----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Gus Dur Bicara Tentang Soeharto, Mahasiswa, Wiranto DLL (1):

Mega Telepon, Ingin Lihat Bekas Salaman Gus Dur dengan Habibie

Jakarta, Selasa, Merdeka
Gus Dur (Kh Abdurrahman Wahid) punya gagasan yang ingin segera ia wujudkan.
Yakni, bertemu dengan Soeharto, Habibie, dan Wiranto dalam waktu bersamaan.
Pertemuan empat tokoh ini ia anggap sangat penting untuk menyelesaikan
berbagai persoalan bangsa sekarang ini.

Hal itu dikatakan Gus Dur dalam percakapan khusus dengan Merdeka di
kediamannya, kemarin pagi. "Kalau setuju, kan kita bisa bertemu berempat.
Saya kira bisa kalau diajak," ujarnya tersenyum.

Untuk mewujudkan pertemuan bersama itu, Gus Dur saat ini mulai mengunjungi
satu persatu tiga tokoh tadi. Dia terus terang menyatakan keinginannya untuk
bertemu Menhankam/Pangab Jenderal Wiranto, Presiden Habibie, dan bekas
presiden Soeharto.

Dengan Wiranto, Gus Dur memang bertemu. Juga dengan Habibie. Namun, mengenai
kabar yang menyebutkan bahwa dirinya sudah bertemu dengan Soeharto (Merdeka,
kemarin). Gus Dur tidak meng-iya-kan dan juga tidak membantahnya.

"Lho saya ini serba salah. Kalau dibantah, nanti dianggap saya nggak pengen
ketemu. Padahal, saya pengen. Tapi, kalau dibilang ketemu, lha, saya yang
pengen. Itu serba susah," katanya dengan nada serius.

Memangnya kalau dibilang Gus Dur sudah bertemu dengan Soeharto kenapa?
Bukankah itu bagian dari upaya dialog nasional?

"Lha, saya ini nanti dibilang apa sama mahasiswa. Mahasiswa bisa marah sama
saya. Banyak yang akan marah sama saya. Kalau saya ketemu Pak Habibie atau
yang lain-lain, kan beda. Jadi, kalau saya ketemu Pak Harto ya, sebaiknya
diem-diem saja. Nggak usah ada yang tahu," jawabnya.

Menurut Gus Dur, politik itu ada yang perlu dibuka dan ada yang tidak. Dan
bagian mengenai pertemuannya dengan bekas presiden Soeharto adalah yang
tidak perlu dibuka.

Wawancara Merdeka kemarin berlangsung dalam suasana cukup santai. Mengenakan
kaos lengan pendek warna biru, Gus Dur tampak sehat dan wajahnya kelihatan
lebih segar dari biasanya. Diantara perbincangan, seringkali diselinginya
dengan tertawa. Salah satu humor segar yang dilontarkan adalah ketika dia
menerima telepon dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Apa katanya? Selain menanyakan kebenaran berita pertemuan antara dirinya
dengan Soeharto, Mega juga sempat mencandai Gus Dur.

"Kata Mbak Mega, dia ingin ketemu saya. Bukan mau nengokin, tapi cuma mau
lihat tangan saya yang sudah salaman sama Pak Habibie dan Jenderal Wiranto,"
kata Gus Dur sambil tertawa terbahak. Tak hanya Megawati, bahkan selama
wawancara, banyak sekali yang menelpon Gus Dur untuk menanyakan kebenaran
berita pertemuannya dengan Soeharto.

Pada kesempatan  itu dia mengungkapkan dalam waktu dekat Megawati
Soekarnoputri juga akan bertemu dengan Presiden Habibie. Namun soal
waktunya, sampai saat ini belum diketahui. Menurut Gus Dur, Megawati sudah
mengirim surat kepada Presiden Habibie beberapa waktu lalu. Sayangnya, Gus
Dur tidak tahu persis tanggalnya.

"Setelah saya ketemu Pak Habibie, saya kira nanti Megawati juga akan
menyusul. Dan, Mbak Mega sudah kirim surat kepada Pak Habibie," kata Gus
Dur.

Berikut ini petikan wawancara dengan Ketua Umum PBNU tersebut.

Kalau Gus Dur ketemu Pak Harto apa yang dibicarakan?

Saya hanya ingin menyampaikan kalau saya itu ngggak setuju dengan omongan
agar Pak Harto diseret-seret ke pengadilan. Apaan ini. Kita itu harus
menghormati orang tua. Bawa ke pengadilan, dan disana dikorek. Tapi yang
namanya mahasiswa, lha saya ngerti mereka ini darah muda. Makanya, ya,
sudah. Jadi kalau saya ketemu Pak Harto saya minta sabarnya saja. Jadi, gitu
lho. Ya, sudah namanya anak muda, begini ya, mau diapain. Cuma itu saja.

Kenapa kalau pertemuan itu ada, Gus Dur nggak mau itu diketahui?

Politik itu kan, ya ada yang dibuka ada yang tidak. Mestinya begitu.

Jadi, memang pertemuan dengan Soeharto itu bagian yang tidak usah dibuka,
Gus? Padahal itu bagian dari rekonsiliasi?

Ya, mestinya begitu. Tulis aja begitu supaya jelas juga bagi Pak Harto.
Jangan disangka saya ini yang bikin-bikin.

Kabarnya Gus Dur setelah ketemu Soeharto 2 jam di rumahnya Bambang
Trihatmodjo, lalu Gus Dur membuka acara saresehan di Hotel Indonesia. Karena
lelah, Gus Dur langsung nginap di situ. Apa betul begitu?

Ha..ha.....Lha, saya ini nginep di HI kan karena ada yang bayarin.
Ha..ha..(tertawa)

Ide pertemuan itu dari mana?

Ya, saya sendiri. Dan akan saya omongkan terus terang saja saya nggak setuju
(soal seret menyeret Pak Harto-red). Dan soal itu saya omongkan juga kepada
para mahasiswa dalam Seminar Masyarakat Indonesia Baru, tadi malam (kemarin
di Hotel Indonesia-red). Saya bilang itu karena bukan budaya kita. Orang tua
kok, diseret-seret ke pengadilan. Lha, itu kan budaya barat, asing. Kita
nggak ada.

Itu kan refleksi ketidaksabaran dan ketidakpuasan mahasiswa terhadap upaya
pengusutan yang lambat Gus?

Lho, tapi kan jadi salah arah toh. Wong, yang salah juga bukan cuma Pak
Harto.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Dec 1998 jam 07:51:29 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke