Menezes - Cbmara
Municipal de Nova de Gaia 7.Dr. Joaquim Vairinhos - Cbmara Municipal de
Louli 8.Dr. Josi Miguel Correia Noras - Cbmara Municipal de Santarim
9.Dr. Evino Pereira - Cbmara Municipal de Magco 10.Dr. Luis Azevedo -
Cbmara Municipal de Alcanena 11.Dr. Nelson de Carvalho - Cbmara
Municipal de Abrantes 12.Dr. Josi da Costa Reis - Cbmara Municipal de
Almeida 13.Dr. Antsnio Magalhces - Cbmara Municipal de Guimarces 14.Dr.
Valentim Carvalho Matias - Cbmara Municipal de Guimarces 15.Dr. Jorge
Martins de Jesus - Cbmara Municipal de Gavico 16.Eng. Narciso Mota -
Cbmara Municipal de Pombal 17.Dr. Antsnio cruz - Cbmara Municipal de
Alter do Chco 18.Dr. Joco Almeida - Cbmara Municipal da Moita 19.Dr.
Carlos de Sousa - Cbmara Municipal de Palmela 20.Dr. Manuel Bandeira
Pinho - Cbmara Municipal de S. Pedro do Sul 21.Dr. Josi Augusto Granja
da Fonseca - Cbmara Municipal de Paredes 22.Dr. Emmlio Manuel Sabido -
Cbmara Municipal de Sousel 23.Dr. Josi Antsnio Rosario Lopes Guerreiro -
Cbmara Municipal de Alvito 24.Dr. Josi Antsnio Pereira Jznior - Cbmara
Municipal de Sbidos 25.Dr. Josi Carrilho Bugacho - Cbmara Municipal de
Marvco 26.Dr. Josi Ribeiro - Cbmara Municipal de Fafe 27.Dr. Rui Maia da
Silva - Cbmara Municipal de Monforte 28.Dr. Josi Maria Pss-de-Mina -
Cbmara Municipal de Moura 29.Dr. Josi Manuel Sinogas - Cbmara Municipal
de Mora 30.Dr. Joco Josi Almeida - Cbmara Municipal da Moita 31.Dr.
Ramiro Francisco Beja - Cbmara Municipal de Santiago do Cacim 32.Dr.
Carlos Manuel Lourengo - Cbmara Municipal de Arruba dos Vinhos 33.Dr.
Antsnio Raimundo - Cbmara Municipal de Aviz 34.Dr. Tomi Macedo - Cbmara
Municipal de Amares 35.Dra. Maria Lzcia Godinho - Cbmara Municipal de
Alandroal 36.Dr. Josi Veiga Maltez - Cbmara Municipal da Golegc 37.Dr.
Jorge Manuel Rosendo Gongalves - Cbmara Municipal de Peniche 38.Dr.
Antsnio Manuel Camilo Coelho - Cbmara Municipal Odemira 39.Dr. Jorge
Raia - Cbmara Municipal de Torres Vedras 40.Dr. Josi Fernandes Esousa
Britostevens - Cbmara Municipal de Castro Marinho 41.Dr. Manuel Rogirio
- Cbmara Municipal de Alcacer do sal 42.Dr. Josi de Sousa Gomes - Cbmara
Municipal de Almeirim 43.Dr. Manuel Coelho Carvalho - Cbmara Municipal
de Sines 44.Dr. Alvaro Pinto Simues - Cbmara Municipal de Alvaiazere
45.Dra. Maria do Carmo Borges - Cbmara Municipal da Guarda 46.Dr. Josi
Valentim Rosado - Cbmara Municipal de Lagos 47.Dr. Amadeu Josi Silva
Penim - Cbmara Municipal de Sesimbra 48.Eng. Gilberto Viegas - Cbmara
Municipal de Vila do Bispo 49.Dr. Antsnio Maria Murta - Cbmara Municipal
de Vila Real de Santo Antsnio 50.Dr. Manuel Condenado - Cbmara Municipal
de Vila Vigosa

PARA PEGAWAI TINGGI KODA MADYA-KOTA MADYA - 901 (sembilanratus satu
tanda tangan)

PRESIDEN-PRESIDEN   "JUNTA DE FREGUESIA" - 200 (duaratus tanda tangan)

PRESIDEN-PRESIDEN MAJELIS  "DE FREGUESIA" - 68 (enam puluh delapan tanda
tangan)

