---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Kita pernah merasa bangga menjadi orang Indonesia. Sebuah negeri elok penuh penuh pesona. Jutaan nyiur di pantai, jutaan senyum ramah Sabang marauke kita bilang, sejauh mata memandang.. Berisi harta karun dan kesuburan.. Kita pernah mengajari puluhan juta generasi cilik Indonesia adalah negara adil makmur,kaya raya dan disegani dunia.. Kita bawa mereka mengunjungi taman mini, kita tunjukan betapa kayanya budaya ini. Dan lihat, itu gereja dan klenteng juga mesjid berdiri berdampingan denfan akurnya.. Dari cable car yang melintas kolam nusantara betapa damai dan sejuknya Indonesia kelihatan. O apakah ini cuma mimpi? Sebuah halusinasi massal yang ditebarkan oleh barisan pesulap terkenal.. Sebuah pekerjaan sukes indokrinasi kolosal dari para khalif barbar.. Nasionalisme adalah sebuah pikiran semu. Negara bukanlah Tuhan yang mesti disembah Menjadi masyarakat merdeka dan makmur itu adalah tujuan hidup yang sebenarnya. Sebuah masyarakat yang terbebas dari rasa takut, mencari sukses dengan cara yg halal dan menghargai perbedaan pendapat dan kepercayaan. Negara adalah cuma bagian dari alat. Tuhan menciptakan manusia bukan negara. Tuhan menciptakan bangsa semit bukan negara negara Arab dan Yahudi. Dan Tuhan menciptakan bangsa melanesia bukan negara Indonesia.. Manusia yang menciptakan negara. Dan manusia juga yang membuat kasta kasta.. Bintang dilangit ditaruh dipundak para manusia berseragam.. Makin banyak bintang yang bertaburan makin seperti Tuhan dia akan kelihatan.. Para kurcaci dibawahnya tidak akan segan mempertaruh kan nyawa demi Negara dan Tuhan bohongan. Negara adalah keluarga. Seperti memilih gadis mana yang kita akan pinang, anda bisa memilih yang terbaik untuk anda.. Sekeluarga yang brengsek menandakan kepala rumah tangga yang tidak becus.. Sebuah komuniti yang kacau balau menandakan ulama dan para guru yang salah mendidik.. Keluarga ini, keluarga kita makin menunjukan gejala sakit jiwa.. Ketika kita semua dalam sakit psikis Sang Bapak malah pesta pora. Lapar memang bisa dihilangkan dengan beras Frustasi bisa dikurangi dengan janji janji tapi sakitnya jiwa manusia yang tidak merdeka obatnya cuma pembebasan... Agama adalah alat, Bagi orang yang berakal , agama menunjukan cara yang baik untuk terbebas dari belenggu Setan. Atau belengu sang Tyran.. Jangan termenung memandangi masa lalu. Kita memang sedang karam. Carilah sekoci dan selamati diri.. Juga selamatkan orang orang yang kalian kasihi.. Perbaiki sampan sebelum menyebrang. Jaga muatan agar tidak berlebihan.. Jangan ajak tikus dan para pencuri Merekalah sebenarnya biang kerok tenggelamnya kapal ini. Jangan menyebrang lautan bila memang tak siap. Tahu kekuatan diri bila mau selamat.. Hindari topan,karena cuma orang orang tolol yang merasa yakin bisa menerjang murkanya alam.. Kayuh terus sampan ini. Mari keluarkan keringat bersama sama.. Bila rakit Kon-Tiki sanggup menyebrangi dari dar\taran Peru sampi ke kepulauan Pasifik, Sampan inipun akan sanggup membawa kita kesebuah negeri harapan. Ketika Mahasiswa melengking mendemo penguasa Ketika generasi muda ini melengking kesakitan dihajar peluru dan popor polisi dan tentara Sebenarnya kita sedang mendengar lengkingan burung camar ditengah lautan. Kata orang, Itu menandakan kita sudah dekat pada daratan.. Sebuah pulau dambaan. Negeri dimana semua orang duduk dan berdiri bersama sama.. Bahu membahu hidup berdampingan.. dan meraih kemakmuran.. Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Dec 1998 jam 01:05:16 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
