---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- From: agustinus setiabudi Sdr Hasan yang kami kasihi, Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih dan sungguh2 menghargai tulisan saudara di Indonesia Daily News, mengenai keraguan saudara akan ajaran Kristen yang menurut pendapat saudara bersifat kekerasan dan bukan berdasarkan Kasih. Sejarah memang membuktikan bahwa banyak kekerasan yang dilakukan oleh orang2 yang menyebut dirinya Kristen, termasuk orang2 dari agama yang saya anut, yaitu Roma Katholik, dimana pada abad ke 15 banyak sekali melakukan kesalahan2 dalam memberitakan Injil di Eropa maupun dijajahan negara2 Eropa di Asia dengan tujuan untuk mengKristenkan penduduk setempat, sesuai dengan apa yang saudara tulis. Kesalahan2 yang dilakukan, bukan saja dalam penyebaran agama Kristen, bahkan orang2 yang membantu menterjemahkan Al-Kitab dalam bahasa lainpun seperti Tyndale, pernah dibakar hidup2 pada jaman itu, karena dianggap sesat. Permasalahannya sehingga timbul berbagai tindak kekerasan dan istilah yang saudara sebut "Gold, Glory, Gospel" yang memang ada dalam kitab sejarah, adalah karena pengertian akan Firman Tuhan dari orang2 yang menyebut dirinya Kristen adalah "pengertian harafiah" atau biasanya dalam kalangan Kristen sendiri disebut "approach legalistic" dimana Firman Tuhan dijadikan undang2, sehingga sifat ajarannyapun berobah dari Kasih menjadi "Hukum Pembalasan" (Extallonis). Orang2 Kristen semacam ini mempunyai Iman yang dikenal dalam kalangan Kristen sendiri sebagai Diabolic Faith atau tegasnya Iman Iblis. Kebenaran yang diyakini oleh orang2 yang beriman semacam ini adalah kebenaran yang biasanya termasuk dalam kategori Kebenaran Kritis, yaitu suatu pola berpikir yang menganggap merekalah yang paling benar, paling tahu dan semua orang yang ada disekeliling mereka semuanya salah. Biasanya orang2 semacam ini, mengenal Allah dengan pola yang salah, yaitu: dengan cara mereka sendiri, a,l sebagai contoh dari kejadian se-hari2 misalnya ; Apabila melihat ada orang yang pernah merugikan mereka tertimpa kesialan atau kecelakaan, maka mereka akan bersyukur dan berkata " Puji Tuhan, Allah itu adil, rasain kamu dihukum Allah". Dari keterangan diatas, maka kita dapat melihat bahwa pola berpikir orang2 tersebut menjadi terbalik, dimana seharusnya Allah ditempatkan pada tempat yang tertinggi dalam kehidupan mereka dan dipatuhi perintah2Nya, tetapi karena pengertian yang salah, maka Allah yang tulen yang sangat mengasihi manusia, dijadikan Allah yang kejam yang sebenarnya dicipta didalam pikirannya sendiri, dan Allah dicipta ini dijadikan bodyguardnya. Dalam II Tim 3:4-5 Tertulis bahwa mereka" Suka berhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatanNya. Jauhilah mereka". Apa yang saya jelaskan diatas terdapat didalam dunia Kekristenan dan mudah2an tidak terdapat dalam Agama lainnya, dimana karena pengertian yang salah akan Firman Tuhan, maka terciptalah umat atau jemaat2 yang tanpa sadar tidak beriman kepada Allah, tetapi beriman kepada allah yang mereka cipta sendiri dan kepada hati mereka yang gelap yang telah dipengaruhi iblis, (baca Mat 12:43-45), sehingga sering dengan mengatas namakan Allah, mereka melakukan perbuatan2 yang sebenarnya dikutuk Allah. Tetapi Kekristenan yang sebenarnya sangat berbeda dengan apa yang dilihat dan dikira orang banyak. Kristen berarti pengikut Jesus Kristus, dan bukan pengikut salah satu denominasi manapun juga. Saya sebenarnya bisa menerangkan fungsi Gereja, tetapi karena terlalu panjang dan melihat saudara cukup terpelajar, maka saya percaya saudara mengerti akan maksud saya. Dalam II Kor 5:15 tertulis " Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka ". Sehingga kalau kita menyebut diri kita orang Kristen, maka hal ini harus diartikan orang2 yang mengikuti Jesus Kristus yang Hidup, dan bukan Kristus yang mati sebab AlKitab mengatakan ((1Kor 15:17), "Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia2lah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu". Untuk dapat mengenal keKristenan (syukur bahwa anda telah membaca AlKitab), baiklah kita melihat sepintas dialog antara Jesus dengan Nikodemus dalam Yoh 3 : 3, dimana Jesus berkata kepada Nikodemus : "Sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah" Saking herannya Nikodemus bertanya kembali: "Bagaimana mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua ? Dapatkah ia masuk kembali kedalam rahim ibunya dan dilahirkan kembali ??" dan Jesus menjawab dalam Yoh 3: 5 : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari Air dan Roh, ia tidak dapat masuk dalam Kerajaan Allah". Seperti saudara ketahui didalam AlKitab, Nikodemus adalah seorang ahli Teologi dan pemimpin agama Judaisme, sayangnya ia mempunyai pengertian akan Firman Tuhan (pada mula2) secara harafiah, sehingga saking herannya ia berkata kepada Jesus: : "Bagaimana mungkin hal itu terjadi ?" Jawab Jesus dalam Yoh 3:10 "Engkau adalah pengajar Israel dan engkau tidak mengerti akan hal2 itu?. Dari sekelumit dialog antara Nikodemus dan Jesus, maka jelas untuk menjadi orang Kristen, seseorang harus dilahirkan kembali, bukan secara Fisik seperti anggapan Nikodemus, tetapi secara Rohani. Hal inipun masih harus mengalami proses panjang, dimana untuk menjadi dewasa dalam rohani, seseorang harus dengan rela membiarkan Allah dalam Kristus bertahta dalam hatinya, mau dipimpin oleh Roh Kudus dan melakukan Firman Allah yang tertulis dalam AlKitab. Proses pendewasaan ini kalau dilaksanakan dengan tekun dan serius akan memakan waktu sekitar 2 tahun. Tetapi apabila kita bersikap seperti bani Israel yang ragu2 akan Kasih Allah yang telah mengeluarkan mereka dari Mesir, dan pembimbing mereka keluar dari tanah Mesir menuju tanah Perjanjian (Kanaan), maka proses pendewasaan dari Pertobatan akan memakan waktu panjang dan didalam AlKitab tertulis diperlukan waktu 40 tahun bagi bani Israel untuk masuk ke Kanaan atau tanah perjanjian, atau dengan kata lain, sampai matipun tidak akan sempat menjadi Terang Dunia, bagi kemuliaan Allah. Sebenarnya jikalau saudara mau melihat Peta, jarak antara Mesir dan tanah Kanaan, hanya berkisar +_ 40 mil jauhnya, sehingga seharusnya dengan berjalan kaki bani Israel dapat mencapai tanah Kanaan dalam waktu paling lama 7 hari, tetapi karena kurang beriman, ragu, angkuh dan tidak percaya akan kuasa Allah, maka mereka ter-putar2 sehingga memakan waktu 40 tahun lamanya baru dapat memasuki tanah Kanaan. Proses pertobatan ini sampai pada kedewasaan rohani, apabila orang ini sanggup duduk ber-sama2 dengan orang2 yang beragama lain, berdiskusi agama tanpa terjadi ribut2, menghargai agama orang lain, berkawan tanpa ada rasa curiga dengan orang yang beragama lain, membantu orang yang beragama lain, dimana kedewasaan iman seperti ini disebut Iman Universal, dapat saudara lihat dengan membaca Yoh 3:5, 2 Pet 3:18, Yes 61:10, Mat 5 :16, Luk 24 :32, Yoh 1:12, Yoh 8:31-32, 1 Tim 6:18, Rm 12:1, Kol 2:16, 1 Tim 6:12, Ibr 12:1, dan Yoh 5:4 secara berurutan dan inilah karakter dari seorang Kristen, yang harus saya akui, sayapun masih jauh dari sempurna. Mengenai hukuman atas kaum Amalek yang anda sebutkan dalam 1 Samuel 15:2, memang kalau dibaca sepintas, maka kelihatan sepertinya Allah sangat kejam. Kaum Amalek adalah musuh bebuyutan bani Israel dan karena gangguan mereka, maka hubungan antara Saul dan Samuel terputus dan hal ini berat bagi Israel karena pada waktu itu perjanjian lama belum ditulis dan Firman Tuhan selalu diturunkan melalui Nabi2, sehingga dengan terputusnya hubungan Saul dan Samuel maka Israel kehilangan pegangan ( bandingkan dengan Kel, 17:8-16}, dan oleh karena gangguan2 inilah, maka mereka dikutuk Allah ( Ul 25:17-19). Memang benar dan tak dapat dipungkiri bahwa bagian ini merupakan masalah etis yang sulit diterima oleh pembaca zaman ini, walaupun tak ada yang menyangkal bahwa kaum Amalek patut mendapat hukuman se-berat2nya. Kesulitannya terletak kepada kata harus "ditumpas" (ayat 3), tetapi sebenarnya terjemahan "ditumpas" dalam bahasa aslinya (Ibrani) berarti diserahkan kepada Yahweh/Allah ; sehingga kematian mereka tidak dipandang sebagai pelaksanaan hukuman mati, tetapi merupakan suatu korban yang diserahkan kepada Allah. Juga perlu untuk kita ketahui, bahwa pada jaman itu, masyarakat purba kurang mementingkan per-orangan, sebagai lazimnya kita pada jaman ini ((persoalaan ham dan sebagainya). Setiap perbuatan yang jahat pada jaman itu, selalu ditimpahkan kepada seluruh kaum atau persekutuan yang bersangkutan, sehingga kalau kita menilik cerita yang sebenarnya, maka Allah meminta kaum Amalek untuk diserahkan seluruhnya kepadaNya, dengan tujuan untuk menyelamatkan Israel dari kaum Amalek di-masa2 yang akan datang, tetapi dilain pihak kita juga melihat bahwa Allah tidak meminta kaum Amalek untuk diserahkan ke iblis atau dibawa keneraka, tetapi diserahkan kepada Nya, sehingga dalam kasus ini, terlihat bahwa apa yang telah Allah putuskan jelas berdasarkan Kasih, karena manusia mana yang tidak senang jatuh ditangan Allah, kecuali orang tersebut tidak mengenal sifat2 Allah yang disembahnya dan beranggapan bahwa Allah adalah Allah yang ganas dan kejam, sehingga mereka takut jatuh ditangan Allah. Perlu juga untuk diketahui bahwa pada jaman itu keselamatan yang dijanjikan Allah belum digenapi, Firman belum menjadi manusia (Yoh, 1:14), sehingga yang ada pada jaman itu hanya 10 perintah Allah (hukum Musa atau Taurat) yang juga telah salah diartikan oleh bani Israel. Taurat yang diturunkan sebenarnya adalah penuntun atau bayangan dari keselamatan yang akan datang, tetapi oleh bani Israel dijadikan hukum yang harus dilaksanakan oleh setiap orang secara mutlak, ( bahkan ditambah2 dari sepuluh menjadi ratusan), padahal jelas2 bahwa tidak ada satu manusiapun sanggup untuk melaksanakan hukum Taurat, sehingga oleh AlKitab dikatakan bahwa Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu dalam kekuasaan dosa, supaya oleh karena Iman dalam Jesus Kristus, janji itu diberikan kepada orang yang percaya. Maksudnya apabila seseorang melakukan segala sesuatu menurut hukum Taurat, maka akan timbul rasa kesempurnaan dalam diri orang tersebut, sehingga tanpa sadar, orang tersebut akan merasa bahwa ia sempurna dan tidak berdosa, sehingga sebagai orang yang tidak merasa berdosa, biasanya orang itu tidak memerlukan Allah. Orang2 semacam ini, secara lahiriah kelihatannya sangat alim, dan bersikap benar, tetapi secara batiniah orang ini adalah manusia yang sombong rohani, cepat tersinggung, culas (Mat 23:1-36), kenapa ?, karena tanpa disadarinya mereka menganggap dirinya allah, merasa dirinya sempurna, tidak mau disalahkan, dan sering menghakimi orang lain, padahal penghakiman adalah hak Allah. Dilain pihak didalam batin yang paling dalam dari orang semacam ini, bertumbuh rasa kekosongan yang semakin lama semakin berat untuk dipikulnya, dan rasa kekosongan ini hanya mungkin terobati oleh iman dalam Jesus (Why 3:20). Sangat disayangkan oleh karena keangkuhannya, atau malu, maka perasaan kosong ini biasanya dibawah mati oleh orang2 tersebut, sehingga dalam banyak kasus kita sering melihat bahwa banyak orang yang sudah dekat ajalnya, sering mengalami ketakutan yang luar biasa, karena tiba2 mereka menyadari bahwa tidak ada kepastian kemana mereka akan pergi. Taurat sebenarnya diturunkan sebagai penuntun/cermin yang pada waktu diserahkan oleh Musa kepada bani Israel, telah diperciki dengan darah anak