----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

DEWAN PETANI SUKAHARJO

PERNYATAAN SIKAP

JANGAN BIARKAN PETANI JADI MENDERITA!!!

      Berita terakhir yang sangat memilukan dan meresahkan kehidupan kita
adalah bahwa pupuk yang  menjadi komponen keberhasilan pangan telah habis
di pasaran. Lembaga yang mempunyai wewenang untuk mendistribusikan pupuk
sudah angakat tangan tidak bisa menyalurkan pupuk ke pedesaan karena
harganya yang sangat tinggi serta . Uang  simpanan petani yang sudah
ditabung untuk pembelian pupuk ternyata dikembalikan oleh lembaga tertentu
yaitu KUD atau yang lainnya.
        Petani sebenarnya sudah tidak tahan terhadap kondisi  tersebut. Di
Brebes, para petani dari berbagai desa bergerak ke KUD dan pusri untuk
memaksa harga pupuk untuk diturunkan, dan akhrnya bisa diturunkan agar
panen mendatang tidak gagal. Di Bandung- Ciganjung, petani pun kembali
bergerak menuntut supaya distribusi pupuk normal kembali, tidak macet
ditangan tertentu. Mereka menyakini bahwa stok pupuk itu masih banyak, cuma
distibutornya yang menahan pupuk menunggu haga pupuk  tinggi setelah
subsidi dicabut oleh Habibie. Dengan adanya kelangkaan pupuk tersebut
membuat harga  sembako yaitu beras menjadi sangat tinggi. Tercatat saat ini
sudah mencapai Rp.3000,00 per kilogram.
        Di Sukoharjo, yang saat ini lagi musim rabuk ( menyebar pupuk ),
banyak petani yang resah mengingat harga yang sudah tidak terjangkau. Bisa
membeli tetapi kebutuhan makan menjadi terhambat. Koperasi Unit Desa (KUD)
yang diharapkan mampu menopang kebutuhan petani akan pupuk ---lewat kredit
usaha tani (KUT)--- ternyata tidak mampu untuk menyuplai kebutuhan petani.
Bahkan uang yang ditabung dikembalikan lagi karena harga tinggi sekali dan
stok barang sudah habis. Ada kecenderungan bahwa telah terjadi manipulasi
disstribusi pupuk. Ada penimbunan pupuk. Uang tabungan petani telah
dikorupsi oleh pegawai KUD sehingga waktunya untuk memberikan pupuk tidak
dapat dipenuhi karena uang sudah tidak ada lagi dengan alasan yang
dicari-cari. Di Ngrombo, Polokarto, dan desa lain di Sukoharjo telah
menjadi  resah karena instansi yang berhak mendistribusikan  pupuk banyak
yang korupsi  dan menaikan harga pupuk seenaknya sendiri dan tidak
bertanggungjawab dengan pengelolaan dana tani yang sudah tersimpan  di
koperasi.
        Bila melihat sejarah bangsa ini nasib petani terus-menerus
menderita akibat dari penindasan dan pemerasan dari pemerintah yang
berkuasa, sejak jaman kolonialisme. Pada jaman Orde Baru, pemerintah Orde
Baru memeras petani dengan dalih dilaksanakannya pembangunan sebagai kata
lain dari penanaman modal yang dikuasai oleh para pengusaha. Kemudian
pemerintah menjalankan sistem politik yang mengekang  kebebasan rakyat
terutama petani. Kenyataan ini membuat perlawanan yang dilakukan oleh
petani terhadap pihak pemeras dan penindas terhadap hak-hak tani.
        Selama ini perjuangan tani hanyalah bersifat kelompok-kelompok,
belum menyeluruh semua potensi petani, sekaligus juga sifat perlawanan itu
hanyalah sementara, artinya untuk kasus tertentu saja setelah itu tidak ada
perjuangan berikutnya.
        Atas hal tersebut, Dewan Petani Sukoharjo menyatakan sikap terhadap
kondisi pertanian yang terjadi akhir-akhir ini baik nasional maupun lokal:

        1. Menuntut kepada Pemda Sukoharjo untuk menindak tegas terhadap
para koruptor yang menyelewengkan dana petani di KUD.

        2. Menuntut supaya distribusi pupuk segera diserahkan kepada para
kelompok tani yang ada didesa, tidak melalui instansi yang tidak bisa
menjalankan tugasnya.

        3. Menuntut Pemda Sukoharjo untuk bertanggungjawab terhadap
persoalan kelangkaan pupuk karena ada permainan  distribusi pupuk di
jajaran pemda yang ditengarai telah terjadi praktek KKN.

        4. Menyerukan kepada para Petani-petani di Sukoharjo untuk
membentuk kelompok tani dalam rangka mengantisipasi krisis pangan akibat
harga pupuk yang dibuat oleh kelompok tertentu dengan memanipulasi
distribusi.
Sukoharjo, 16 Desember 1998
Dewan Petani Sukoharjo

AS. Saputro
(Koordinator Lapangan)

Aksi Petani ini didukung:
1. Dewan Ampera Sukoharjo
2. Tim Reformasi Desa Laban (TRDL)
3. Forum Rakyat Tegalmade (FRT)
4. Forum Reformasi Rakyat Ngrumbo (FRRNg)
5. Dewan Reformasi Rakyat Plesant (DERRAP)
5. Kesatuan Aksi Mahasiswa Sukoharjo (KMS) Univet Bantara
6. LSM Komite Peduli Penderitaan Rakyat Semesta (KEPPRAS) Sukoharjo
Dan simpatisan  solidaritas perjuangan petani di Sukoharjo.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Dec 1998 jam 07:50:06 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke