---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: default Saudara Abdul, Rupanya saudara tidak memahami dengan benar keadaan Timor Timur dan geografisnya. Komentar saudara merupakan suatu yang sangat ironis di satu pihak saudara menghendaki rejim penjajah RI keluar dari Timor Timur tampa saudara menganalisi mengapa sudah 23 tahun hal itu justru tidak diperhatikan dan ditanggapi oleh RI. Ingat saudara, 11 resolusi PBB begitu saja dilanggarkan oleh RI. Betapa bodohnya saudara, kalau Timor Timur miskin dan gersang dan tak ada apapun yang dapat diandalkan maka mungkin rakyat bangsa itu tak akan pernah ada dan tak akan pernah berjuang bertahun-tahun melawan penjajah Indonesia. Apakah gersang lantas tak memiliki hak merdeka? Apakah orang Timor Timur tak mampu bekerja memenuhi hidupnya? Mana ada penjajah yang secepatnya mengeksplorasi kekayaan bangsa terjajah jika nantinya dituduh menjajah demi harta? Saudara harus melihat sendiri kekayaan apa pula yang dimiliki di Jawa? Ingat Jawa dan Jakarta dibangun atas darah dan kekayaan dari propinsi lain di Indonesia. Indonesia dibangun dari utang luar negeri yang sangat ngeri dan Timor Timur sendiri dijadikan obyek untuk mendapatkan bantuan luar negeri tapi nyatanya dinikmati oleh penjajah sendiri. Ingatlah saudara, lahan pertanian tradisional rakyat Timor Timur yg sangat subur di masa lalu telah hancur karena penjajahan Indonesia. Kopi dan kayu cendana telah di rampok lalu di rusak oleh rejim penjajah militer. Timor gap merupakan suatu konspirasi pemerintah anda sendiri dengan Aussie untuk mendapatkan keuntungan sementara rakyatnya tetap dijajah. Ingat! sejarah selalu ditulis oleh kaum penjajah. Jangalah saudara terlalu mendengung2kan hasil pembangunan di Timor Timur yang sebenarnya dibangun diatas darah dan pelanggaran hak asasi masyarakatnya. Saudara mungkin terlalu polos dalam masalah penyerbuan 1975, tapi kalau ingin tahu: berapa nyawa yg terbunuh akibat penjajahan? berapa ternak rakyat yang binasa? berapa hektar sawah siap panen yang dihancurkan? berapa hektar hutan yang dibabat demi operasi militer? beberapa hektar lahan tanah yang dibuka pula untuk membangun kuburan bagi tentara penjajah? bebearap hektar tanah yang diperuntukan bagi kaum penjajah dan penguasanya? Tanyalah kepada penguasamu yang penjajah: mengapa tetap mempertahankan Timor Timur sementara rakyat Indonesia menderita? Bantuan dan Utang luar negerinyapun meningkat? Betapapun gersang dan tradisional, rakyat Timor Timur tetap bangga pada negerinya dan akan tetap berjuang mengusir penjajah. Tapi ingat juga bahwa pengangguran di Jawa dan propinsi lain dapat dikurangi karena penjajahan di Timor Timur. Ternyata saudara seperti para penguasa -setelah menjajah dan merampok sebagian besar dari hak bangsa terjajah, kemudian berkomentar bagaikan orang alim dan bijak. Sekali lagi saya sampaikan kepada saudara: janganlah bodoh dan polos dalam melihat masalah ini, karena segala tentu ada sebabnya. Tapi baguslah dengan dukungan saudara bahwa pemerintah anda harus mengangkat kaki dari bumi Loro Sa'e. Dan ingat bahwa bangsa Timor pun memiliki otak, tangan dan kaki untuk bekerja. Tentu tidak mudah tapi rakyatnya yakin bahwa semuanya harus bekerja. Lemorai ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Dec 1998 jam 16:47:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
