---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: Tedy WASPADA! Sudah ada sedikitnya tiga PENGIRIM surat yang isinya hanya hasutan murahan seperti ini, dan tahukah saudara sekalian bahwa ketiga-tiganya memakai layanan e-mail gratis seperti HOTMAIL. Kenapa ya? Lha kalo emangnya berita ini benar, ya monggo pake alamat e-mail dan nama yang jelas wae tho mas. Mungkin bung Ayahya atau Niri tahu siapa orang ini? Salam, TEDY THE KION NB: Selamat menunaikan ibadah PUASA, dan selamat hari Natal! (bagi yang merayakannya). Semoga dengan hari-hari khusus umat beragama tersebut Indonesia makin diridhoi, makin diberkati, dan makin dilindungi dari setan-setan yang makin merusakkan kesatuan dan persatuan bangsa ini. > -----Original Message----- > From: zUlFaN > To: Niri; ~Milis apakabar; ~Milis Bhinneka; ~Milis Mimbarbebas; ~Milis > Rakyat; ~Milis Refromasitotal; Ayahya > > > MEWASPADAI GERAKAN MAKAR > > Surah AT TAUBAH : 48 : > "Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari cari kekacauan > dan mereka > mengatur pelbagai macam "makar" (tipu daya) untuk (merusakkan) mu. Hingga > datanglah kebenaran (pertolongan) Allah, dan menanglah agama > Allah padahal mereka > tidak menyukainya" > > > Pada hari Jumat 13 Nopember 1998 telah terjadi insiden yang > menyebabkan jatuhnya > korban baik dari pihak mahasiswa Forkot/Famred/Forbes/Komrad, > aparat keamanan dan > anggota pam swakarsa. Setidaknya telah jatuh 5 korban jiwa > dikalangan mahasiswa 4 > korban jiwa dikalangan pam swakarsa dan seorang pelajar. Selain > itu ratusan orang > menderita luka ringan maupun berat. > > Apa yang sesungguhnya terjadi ??? Sejak bulan Oktober 1998 > BARISAN NASIONAL sebuah > organisasi yang didirikan kalangan sekuler abangan dan Islamophobia telah > menyatakan bahwa HABIBIE harus turun dengan segera dibentuk > pemerintahan transisi > yang disebut KOMITE RAKYAT INDONESIA (KRI) atau presidium yang > terdiri segelintir > orang yaitu : Kemal Idris, Sarwono Kusumaatmaja, Siwono Yudohusodo, Usep > Ranawijaya, Sri Edi Swasono, Sukmawati Sukarnoputri, Roch Basuki, > Permadi, Haryadi > Darmawan, Arifin Panigoro, Rahmat Witoelar, Ratna Sarumpaet, Romo > Sandyawan. > > Mereka mangancam jika pemerintah Habibie tidak turun, maka akan > mengerahkan massa > untuk menduduki gedung DPR/MPR seperti yang dilakukan pada 18-22 > Mei 1998. Tokoh > tokoh yang mereka inginkan duduk dalam KRI antara lain : Kemal > Idris, Megawati > Sukarnoputri, Sukmawati Sukarnoputri, Ali Sadikin, Ratna > Sarumpaet, Sarwono > Kusumaatmaja, Siwono Yudohusodo, Rahmat Witoelar dan lain lain. > > Sejak awal mereka ini bersikap menolak Sidang Istimewa tertutama > menyangkut Pemilu > karena bakal merugikan kelompok mereka. Orang Orang BARNAS dan > lembaga lembaga > milik kalangan sekuler abangan yang dibelakangnya juga didukung > mantan pangab > Katolik Leonardus Benny Moerdani dan sebuah lembaga Katolik CSIS, > tidak ingin > Habibie yang ketua umum ICMI dan dekat dengan kalangan Islam itu > tetap bertahan. > Karena itu melalui rapat rapat panjang sejak kejatuhan Soeharto > mereka memutuskan > harus menggulingkan pemerintahan Habibie pada