Saya hanya ingin menanggapi saja mengenal Pam Swakarsa dan pemimpin 
Islam. Menurut saya, saudara Iqbal dan Abdullah Hasan sama benarnya 
karena permasalahan seperti sini selalu bisa dilihat dan dicerna dari 
segala sisi. Namun, saya sangat setuju sekali dengan saudara Iqbal yang 
menyatakan ketidaksetujuan jika agama dijadikan alat dan kendaraan 
berpolitik oleh para penguasa. Saya sebenarnya sudah sejak lama merasa 
muak jika agama selalu dijadikan alasan-alasan dibalik manuver politik 
yang akhirnya hanya membawa perpecahan dan kebingungan masyarakat karena 
biar bagaimanapun agama masih tetap merupakan isu sensitif dan tidak 
semua anggota masyarakat (apalagi masyarakat kita dengan segala 
kesenjangannnya di segala aspek) bisa memandang dengan kepala jernih dan 
tidak terbawa emosi. Namun saya juga tidak bisa menyalahkan saudara 
Abdullah Hasan, karena memang muslimin yang menjadi mayoritas bangsa ini 
selalu seperti terkena getahnya apalagi jika sudah dikait-kaitkan dengan 
agama. 

Karenanya saya hanya ingin mengatakan kenapa kita sekarang harus 
melandaskan perjuangan berdasarkan agama, atau pun berdasarkan 
perbedaan-perbedaan lain seperti ras misalnya. Bangsa kita bangsa yang 
besar, dan akan tumbuh besar dengan perbedaan-perbedaanya, dan kenapa 
sekarang kita tidak menyatukan tujuan dan hati nurani tanpa membedakan 
agama. Saya menyesalkan sikap-sikap Islam Radikal yang akhirnya hanya 
mengotori perjuangan ini, dan saya juga menyesalkan sikap pemimpin Islam 
yang masih suka membawa agama dalam misi perjuangannya sehingga seperti 
menganaktirikan agama lain yang juga mempunyai tujuan dan niat yang 
sama. Jadi, kenapa kita tidak melangkah lebih maju dengan menetapkan 
satu tujuan perjuangan yang bisa dinikmati seluruh anak bangsa ini, 
terlepas dari agama, ras, dan sebagainya. Kenapa sekarang kita tidak 
berpikir, kita adalah satu, bangsa Indonesia, yang sedang berjuang untuk 
membawa negara ini ke arah yang lebih baik... Hasrat berjuang bersama 
ini yang harusnya terus dibina sehingga kita semua tidak mudah terbawa 
mosi pecah belah yang mungkin sedang dilancarkan segelintir orang untuk 
menghancurkan bangsa ini. Sebagai muslim, terus terang saja lelah 
melihat betapa kita mudah sekali lupa terhadap niat awal perjuangan kita 
semula hanya karena terbentur agama. 