lembu, darah domba jantan dan lain2nya, sebagai simbol bahwa tanpa pengorbanan dengan darah maka tidak akan ada pengampunan. Itu sebabnya umat Israel setiap tahunnya memotong lembu dan domba jantan sebagai korban pengampunan dosa, tetapi dalam pengertian yang sebenarnya, korban2 tersebut dilakukan sebagai peringatan akan adanya dosa, sebab kalau dosa sudah dihapuskan, maka untuk apa setiap tahun mereka harus mempersembahkan korban, karena tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan dapat menghapuskan dosa. Dilain pihak satu2nya hal yang tidak sanggup dikerjakankan Allah adalah melanggar FirmanNya sendiri, dan karena Firman Allah berbunyi Upah dosa adalah maut", yaitu kematian abadi, maka tidak mungkin dosa saya misalnya dapat ditebus dengan darah lembu atau darah domba atau dengan menyumbang kiri-kanan. Satu2nya jalan untuk dapat menebus dosa manusia, adalah Allah sendiri yang harus melakukannya dan hal ini Ia lakukan diatas Kayu Salib di Calvary (Yoh 3:16-18), untuk menebus dosa2 seluruh umat manusia, satu kali untuk se-lama2nya dan tidak perlu di-ulang2 setiap tahun, sehingga Kasih Allah jelas dapat dirasakan oleh orang2 yang percaya, melalui Kristus yang hidup. Mengenai Matius 10: 34-36 dan ayat2 lainnya yang juga kalau bisa saya tambahkan sekalian dengan Lukas 14 : 26 yang lebih seram dalam arti harafiah yaitu " Jikalau seseorang datang kepadaKu dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya anak2nya saudara laki2 atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridKu. Apa yang Jesus katakan disini memang kelihatannya sangat kejam, tetapi kita harus ingat bahwa pada jaman itu, telah terjadi kemerosotan ahlak yang sangat dalam dikalangan Israel, dimana kemerosotan itu sudah demikian parahnya, sehingga anak laki2 menghina ayahnya, anak perempuan melawan ibunya, hakim dapat disuap, pembesar memberi keputusan semaunya, hukum diputar balikkan, sehingga dikatakan pada jaman itu, orang yang terbaik diantara mereka adalah seperti tumbuhan duri dan orang jujur seperti pagar duri (baca Mikha 7:1-6), sehingga apabila ada seseorang yang ingin menjadi benar dan bertobat, maka ia harus membenci perbuatan ayahnya, ibunya, saudara2nya atau berpisah dengan mereka demi kebenaran dan pertobatan yang diinginkannya Sebagai penutup, perlu saya terangkan bahwa dalam Kitab Wahyu 5:1-4, jelas tertulis bahwa AlKitab ditulisi disebelah dalam dan disebelah luarnya dan dimeterai dengan 7 meterai. Bagian luarnya secara harafiah dapat dibaca oleh semua orang dan dapat dimengerti menurut pengertian masing2 (Approach eseigesis), tetapi bagian dalamnya yaitu bagian yang termeterai, tidak mungkin dapat dimengerti oleh setiap orang, kecuali pikiran orang tersebut diterangin oleh Kristus (Baca juga Yesaya 29:9-16). Saudara Hasan yang baik, saya sangat menghargai apa yang telah saudara tulis dan saya percaya bahwa saudara bermaksud baik, saya mengasihi saudara dan saya akan mendoakan saudara supaya Allah memberkati saudara dan seluruh keluarga saudara. Semua agama baik, dan kita semuanya senasib yaitu kita akan diadili Allah menurut ajaran kitab kita masing2 (Why 20:11-15), karena saya percaya pada hari penghakiman Allah akan membuka semua kitab dan mengadili kita sesuai dengan isi kitab masing2, dimana siapa yang sanggup melakukannya dengan sempurna maka ia akan diselamatkan. Kebetulan saya tidak sanggup untuk melaksanakan Firman Allah yang tertulis di AlKitab, tetapi syukur akan Kasih Allah dalam Jesus Kristus Tuhan kita, karena penebusan Kristus saya boleh berlegah karena Firman Tuhan adalah Ya dan Amin. Salam sejahtera bagi saudara sekeluarga dalam Kasih karunia Allah. Wassalamu 'alaikum wr wb. Ign.Edward OliI ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Dec 1998 jam 10:58:36 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
