---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk ABRI KEMBALI BRUTAL, RATUSAN MAHASISWA CEDERA JAKARTA (SiaR, 17/12,98), Aksi damai puluhan ribu mahasiswa dari berbagai kelompok Kamis (17/12) petang dihadapi aparat keamanan dengan kekerasan. Ratusan mahasiswa mengalami luka-luka dan hingga kini masih dirawat di sejumlah rumah sakit. Seorang mahasiswi tertembak peluru tajam serta seorang mahasiswa lainnya dikabarkan meninggal. Aksi gabungan mahasiswa dari beberapa kelompok massa ini dimulai pk 12.00 WIB dengan berangkat dari beberapa titik pertemuan. Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ) berangkat dari Kampus Universitas Moestopo, Hang Lekir, menuju samping Gedung Bapindo dan langsung mngambil rute Jl Senopati menembus Gedung Artha Graha di samping Mapolda Jaya. Dari jurusan lain, datang Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (FAMRED) yang berangkat dari Gedung Danamon Etnalife dan dikomandoi dua mahasiswa berjalan kaki ke arah Semanggi. Massa makin tambah banyak setelah bergabungnya 5 bus mahasiswa dari KOMRAD di depan Unika Atma Jaya dan bersama-sama masuk Jl Gatot Subroto. Mereka bergerak bersama massa yang sudah datang lebih dulu dan mendemo Polda Jaya. Sedangkan Forum Kota (FORKOT) berangkat dengan puluhan bus dari arah Cawang menuju Jl Gatot Subroto. Mereka berhenti di depan Gedung Mapolda Jaya. Setelah melakukan demonstrasi menuntut pihak Kepolisian karena menangkapi dan merepresi aksi aksi mahasiswa belakangan ini, rombongan mahasiswa bergerak menuju ke Gedung MPR/DPRRI. Sekitar 3 ribu massa FORKOT bergerak paling depan. Mereka juga melibatkan pelajar yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar dan Pemuda Jakarta (SPPJ). Rombongan bergerak mendekati barikade aparat keamanan gabungan Brimob dan PHH Kodam Jaya. Barisan ini juga memadati ruas jalan tol jurusan Grogol hingga dua ruas jalan di depan Hotel Hilton dipenuhi massa. Sedangkan KOMRAD yang begerak dari Mapolda dan Gerakan Mahasiswa Pancasila untuk Reformasi (GEMPUR) yang baru tiba di Jl Gatot Soebroto dengan 3 bus langsung mengisi ruas jalan tol utara dari arah Slipi menuju Semanggi. Akibatnya, praktis dua ruas jalan ke arah gedung MPR/DPR RI macet akibat dipenuhi sekitar 6 ribu mahasiswa. Di belakang barisan FORKOT, muncul barisan FAMRED dengan umbul-umbul dan spanduk yang didominansi warna merah dan hitam memenuhi jalanan. Bentrokan pertama terjadi saat barisan terdepan FORKOT mencoba mendobrak barikade petugas di depan Gedung JHCC. Dalam bentrokan pertama yang berlangsung sekitar 5 menit, tercatat lima orang mahasiswa dari Universitas Mpu Tantular, UKI dan ISTN mengalami luka serius. Setelah bentrokan pertama, mahasiswa mulai mengganti yel-yel mereka. Jika pada aksi-aksi sebelumnya mereka menyanyikan "Reformasi , reformasi sampai mati", sejak siang tadi mereka menyanyikan "Revolusi , revolusi sampai mati". Pada pk 15.30, sekitar 200 orang barisan pelopor FAMRED maju membuka jalan sembari meneriakkan yel-yel "revolusi, revolusi ".. Saat barisan FAMRED berjarak sekitar 300 meter dari barikade aparat, rombongan FAMRED memecah diri dan mengisi ruas jalur lambat. Hal tersebut membuat tiga ruas jalan dikuasai mahasiswa sepenuhnya. Otomatis seluruh barisan FAMRED mengisi jalur tol sepanjang Slipi menuju ke arah Semanggi. Menjelang 100 meter dari barikade aparat gabungan, lagi-lagi barisan FAMRED melakukan manuver dengan memecah massanya dan mengisi ruas jalan jalur lambat arah Sipi menuju ke jembatan Semanggi. Praktis dua ruas jalur kendaraan dari arah Slipi dikuasai sekitar 5 ribu massa FAMRED. Melihat barisan FAMRED lebih mengkonsentrasikan diri di ruas jalur lambat dari arah Slipi menuju ke Semanggi. Sementara konsentrasi aparat terpecah dua saat barisan FORKOT mulai merangsek maju dan bentrok dengan aparat. Empat ruas jalan yang sudah dikuasai mahasiswa ini membuat aparat bingung menghadapi bentrokan di 3 ruas jalan, hingga tak ayal lagi lewat jalur lambat arah Slipi menuju ke Semanggi barisan FAMRED berhasil menjebol barikade petugas. Sembari berlarian seluruh barisan FAMRED akhirnya menjebol barikade dan mengurung aparat gabungan dari belakang , sempat terjadi pelemparan batu dan penyerangan pada aparat yang membuat barikade di depan barisan FORKOTkewalahan. Serangan dari dua arah ini membuat barikade aparat gabungan pada pk 16.30 buyar karena konsentrasi aparat terpecah sehingga barikade aparat tersebut di dobrak dan dipukuli barisan pelopor FORKOT. Barikade aparat jebol dan aparat tercerai-berai. Beberapa lainnya lari tunggang-langgang dipukuli mahasiswa. Paling tidak 5 tameng dan 6 topi petugas berhasil direbut mahasiswa. Beberapa aparat dari Brimob yang terkepung dan dipukuli mahasiswa berhasil ditolong oleh serombongan mahasiswa dengan membawanya ke barisan aparat gabungan. Namun aparat berhasil melakukan konsolidasi saat barisan mahasiswa kocar-kacir akibat ditembaki dengan peluru dan granat gas airmata. SiaR merasakan sendiri bahwa gas airmata yang digunakan aparat kali ini lebih dahsyat dan berbahaya dari biasanya. Beberapa mahasiswa di barisan depan merasakan kulit muka dan kulit punggung mereka terbakar dan perih, begitu juga reporter Siar yang berjarak hanya 100 meter dari lokasi tembak-menembak. Beberapa mahasiswa malam harinya mengabarkan bahwa kulit muka mereka serasa terbakar dan tak lama muncul bintik-bintik merah akibat gas tersebut. Pada pk 17.00 melintas sebuah helikopter berputar putar sambil memberi komando dan menembaki mahasiswa dari atas. Pada aparat gabungan bergerak maju dan langsung menembaki mahasiswa. Gerak maju aparat gabungan didahului dengan lontaran granat gas airmata. Setelah itu mereka langsung, menyerbu mahasiswa yang tak bersenjata dengan tembakan. Mahasiswa didesak hingga mundur di depan Hotel Hilton dan lainnya mendekati RSAL Mintoharjo. Beberapa mahasiswa mulai mengisi sejumlah botol dengan bensin. Sementara itu, setelah mundur dan istirahat di Atmajaya, massa FORKOT dievakuasi kembali ke UKI Cawang dengan menggunakan sekitar 8 bus. Namun dalam perjalanan evakuasi, sesampainya di sekitar perempatan Kuningan, sebuah bus dihentikan aparat militer dengan cara menggembosi bannya. Tak hanya itu, tentara juga melepas sejumlah tembakan ke arah mahasiswa hingga menyebabkan puluhan orang luka-luka. Sedikitnya, 7 mahasiswa mengalami luka serius dan mendapat perawatan intensif di ruang UGD RS UKI. Sampai pk 24.00, saat berita diturunkan, diketahui 2 orang terkena luka tembak. Satu di pantat dan lainnya di punggung. Di RS Mintoharjo sendiri tercatat 56 mahasiswa luka cedera. Mereka korban peluru karet , pukulan dan gas airmata. Beberapa orang dikabarkan telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit yang dianggap lebih aman dan lebih lengkap seperti RSCM, RS Sint Carolus dan RS UKI. Sementara di RS Jakarta tercatat 56 mahasisiwa dirawat dan 42 orang sudah diijinkan pulang pada pk 22.00 sisanya dioper ke rumah sakit lain.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Dec 1998 jam 05:26:30 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