Selamat menjalankan ibadah puasa

Gita



>
>Assalamu Alaikum Wr Wb,
>
>Terima kasih sekali atas tanggapan Bung Abdullah Hasan.
>
>Saya pada posting2 sebelumnya mengecam tindakan anarkis dan kejam 
>dengan membunuh 4 orang anggota Pam Swakarsa tsb. Tolong anda catat 
>itu. Saya menyesalkan terjadinya peristiwa tsb dalam bentuk suatu 
>konflik horisontal antar masyarakat sipil yg memang diinginkan oleh 
>rezim dan, tentu saja, militer. Mereka, keempat korban, hanyalah 
>korban politik yang sangat kejam. Hal tsb tidak perlu terjadi jika 
>semua pihak bisa menahan diri, termasuk anggota masyarakat, yang 
>melakukan tindakan main hakim sendiri. 
>Saya sepakat betul dengan and, para pembunuh Pam Swakarsa itu sangat 
>biadab. Sama biadabnya dengan perusuh dan pembakar gereja di Ketapang, 
>mesjid di Kupang, dll.....
>
>Coba anda, dan kita semua, telaah lagi, mengapa masyarakat bisa 
>sedemikian kejamnya? Bisa karena mereka memang muak melihat Pam 
>Swakarsa tsb dengan bambu runcingnya atau rekayasa???.... silakan anda 
>nilai sendiri.
>
>Tapi tolong, Bung Abdullah juga jelaskan pada kami...
>- Apakah betul Pam Swakarsa tsb, dipersenjatai bambu runcing karena :
>  1. memperingati hari pahlawan?
>  2. untuk tiang bendera?
>  seperti penjelasan dari mereka2 sendiri...
>- Apakah betul Pam Swakarsa itu sedang berjihad? tolong jelaskan pada
>  saya, segala alasan dan fakta yg anda miliki
>- Apakah mereka pejuang Islam, karena membela Habibie?
>- Bagaimana pula dengan kasus makanan yang tidak dibayar?
>
>Tolong juga anda catat, saya tidak pernah menggeneralisir semua umat 
>Islam dan pemimpin sebagai bodoh. Tapi memang masih ada sebagian 
>pemimpin agama Islam yang berpikiran picik dan rasis dengan dukungan 
>segelintir massa Islam yang bodoh dan miskin, sehingga rela melakukan 
>apa saja untuk Rp 20,000/hari, contoh : Pam Swakarsa.
>Saya percaya masih banyak pemimpin2 Islam yang baik dan lebih banyak 
>lagi ummat Islam yang tercerahkan. Jadi, maaf yah, Bung... saya tidak 
>akan menggeneralisir umat Islam.
>
>Saya tidak pernah mengecam segala bentuk gerakan Islam, sejauh semua 
>dilakukan dalam konteks kemajuan bangsa, dan dengan cara2 yang intelek 
>dan damai. Bukan ala Pam Swakarsa yang lebih mirip Pemuda Pancasila 
>dan para-militer lain.
>Karenanya saya tetap memberikan dukungan saya pada KAMMI dan Partai 
>Keadilan, karena saya menilai bentuk perjuangan mereka sangat Islami 
>dan tidak berwawasan picik dan rasis.
>
>Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih atas segala saran dan 
>tanggapan Bung Abdullah, termasuk 'positioning' anda terhadap diri 
>saya, saya terima dengan ikhlas. Urusan posisi saya adalah urusan saya 
>dengan Allah, bukan urusan saudara. Lagipula saya tidak punya kelompok 
>seperti yang anda tuduh. Dan mohon maaf apabila ada kata2 saya yg 
>kurang berkenan. 
>
>Saya hanya tidak ingin agama (apapun agamanya) dijadikan kendaraan dan 
>alat politik penguasa. Itu saja. Titik.
>
>Selamat menunaikan ibadah puasa.
>
>Wassalam,
>Moh Iqbal
>
>
>"Abdullah Hasan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote on Friday December 25, 
>1998 at  5:56am:
>>Assalamualaikum,
>>Bung Iqbal , Saudara sekalian,
>> Kisah Tercecer adalah potret sisi kemanusiaan nasib tragis empat 
>manusia
>>islam kecil yang kepalanya hancur, matanya dicongkel , isi kepala 
>terburai
>>,dsb.  Tanggapan Bung Iqbal  kok kurang relevan. Enggan memandang 
>potret
>>yang dipasang, tanggapan tersebut cuma mengemukakan pandangan politik 
>yang
>>kebetulan sejalan dengan kelompok biadab yang tega memecah kepala dan
>>mengeluarkan otak empat manusia itu yang tidak sejalan pandangan 
>politiknya.
>>
>>Kalau soal politik setuju-tak setuju SI MPR, setuju-tak setuju 
>Pemerintahan
>>Habibie, dan lain-lain  setuju-tak setuju , semuanya sah-sah saja 
>dalam
>>demokrasi. Kebenarannya adalah relatif. Anda bisa merasa pandangan 
>anda
>>sendiri lebih benar dari yang lain. Tapi anda tidak bisa memaksakan
>>pandangan anda terhadap orang lain. Anda sepertinya berusaha 
>menasihati
>>orang Islam dan pemimpinnya yang menurut anda berpikir naif melakukan 
>jihat
>>, padahal sedang melakukan perbuatan jahat. Saya pikir anda sedang
>>terjerumus berpikir naif memandang terlalu pintar diri sendiri, 
>memandang
>>terlalu bodoh banyak orang-orang muslimin dan pemimpinnya.
>>
>>Saya pikir adalah lebih baik saudara Iqbal menasihati kelompok 
>saudara
>>sendiri agar bisa menerima perbedaan pendapat. Agar juga bisa 
>menjauhi
>>perbuatan kekerasan, menghargai nyawa orang lain, jangan memecah 
>kepala
>>manusia lain, tidak menganggu ketertiban umum, dan sebagainya. Kalau 
>kita
>>sama-sama bisa mengekang diri , belajar berdemokrasi, menjauhi 
>kekerasan ,
