----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


GINANDJAR MARAH, WARTAWAN PILAR "CURI" DAFTAR PERINGKAT BANK

        JAKARTA (SiaR, 23/12/98), Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan
Industri, Ginandjar Kartasasmita dikabarkan marah besar karena sebuah
dokumen pemerintah soal perbankan bocor ke pers. Dokumen yang seharusnya
amat rahasia itu berisi daftar peringkat bank. Pemerintah beberapa waktu
lalu menyewa ahli dari Deutsche Bank untuk memeringkat bank-bank Indonesia
untuk program restrukturisasi perbankan.

        Bank-bank akan diperingkat menjadi bank peringkat A, B dan C.
Peringkat C adalah bank yang memiliki capital adequacy ratio atau CAR (rasio
kecukupan modal) di bawah 5 persen. Bank yang berada di peringkat ini jangka
waktu yang telah ditentukan harus menggenjot CAR hingga di atas 5%. Jika
tidak harus ditutup.

        Majalah Pilar, memuat daftar lengkap bank-bank yang masuk dalam
daftar kategori C, yakni bank-bank yang terancam ditutup. Dalam daftar itu
ada 24 bank, termasuk 6 bank pemerintah, yang memiliki CAR yang tak
tertolong lagi yakni minus 26 hingga minus 606%.

        Sumber di Kantor Menko Ekuin menyayangkan bocornya dokumen rahasia
itu karena, daftar itu bukan untuk konsumsi pers. Daftar itu pun tak akan
diumumkan dan hanya menjadi pegangan pemerintah untuk menjalankan
restrukturisasi perbankan.

        "Jika daftar itu bocor ke pers, bisa terjadi rush. Kita bisa
terpuruk lagi ke dalam krisis yang lebih dalam," ujar sumber itu.

        Sumber itu menyebutkan, wartawan Pilar mencuri daftar itu di
Sekretariat Negara, ketika petugas yang menyimpan daftar itu lalai.
"Wartawan itu memfotokopinya dan mengembalikan aslinya secara diam-diam,"
ujar sumber itu.

        Kalangan pers sendiri berpendapat cara wartawan Pilar memperoleh
dokumen rahasia milik pemerintah itu merupakan cara yang sah. Sebuah upaya
investigasi yang wajar, apalagi mengingat dimensinya yang menyangkut
kepentingan banyak orang. Pemerintah sendiri belum bersikap terhadap Majalah
Pilar, namun dari Kantor Menko Ekuin diperoleh kabar, pemerintah akan
melancarkan tindakan hukum.

        "Pencurian adalah tindak pidana," ujar sumber tadi.

Daftar Bank Kategori C dengan CAR di bawah -25% menurut dokumen yang
"dicuri" Majalah Pilar:

Bank Tamara (-26,05%)
Bank Sahid Gajah Perkasa (-34,45%)
Bank Hastin (-40,91%)
Bank Orient (-43,90%)
Bank Dana Asia (-68,05%)
Unibank (-109,50%)
Bank Servitia (-39%)
Bank Tata (-41%)
Bank Sentral Dagang (-42,30%)
Bank Ficorinvest (-45,50%)
Bank Papan Sejahtera (-55,20%)
Bank Lautan Berlian (-71,10%)
Bank Aspac (-101%)
Bank Dewa Rutji (-111,80%)
Bank Bira (-123,10%)
Bank Nusa Nasional (-210%)
Bank Uppindo (-233%)
Bank PSP (-606,1%)
Bank Rakyat Indonesia (-35%)
Bank Dagang Negara Indonesia (-48,96 persen)
Bank Bumi Daya (-55,58%)
Bank Exim Indonesia (-101,83)
Bank Pembangunan Indonesia (-136%)

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Dec 1998 jam 13:00:05 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke