---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- WARTAWAN HARUS BERANI Seberapa jauh keberanian Wartawan dalam menyampaikan suatu berita kepada masyarakat pembaca..? Pertanyaan ini rada gampang tapi juga rada sulit untuk dijawab jujur, karena keberanian wartawan yang saya tau akan bergantung pada kebenaran berita. Artinya kalau berita itu memang mempunyai bukti dan data, apapun halangannya pasti akan diberitakan oleh para Wartawan melalui media dimana Ia mengabdikan diri, baik media cetak maupun elektronik. Artinya kebenaran yang lebih menjadi bobot pemicu keberanian wartawan ketimbang popularitas beritanya, sekalipun harus berhadapan dengan resiko yang sangat besar. Benarkah begitu ? Jawabnya tentu harus benar, tapi juga boleh menjadi tidak benar karena fenomena yang muncul dipermukaan sejak bergulirnya isyu Reformasi di bulan Mei 1998 lalu, banyak juga Wartawan (seiring dengan munculnya puluhan penerbitan), yang sudah mulai lebih berani lagi atau keberaniannya tidak lagi berpijak pada nilai kebenaran tetapi lebih dititik beratkan pada popularitas beritanya. Ini mungkin bisa dimaklumi ketika kita melihatnya dari sudut pandang komersialisasi usaha penerbitan baru untuk meraih pangsa pasar pembaca. Karena itu tidak heran, jika beberapa pembaca harian Ibukota seperti Terbit dan Berita Buana sempat menuliskan isi hatinya dalam surat pembaca seminggu terakhir di awal bulan Desember ini yang mulai ragu serta mempertanyakan keberanian Wartawan. Maksudnya keberanian wartawan dalam dimensi kebenaran sudah mulai diragukan oleh sebagian kalangan pembaca koran Ibukota, karena banyak fakta menunjukkan bahwa berita yang dilansir dalam kenyataan lapangan sangat jauh berbeda dan akhirnya disimpulkan sebagai fitnah atau hanya sebatas isyu sensasional bagi masyarakat pembaca saja. Keberanian wartawan dalam era reformasi bahkan cenderung menjadi sikap arogan, karena kekuasaan informasinya sehingga dengan mudah mendiskreditkan atau mempopulerkan kalangan tertentu tanpa mempedulikan norma keseimbangan antara fakta dan sensasinya. Tapi bagaimanapun kita rakyat kecil ini tetap berharap agar Wartawan harus berani dalam menegakkan keadilan dan kebenaran, bukan dalam menegakkan kepentingan wartawan saja dengan kekuasaannya memberitakan secara fulgar berbagai hal yang sering menjadi pemicu timbulnya persoalan baru atau bahkan kemarahan rakyat. Keberanian wartawan setidaknya patut kita hargai dengan kemampuannya memancing emosi massa rakyat yang seolah-olah tak lagi kehidupan yang lebih baik di hari esok dibanding hari ini. Keberanian wartawan bahkan telah mampu meredam kharisma dan rasa simpati rakyat terhadap pemimpin formal, sehingga cenderung para pemimpin formal itu lari menghindar jika berpapasan wartawan. Sungguh memprihatinkan, karena sudah merembet ke wilayah Arogansi kewartawanan. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Dec 1998 jam 09:34:39 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