Sidang Istimewa. > > Dalam rapat tanggal 5 Nopember 1998, berkumpullah tokoh tokoh yang berniat > melakukan makar dan penggulingan kekuasaan terhadap pemerintahan > yang sah. Rapat > itu dilakukan atas inisiatif kelompok RSJ (Revolusi Sekarang > Juga) yang ditanda > tangani Roch Basuki, seorang pendukung PDI perjuangan dengan > mengundang 18 wakil > organisasi yaitu : Aldian (FORKOT), Safik (FAMRED), Sarbini (FKSMJ), Indah > (KOMRAD), Lexy Lumentut (NEGARA INDONESIA TIMUR), Umam (GMNU), > Rozy Munir (GKPB), > Usep Ranumihardja (WIRAGAMA/PNI), Kun Sukarno (GRB), Ratna > Sarumpaet (SIAGA), > Haryadi Darmawan (GRN), Benny Fatha (PBN), Supadan (PDI), Baskara > (GMNI), Syaiful > Sulun (BARNAS), Theo Syafei (BARNAS/PDI Mega/Tokoh Katolik). > Dalam pertemuan itu > mereka membuat TOR PENYUSUNAN INFRASTRUKTUR REVOLUSI untuk > melakukan REVOLUSI > RAKYAT dalam merebut kedaulatan negara. Karenanya harus diciptakan suasana > revolusioner yang dengan sigap harus diungkap infrasturktur > revolusi yang solid. > Bentuk pertama adalah KOMITE RAKYAT INDONESIA (KRI). Karena itu > harus ditentukan > apa yang disebut �Musuh Bersama� dan �Kawan Revolusioner�. Pada tanggal 12 > Nopember, berdasarkan dokumen ini, harus dilakukan demonstrasi > besar besaran > dipusatkan di Jakarta untuk menduduki gedung DPR/MPR, sedangkan > didaerah daerah > merebut sarana vital. Aksi ini harus dopelopori komponen FORKOT, > FORBES, FAMRED, > KOMRAD dan semua unsur yang ikir rapat. > > Bagaimana sikap umat Islam ?? Sikap umat Islam seperti tertuang > dalam kongres Umat > Islam di Asrama Haji, pondok gede 2-7 Nopember 1998 dan tercermin > dalam Apel Siaga > Umat Islam di Statdion Utama Senayan Jakarta 5 Nopember 1998 > menyatakan mendukung > Sidang Istimewa. Pertimbangannya Sidang Istimewa ini akan membawa > bangsa Indonesia > menuju sistim demokrasi yang dicita citakan rakyat banyak > terutama dengan adanya > pemilihan umum bulan Mei 1999. Bagi Umat Islam proses konstitusional harus > dijalankan dalam setiap tahap reformasi dan menolak cara cara Anarki serta > memaksakan kehendak seperti diperlihatkan mahasiswa yang > tergabung dalam FORKOT > (Forum Kota atau Forum Komunis Total) - FAMRED (Forum Aksi Mahasiswa Untuk > Reformasi dan Demokrasi) � KOMRAD (Komite Mahasiswa Radikal) � > FORBES (Forum > Bersama) > > FORKOT/FAMRED/FORBES/KOMRAD adalah kelompok mahasiswa yang > terdiri dari kalangan > mahasiswa minoritas Kristen/Katolik berbasis di Universitas Atmajaya dan > Universitas Kristen Indonesia (UKI). Sebagian lagi berlatar > belakang SOSIALIS > KOMUNIS, walaupun secara formal bsa saja beragama Islam. Jadi > mereka yang berunjuk > rasa pada hari Kamis di tugu Proklamasi dan hari Jumat di > Semanggi dengan cara > BRUTAL dan ANARKIS bukanlah gambaran mahasiwa umumnya. Mereka > hanya sekelompok > mahasiwa saja. Sebagian besar mahasiswa Indonesia seperti > Mahasiswa Universitas > Indonesia (UI) � IPB ITB � UGM � IKIP Jakarta � UNDIP � UNAIR dan > lain lainnya > umumnya menyetujui Sidang Istimewa dengan berbagai catatan dan > kritik. Mereka yang > terakhir itulah mahasiswa Indonesia yang murni. Sedangkan > FORKOT/FAMRED/KOMRAD/FORBES adalah tunggangan dari kelompok ELIT > politik Barisan > Nasional (BARNAS) � CSIS � LB MOERDANI dan barisan sakit hati > yang ANTI ISLAM, > SEKULER, dan ABANGAN. Kita tahu dana mereka besar, baik dari luar > negeri maupun > dari dalam negeri. Amerika Serikat ikut mendanai mereka. > Pengusaha pengusaha dalam > negeri seperti Ariffin Panigoro � Sofyan Wanadi dan Siswono juga > memberikan dana > yang tidak terbatas. > > Kalangan minoritas Ekstrim ini juga didukung oleh Media Massa > milik mereka yang > secara gencar menyiarkan dan mengeksploitasi segala berita yang > menguntungkan > mereka. Media massa mereka seperti KOMPAS � SUARA PEMBARUAN � > MEDIA INDONESIA � > MERDEKA � JAKARTA POST � RCTI � SCTV � RADIO SONORA � RADIO > TRIJAYA dan masih > banyak lagi secara terang terangan telah berhasil menciptakan > OPINI bahwa kalangan > mahasiswa FORKOT � FAMRED � KOMRAD � FORBES teraniaya. Mereka > juga berhasil > menciptakan OPINI bahwa pendukung Sidang Istimewa telah melakukan tindakan > tindakan Makar � Brtital dan Anarkis. Seolah olah pihak PAM > SWAKARSA lah yang > offensive melakukan penyerangan terhadap mahasiwa FORKOT. Namun dalam > kenyataannya justru mahasiwa FORKOT bernama Anas Alamudi yang > dikenal sangat > KEKIRI KIRIAN degan sengaja dan brutal menabrakkan mobil VW > Safari merah miliknya > kelapisan barikade aparat sehingga menimbulkan korban dikalangan > aparat maupun > wartawan. Namun media massa milik kalangan minoritas justru > memutar balikkan fakta > sehingga seolah olah mahasiwa FORKOT itu yang menjadi korban. > > Dalam insiden di Semanggi hari Jumat malam, mahasiswa FORKOT - > FAMRRED � FORBES � > KOMRAD yang berbasis di UNIKA Atmajaya melakukan provokasi dengan > lemparan batu > batu besar dan bom molotov. Ratusan bom molotov telah mereka > siapkan di Atmajaya > begitu pula dengan senjata tajam, golok dan batu batu. Tetapi > lagi lagi media > massa milik kalangan minoritas ekstrim berhasil mengekspoese > hanya senjata PAM > SWAKARSA berupa bambu padahal hanya beberapa saja bambu yang > diruncingkan. Itupun > tidak pernah digunakan. SCTV � RCTI � Radio Trijaya � dan Sonora > terutama yang > paling gencar menyiarkan kebohongan kebohongan ini. > > Bahkan media massa ini sama sekali tidak mau menyiarkan berita > korban dari pihak > pendukung Sidang Istimewa yakni tiga orang telah DIBANTAI oleh > massa FORKOT dan > massa brutal lainnya disekitar jembatan Cawang pada hari Jumat. > Ketiga orang itu > tewas dengan mengenaskan. Mata mereka ditusuk dengan benda > runcing, muka mereka > lebam dan bersimbah darah, mulut mereka hancur dipukul batu dan > diinjak injak. > Semua indentitas mereka dihancurkan, dompet dan uangpun juga > dirampas. Ketiga > orang ini diperlakukan seperti binatang. > > Siapakah anggota PAM SWAKARSA ??? Sebenranya istilah PAM SWAKARSA > bukanlah istilah > yang datang dari orang orang yang kemudian bergabung dalam > barisan pendukung > Sidang Istimewa. PAM SWAKARSA itu nama yang diberikan oleh POLDA. > Tidak semua > pendukung SI dikatagorikan PAM SWAKARSA, sehingga istilah ini > sangat merugikan > karena seolah olah PAM SWAKARSA itu bentukan ABRI. Tapi karena > gencarnya opini > yang dibentuk media massa mereka, maka jadilah PAM SWAKARSA > identik dengan siapa > saja yang mendukung SI. Para pendukung SI yang mereka sebut PAM > SWAKARSA itu > sebenarnya adalah pemuda pemuda, ulama ulama dan santri santri > dari berbagai > pesantren se Jabotabek dan anggota organisasi massa Islam secara > perorangan, > Pelajar Islam Indonesia (PII), Gerakan Pemuda Islam (GPI), > Himpunan Mahasiwa Islam > (HMI), Pemuda Muslimin Indonesia (PMI), Badan Koordinasi Pemuda > Remaja Mesjid > Indonesia (BKPRMI), Pemuda Islam (PI), Gerakan Pemuda Ansor > (GPA), Ikatan Mahasiwa > Muhammdiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, Angkatan Muda Islam > Indonesia (AMII), > Pemuda Islam Banten, dan lain lain. Mereka membentuk Komite > Pendukung Sidang > Istimewa karena amanat Kongres Umat Islam antara lain harus mendukung > terlaksanannya Sidang Istimewa dan menghadapi gerakan Anti SI > yang dilakukan > BARNAS � FORKOT dan lain lain. Mereka juga mengemban amanat Apel > Siaga Umat Islam > yang dipelopori Forum Ulama Habaib dan tokoh masyarakat Betawi. > Untuk itu dihimbau > jangan terpancing dengan tipu daya kaum kafirin, musrikin, > fasikin, melalui segala > cara memojokkan dan mengadu domba umat Islam. > > Apa langkah kita selanjutnya ??? Sidang Istimewa akhirnya > berjalan baik. Banyak > aspirasi umat Islam dan rakyat umumnya tercapai dengan sedikit > kekurangan disana > sini. Itulah hasil maksimal MPR kali ini. Mudah mudaham MPR hasil > Pemilu 1999 akan > leboh baik. Setidaknya kita harus jaga hasil hasil SI ini karena > didalamnya > menjamin keberlangsungan PEMILU, sedangkan kalangan minoritas ekstrim > Katolik/Kristen takut menghadapi Pemilu. Begitu juga dengan > BARNAS � CSIS � dan > tokoh REFORMIS GADUNGAN lainnya. > > Namun rupa rupanya mahasiswa FORKOT � FAMRED � FORBES � KOMRAD > dan massa liar > rusuh tidak puas karena GAGAL menembus gedung DPR/MPR. Jumat malam mereka > melakukan terus aksi massa yang brital dan anarkis sepanjang > Sabtu sehingga > terjadi kerusuhan besar di Jakarta. Mobil mobil kembali dirusak > dan dibakar, jalan > jalan diblokade oleh mereka, masyarakat dicekam ketakutan. Mereka > mulai menjarah. > Sementara itu BARNAS melalui SRI EDI SWASONO dan KEMAL IDRIS menginginkan > terbentuknya KOMITE RAKYAT INDONESIA (KRI) dan membubarkan MPR > yang ada sekarang. > Dengan begitu Habibie turun dan merekalah yang berkuasa. Mereka > ingin merebut > kekuasaan saat ini juga dan mahasiswa FORKOT � FORBES � FAMRED � > KOMRAD adalah > ujung tombak mereka. > > Menghadapi situasi seperti ini umat Islam akan berjihad dijalan > Allah dalam > memerangi kaum kafir & fasik yang ekstrim yang akan merebut > kekuasaan dengan cara > kekerasan dan inskonstitusional. Merekalah kelompok BARNAS - CSIS > � FORKOT � > FORBES � KOMRAD � FAMRED dan segala unsur Minoritas Ekstrim > lainnya yang bermain > dibelakang aksi aksi dengan cara fisik !!! > > KOMITE UMAT ISLAM PEMBELA KONSTITUSI > > Zulfan > ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Dec 1998 jam 16:46:57 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
