Assalamu Alaikum Wr Wb,

Terima kasih sekali atas tanggapan Bung Abdullah Hasan.

Saya pada posting2 sebelumnya mengecam tindakan anarkis dan kejam 
dengan membunuh 4 orang anggota Pam Swakarsa tsb. Tolong anda catat 
itu. Saya menyesalkan terjadinya peristiwa tsb dalam bentuk suatu 
konflik horisontal antar masyarakat sipil yg memang diinginkan oleh 
rezim dan, tentu saja, militer. Mereka, keempat korban, hanyalah 
korban politik yang sangat kejam. Hal tsb tidak perlu terjadi jika 
semua pihak bisa menahan diri, termasuk anggota masyarakat, yang 
melakukan tindakan main hakim sendiri. 
Saya sepakat betul dengan and, para pembunuh Pam Swakarsa itu sangat 
biadab. Sama biadabnya dengan perusuh dan pembakar gereja di Ketapang, 
mesjid di Kupang, dll.....

Coba anda, dan kita semua, telaah lagi, mengapa masyarakat bisa 
sedemikian kejamnya? Bisa karena mereka memang muak melihat Pam 
Swakarsa tsb dengan bambu runcingnya atau rekayasa???.... silakan anda 
nilai sendiri.

Tapi tolong, Bung Abdullah juga jelaskan pada kami...
- Apakah betul Pam Swakarsa tsb, dipersenjatai bambu runcing karena :
  1. memperingati hari pahlawan?
  2. untuk tiang bendera?
  seperti penjelasan dari mereka2 sendiri...
- Apakah betul Pam Swakarsa itu sedang berjihad? tolong jelaskan pada
  saya, segala alasan dan fakta yg anda miliki
- Apakah mereka pejuang Islam, karena membela Habibie?
- Bagaimana pula dengan kasus makanan yang tidak dibayar?

Tolong juga anda catat, saya tidak pernah menggeneralisir semua umat 
Islam dan pemimpin sebagai bodoh. Tapi memang masih ada sebagian 
pemimpin agama Islam yang berpikiran picik dan rasis dengan dukungan 
segelintir massa Islam yang bodoh dan miskin, sehingga rela melakukan 
apa saja untuk Rp 20,000/hari, contoh : Pam Swakarsa.
Saya percaya masih banyak pemimpin2 Islam yang baik dan lebih banyak 
lagi ummat Islam yang tercerahkan. Jadi, maaf yah, Bung... saya tidak 
akan menggeneralisir umat Islam.

Saya tidak pernah mengecam segala bentuk gerakan Islam, sejauh semua 
dilakukan dalam konteks kemajuan bangsa, dan dengan cara2 yang intelek 
dan damai. Bukan ala Pam Swakarsa yang lebih mirip Pemuda Pancasila 
dan para-militer lain.
Karenanya saya tetap memberikan dukungan saya pada KAMMI dan Partai 
Keadilan, karena saya menilai bentuk perjuangan mereka sangat Islami 
dan tidak berwawasan picik dan rasis.

Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih atas segala saran dan 
tanggapan Bung Abdullah, termasuk 'positioning' anda terhadap diri 
saya, saya terima dengan ikhlas. Urusan posisi saya adalah urusan saya 
dengan Allah, bukan urusan saudara. Lagipula saya tidak punya kelompok 
seperti yang anda tuduh. Dan mohon maaf apabila ada kata2 saya yg 
kurang berkenan. 

Saya hanya tidak ingin agama (apapun agamanya) dijadikan kendaraan dan 
alat politik penguasa. Itu saja. Titik.

Selamat menunaikan ibadah puasa.

Wassalam,
Moh Iqbal


"Abdullah Hasan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote on Friday December 25, 
1998 at  5:56am:
>Assalamualaikum,
>Bung Iqbal , Saudara sekalian,
> Kisah Tercecer adalah potret sisi kemanusiaan nasib tragis empat 
manusia
>islam kecil yang kepalanya hancur, matanya dicongkel , isi kepala 
terburai
>,dsb.  Tanggapan Bung Iqbal  kok kurang relevan. Enggan memandang 
potret
>yang dipasang, tanggapan tersebut cuma mengemukakan pandangan politik 
yang
>kebetulan sejalan dengan kelompok biadab yang tega memecah kepala dan
>mengeluarkan otak empat manusia itu yang tidak sejalan pandangan 
politiknya.
>
>Kalau soal politik setuju-tak setuju SI MPR, setuju-tak setuju 
Pemerintahan
>Habibie, dan lain-lain  setuju-tak setuju , semuanya sah-sah saja 
dalam
>demokrasi. Kebenarannya adalah relatif. Anda bisa merasa pandangan 
anda
>sendiri lebih benar dari yang lain. Tapi anda tidak bisa memaksakan
>pandangan anda terhadap orang lain. Anda sepertinya berusaha 
menasihati
>orang Islam dan pemimpinnya yang menurut anda berpikir naif melakukan 
jihat
>, padahal sedang melakukan perbuatan jahat. Saya pikir anda sedang
>terjerumus berpikir naif memandang terlalu pintar diri sendiri, 
memandang
>terlalu bodoh banyak orang-orang muslimin dan pemimpinnya.
>
>Saya pikir adalah lebih baik saudara Iqbal menasihati kelompok 
saudara
>sendiri agar bisa menerima perbedaan pendapat. Agar juga bisa 
menjauhi
>perbuatan kekerasan, menghargai nyawa orang lain, jangan memecah 
kepala
>manusia lain, tidak menganggu ketertiban umum, dan sebagainya. Kalau 
kita
>sama-sama bisa mengekang diri , belajar berdemokrasi, menjauhi 
kekerasan ,
>berbuat secara beradab, mengikuti ajaran agama , dsb. Niscaya dimasa 
depan
>Insyaallah penderitaan masyarakat Indonesia (  baca: yang 
mayoritasnya
>penderitaan masyarakat muslimin Indonesia ) , bisa lebih bisa 
dihindari.
>
>Saudara Iqbal, maaf banyak, masyarakat Muslimin sudah terlalu lelah
>mendengar banyak petuah bijak yang menasihati. Kami kelihatannya 
masih
>kekurangan telinga yang bisa mendengar keluhan dan penderitaan kami . 
Apakah
>kedua telinga anda bisa disumbangkan pada kami ?.  Apakah kedua 
tangan anda
>bisa terulur pada kami ? Apakah kedua mata anda mau melihat potret
>penderitaan kami ? Apakah lidah anda bisa membela kami ?  Kami banyak 
tapi
>masih sendiri ( antara lain karena banyak orang seperti anda : 
berasal dari
>kami tapi berada diluar kami).
>
>Wassalam.
>
>----- Original Message -----
>From: Moh Iqbal <[EMAIL PROTECTED]>
>To: Who Am I <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
>Cc: Reformasi Total <[EMAIL PROTECTED]>; Librarian
><[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
><[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Thursday, December 24, 1998 5:03 PM
>Subject: Re: [is-lam] Ratih dan Kisah Tercecer Pam-Swakarsa
>
>
>>Assalamu Alaikum Wr Wb,
>>
>>Saya kira inti dari segala permasalahan seputar Pam Swakarsa yang
>>nista itu adalah pemanfaatan massa Islam yang punya potensi massa
>>besar utk kepentingan politik rezim yang zalim ini.
>>Sehingga alangkah sedihnya ketika, lagi-lagi, seolah-olah Habibie
>>diidentikkan dengan Islam atau pro-reformasi dikatakan sebagi
>>anti-Islam.
>>Ummat Islam, terutama para pemimpinnya, perlu belajar dan lebih 
dewasa
>>lagi, sehingga dapat paham betul, apa kebutuhan dan tantangan negeri
>>ini sebenarnya. Para ulama dan pemimpin agama, hendaknya tidak hanya
>>menjadi alat 'stempel halal' atas segala perbuatan kotor rezim. Tapi
>>harus berani berjuang untuk kepentingan ummat.
>>Janganlah kita, ummat Islam, hanya karena merasa dirinya besar, kuat
>>dan mayoritas sehingga selalu merasa paling benar dan semua pendapat
>>atau kelompok diluar Islam dianggap salah.
>>Musuh ummat Islam adalah rezim yang zalim ini, yang telah menipu dan
>>memperalat ummat Islam melalui tangan2 kotornya untuk mempertahankan
>>kezaliman di negeri ini. Bahkan senjata fitnah-pun sudah menjadi 
halal
>>bagi rezim kotor ini.
>>Jangan pula kita cemari nilai2 suci Islam yang identik dengan cinta
>>kasih dan perdamaian, dengan nilai2 nista, penuh kekerasan, penuh 
rasa
>>benci dan dengki serta fitnah.
>>Pam Swakarsa merupakan contoh nyata kebodohan sebagian kecil ummat
>>Islam dan kepicikan berpikir beberapa kelompok Islam radikal. Mereka
>>pikir mereka berjihad, padahal mereka sedang berbuat jahat! Dan itu
>>semua demi kepentigan rezim zalim yang tangannya telah berlumuran
>>darah ummat Islam sendiri. Alangkah nistanya!
>>Marilah kita, ummat Islam, bersatu padu dengan segala komponen
>>pro-reformasi total Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang 
madani.
>>
>>Wassalam,
>>Moh Iqbal
>>
>>
>>
>>
>>Who Am I <[EMAIL PROTECTED]> wrote on Thursday December 24, 1998 at
>>1:07am:
>>>Majalah UMMAT
>>>
>>>EDISI No.25 Thn. IV/ 28 Des 98
>>>
>>>                Kisah Tercecer PAM Swakarsa
>>
>>+-------------------------------------------------------------------
-------
>+
>>| The coolest site for free home pages, email, chat, e-cards, movie 
info..
>|
>>|               http://www.goplay.com - it's time to Go Play!
>|
>>+-------------------------------------------------------------------
-------
>+
>>
>>
>>


+--------------------------------------------------------------------------+
| The coolest site for free home pages, email, chat, e-cards, movie info.. |
|               http://www.goplay.com - it's time to Go Play!              |
+--------------------------------------------------------------------------+

------------------------------------------------------------------------
Gobble up some brain food, then Yak Back in our chat room
See new Detective in a Jar episodes; Aladdin and Lion King comics
http://ads.egroups.com/click/131/0

E-group home: http://www.eGroups.com/list/reformasitotal
Free Web-based e-mail groups by eGroups.com

Kirim email ke