PERSONALITAS-PERSONALITAS  NACIONAL DAN ASING

Sirgio Godinho - Mzsico
Lums Represas - Mzsico
Jorge Palma - Mzsico
Vitorino - Mzsico
Josi Mario Branco - Mzsico
Janita Salomi - Mzsico
Lia Gama - Actriz
Paulo Afonso - Actor
Lums Zagallo - Actor
Silvestre Raposo - Pintor/Escultor
Comandante Gomes Mota
Paula Teixeira - Vereadora da CML
Catarina Furtado - Apresentadora de televisco
Alberto Matos - Dirigente da Unico Democratica Popular (UDP)
Rui Oliveira e Costa - UGT
Ctnsul Geral do Zimbabwe em Lisboa
Mario Pinto de Andrade - MPLA-PT
Arnaldo Salabert - Adido de imprensa - CPLP
Lums Cabral (ex. Presidente da Guini-Bissau)

SINDIKAT-SINDIKAT - 17 (tujuh belas tanda tangan)

1.Sindicato dos Bancarios Sul e Ilhas 2.Sindicato da Indzstria Qummica e
Farmacjutica 3.SINDETELCO - Sindicato Democratico dos Trabalhadores das
Telecomunicagues e Correiros 4.SINTAP - Sindicato dos Trabalhadores da
Administragco Pzblica 5.Sindicato dos Trabalhadores da Fungco Pzblica do
Norte 6.CESSUL - Sindicato dos Trabalhadores do Comircio Escritsrios e
Servigos do Sul 7.Sindicato dos Trabalhadores da Indzstria de Conservas
e Ofmcios Correl do Dist. De Faro 8.CESNORTE - Sindicato dos
Trabalhadores do Comircio Escritsrios e Servigos do Norte 9.STIE -
Sindicato dos Trabalhadores das Indzstrias Elictricas do Norte
10.SINDECOR - Sindicato Democratico da Indzstria Corticeira 11.SINDEL -
Sindicato Nacional da Energia 12.SP - Sindicato dos Professores da Zona
Norte 13.Sindicato dos Ticnicos de Vendas 14.SITESE - Sindicato dos
Trabalhadores Escritsrio Comircio Servigos e Novas Tecnologias 15.STSN -
Sindicato dos Trabalhadores dos Seguros do Norte 16.Sindicato Nacional
do Pessoal de Voo da Aviagco Civil 17.Sindicato dos Trabalhadores do
Trafego Portuario de Lisboa e Centro de Portugal

ASOSIASI-ASOSIASI PARA IMIGRAN DAN PEMBELA HAM - 16 (enambelas tanda
tangan)

1.Associagco de Defesa dos Timorenses (ADT) 2.SOS - Associagco de Defesa
dos Angolanos 3.Olho Vivo 4.SOS Racismo 5.Aguinenso - Associagco de
Solidariedade Social 6.FAR - Frente Anti-Racista 7.Clube Marmtimo
Africano 8.ALDCI - Associagco Lussfona para o Desenvolvimento,
Cooperagco e Integragco 9.AUGB - Associagco Unida dos Imigrantes da
Guini-Bissau 10.Nsuni - Associagco para a Cooperagco e Desenvolvimento
11.Associagco para a Promogco das Fammlias e Minorias Itnicas 12.ANPRP
13.Comunidade Islbmica 14.LIAFRICA - Liga dos Africanos e Amigos de
Africa 15.Associagco Acacias Rubras 16.Casa de Mogambique

PARA WARTAWAN

Andri Martin - Jornalista da TSF e TVI
Josi Mussuaili - Jornalista da RTP/Correspondente do El Pams
Joco Carlos - Jornalista da Revista Africa Hoje
Jzlio Manuel Rosa
Antsnio Costa

(Diambil dari: "Jornal Pzblico, 8 de Outubro de 1998")

PBB Menerima  Partai Sosialis Timor (PST)

Pada tanggal 7 Oktober lalu, Azancot de Menezes, Anggota Komite Sentral
PST, diterima di Pusat Informasi PBB, di Lisabon, untuk bergabung
bersama dalam suatu Komisi yang terdiri dari berbagai personalitas
mengada penyerahan 5000 penandatangan yang diperuntukkan bagi pembebasan
Avelino Maria Coelho da Silva yang masih berlindung di Perwakilan
Diplomatik Austria, di Jakarta yang telah melewati satu tahun, kepada
Sekjen PBB.

Menteri Kehakiman pemerintah Portugal, berbagai deputi dari PS (Partai
Sosialis, Partai Sosial Demokrat, dan CDS (Koalisi Demokrat Sosial) -
Partai Kerakyatan Portugis, demikian juga, "autracas", para sinsikalis,
para maha guru, politisi, para mahasiswa, para artis dan para
penanggungjawab asosiasi-asosiasi imigran dan dari organisasi-organisasi
pembela HAM menandatangani suatu surat yang meminta kepada Sekjen PBB
untuk mengupayakan jaminan perlindungan dan keberangkatan ke Portugal
semua peminta suaka politik di Perwakilan Diplomatik Austria, di Jakarta.

PST MELANCAR

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Mar 1999 jam 07:16:57 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke