----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------
From: Kadir Jaelani
Melihat sepak terjang ABRI akhi-akhir ini yang mau membentuk RATIH dan
banyaknya orang yang meragukan itikad baik terhadap ABRI memang perlu
dikaji lebih lanjut.
Kenapa setiap menghadapi demo mahasiswa dan demodemo yang lain ABRI
selalu siap dan tanggap,merasa mampu untuk menaklukkannya,sedangkan
terhadap setiap aksi dan kerusuhan berbau SARA yang terjadi di Indonesia
ABRI seakan-akan MANDUL alias IMPOTEN sehingga mau membentuk RATIH.
Coba kita lihat,kalau pada peristiwa Mei kerusuhan bisa terjadi dengan
sukses itu semua juga karena ABRI kita yang pura-pura Blo'on,sehingga
mahasiswa kita seakan-akan menang merebut gedung MPR,padahal kalau ABRI
mau nggak mungkin mahasiswa kita bisa menembus MPR,apalagi ABRI dalam
menghadapi kerusuhan Mei beralasan takut di sudutkan lagi karena telah
terjadi penembakan mahasiswa Trisakti,takut mengulang lagi,padahal dalam
peristiwa Semanggi rasa takut tersebut sudah tidak dihiraukan
lagi,sehingga mereka membabi-buta menembakkan senjatanya yang akhirnya
jatuh korban yang lebih banyak dari kasus Trisakti.
Setelah peristiwa Semanggi terjadi banyak korban,ABRI malahan berdalih
pelakunya bukan ABRI karena pelurunya nggak sama,wah mana bisa
dipercaya?Kenapa ABRI nggak bisa mengusut tuntas siapa yang menembakkan
peluru tersebut??Khan nggak semua orang bisa punya senjata selain
ABRI,jadi jangan hanya mencari alasan yang kuno dan nggak masuk akal
dengan mencari kambing hitam yang nggak bisa dicarikan
penyelesaiannya.(Dari dulu paling jago)
Sekarang yang perlu dipertanyakkan ABRI itu berdiri di pihak mana?
Apakah semboyan ABRI dari Rakyat untuk Rakyat masih berlaku?
Kalau ABRI masih berpolitik,maka susah diharapkan ABRI kita ini bisa
netral dalam menghadapi berbagai kasus yang terjadi dan yang akan
terjadi di Indonesia.
Maka jangan salahkan rakyat yang curiga melihat sepak terjang ABRI
dengan membentuk PAM Swakarsa,sekarang akan membentuk RATIH dengan
alasan kekurangan personil,kenapa pada masa ORBA bisa,sekarang kok nggak
bisa?Semua itu kembali kepada itikad dan citra yang telah di buat dan
akan di buat ABRI,biar rakyat yang menilai,ABRI kita ini mau di
kemanakan oleh para Pemimpinnya.
Pada pokoknya setiap perbuatan jelek yang dilakukan ABRI akan merusak
citra dan kepercayaan rakyat terhadap setiap langkah yang diambil oleh
ABRI,jangan salahkan rakyat yang sekarang sudah kurang percaya terhadap
ABRI,ABRI sendiri kurang bisa membawa diri terhadap permasalahan yang
terjadi di negeri ini.
Untuk Bapak Wiranto dan para Jenderal lainnya,tunjukkanlah sikap
ksatria,arif,bijaksana dan ingat sumpah Prajurit, Sapta Marga
ABRI,jangan buat rakyat jadi bingung,resah,kecewa,curiga,marah,kurang
percaya tehadap ABRI karena sepak terjang anda yang merugikan rakyat
banyak dengan mengambil langkah-langkah yang aneh-aneh dan kurang
bijaksana.Kembalikan ABRI kita kepada rakyat,sehingga rakyat merasa aman
dan terlindungi dan merasa bersatu dengan ABRI.
Semoga Allah STW,mengampuni dan membuka mata hati para pemimpin-pemimpin
kita ini,sehingga terhindar dari bisikan setan untuk menghancurkan
bangsa ini.
Wassalam.
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 25 Dec 1998 jam 16:36:43 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++