>>berbuat secara beradab, mengikuti ajaran agama , dsb. Niscaya dimasa 
>depan
>>Insyaallah penderitaan masyarakat Indonesia (  baca: yang 
>mayoritasnya
>>penderitaan masyarakat muslimin Indonesia ) , bisa lebih bisa 
>dihindari.
>>
>>Saudara Iqbal, maaf banyak, masyarakat Muslimin sudah terlalu lelah
>>mendengar banyak petuah bijak yang menasihati. Kami kelihatannya 
>masih
>>kekurangan telinga yang bisa mendengar keluhan dan penderitaan kami . 
>Apakah
>>kedua telinga anda bisa disumbangkan pada kami ?.  Apakah kedua 
>tangan anda
>>bisa terulur pada kami ? Apakah kedua mata anda mau melihat potret
>>penderitaan kami ? Apakah lidah anda bisa membela kami ?  Kami banyak 
>tapi
>>masih sendiri ( antara lain karena banyak orang seperti anda : 
>berasal dari
>>kami tapi berada diluar kami).
>>
>>Wassalam.
>>
>>----- Original Message -----
>>From: Moh Iqbal <[EMAIL PROTECTED]>
>>To: Who Am I <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
>>Cc: Reformasi Total <[EMAIL PROTECTED]>; Librarian
>><[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
>><[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
>>Sent: Thursday, December 24, 1998 5:03 PM
>>Subject: Re: [is-lam] Ratih dan Kisah Tercecer Pam-Swakarsa
>>
>>
>>>Assalamu Alaikum Wr Wb,
>>>
>>>Saya kira inti dari segala permasalahan seputar Pam Swakarsa yang
>>>nista itu adalah pemanfaatan massa Islam yang punya potensi massa
>>>besar utk kepentingan politik rezim yang zalim ini.
>>>Sehingga alangkah sedihnya ketika, lagi-lagi, seolah-olah Habibie
>>>diidentikkan dengan Islam atau pro-reformasi dikatakan sebagi
>>>anti-Islam.
>>>Ummat Islam, terutama para pemimpinnya, perlu belajar dan lebih 
>dewasa
>>>lagi, sehingga dapat paham betul, apa kebutuhan dan tantangan negeri
>>>ini sebenarnya. Para ulama dan pemimpin agama, hendaknya tidak hanya
>>>menjadi alat 'stempel halal' atas segala perbuatan kotor rezim. Tapi
>>>harus berani berjuang untuk kepentingan ummat.
>>>Janganlah kita, ummat Islam, hanya karena merasa dirinya besar, kuat
>>>dan mayoritas sehingga selalu merasa paling benar dan semua pendapat
>>>atau kelompok diluar Islam dianggap salah.
>>>Musuh ummat Islam adalah rezim yang zalim ini, yang telah menipu dan
>>>memperalat ummat Islam melalui tangan2 kotornya untuk mempertahankan
>>>kezaliman di negeri ini. Bahkan senjata fitnah-pun sudah menjadi 
>halal
>>>bagi rezim kotor ini.
>>>Jangan pula kita cemari nilai2 suci Islam yang identik dengan cinta
>>>kasih dan perdamaian, dengan nilai2 nista, penuh kekerasan, penuh 
>rasa
>>>benci dan dengki serta fitnah.
>>>Pam Swakarsa merupakan contoh nyata kebodohan sebagian kecil ummat
>>>Islam dan kepicikan berpikir beberapa kelompok Islam radikal. Mereka
>>>pikir mereka berjihad, padahal mereka sedang berbuat jahat! Dan itu
>>>semua demi kepentigan rezim zalim yang tangannya telah berlumuran
>>>darah ummat Islam sendiri. Alangkah nistanya!
>>>Marilah kita, ummat Islam, bersatu padu dengan segala komponen
>>>pro-reformasi total Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang 
>madani.
>>>
>>>Wassalam,
>>>Moh Iqbal
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>Who Am I <[EMAIL PROTECTED]> wrote on Thursday December 24, 1998 at
>>>1:07am:
>>>>Majalah UMMAT
>>>>
>>>>EDISI No.25 Thn. IV/ 28 Des 98
>>>>
>>>>                Kisah Tercecer PAM Swakarsa
>>>
>>>+-------------------------------------------------------------------
>-------
>>+
>>>| The coolest site for free home pages, email, chat, e-cards, movie 
>info..
>>|
>>>|               http://www.goplay.com - it's time to Go Play!
>>|
>>>+-------------------------------------------------------------------
>-------
>>+
>>>
>>>
>>>
>
>
>+--------------------------------------------------------------------------+
>| The coolest site for free home pages, email, chat, e-cards, movie 
info.. |
>|               http://www.goplay.com - it's time to Go Play!              
|
>+--------------------------------------------------------------------------+
>
>------------------------------------------------------------------------
>Gobble up some brain food, then Yak Back in our chat room
>See new Detective in a Jar episodes; Aladdin and Lion King comics
>http://ads.egroups.com/click/131/0
>
>E-group home: http://www.eGroups.com/list/reformasitotal
>Free Web-based e-mail groups by eGroups.com
>


______________________________________________________
------------------------------------------------------------------------
HarmonyHouse.com gives you 20% off all CDs all the time!
HarmonyHouse.com has over 150,000 titles available right now!
So what are you waiting for? Check out http://offers.egroups.com/click/175/0
Music is all we do.


Free Web-based e-mail groups -- http://www.eGroups.com

Kirim email ke