----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


MENTERI LH/KETUA BAPEDAL: "PT IIU HARUS DITUTUP"

        MEDAN (SiaR, 25/12/98), Menteri Lingkungan Hidup dan Ketua Bapedal dr
Panangian Siregar menilai, pemerintah tidak ada pilihan lain kecuali harus
menutup Indorayon. "PT Inti Indorayon Utama (IIU) selama ini sudah
menyengsarakan banyak masyarakat banyak dengan mempertahankan segelintir
orang. Jadi kalau ada orang-orang yang tidak menginginkan IIU ditutup, saya
juga tidak tahu bagaimana pandangan mereka tentang keresahan masyarakat."

        Siregar mengatakan hal ini pada wartawan di VIP Room Bandara Polonia
menjelang bertolak ke Jakarta Rabu (23/12) lalu, sebaiknya pihak IIU sebelum
mengoperasikan pabrik sudah memikirkan keberadaan bahan baku. Bahan baku
memang ada tetapi hanya terbatas sekali, hingga tanaman penghijauan
masyarakat seperti durian, mangga dan pinus habis terjual.

        "Kalau begini terjadi bagaimana nasib generasi muda kita membayangkan
keindahan alam Tapanuli yang bagus di masa depan," kata Panangian dengan
nada kesal.

        Menurutnya bahan baku pabrik itu ada ketentuan ukuran, bukan hanya
asal-asalan saja. Sebelum reformasi, walaupun dalam keadaan resah,
masyarakat tidak berani bertindak karena mereka diliputi ketakutan. Sering
dimunculkan kepermukaan bahwa pabrik pengolahan bubur kertas itu milik
Cendana dan para jenderal.

        Setelah reformasi, tidak ada lagi masyarakat diliputi ketakutan tentang
jenderal. Mereka menuntut agar Indorayon yang telah meresahkan
bertahun-tahun harus ditutup. Tidak perlu kita pikirkan para investor takut
menanam modal. "Kalau kehadiran pabrik itu meresahkan banyak orang, saya
kira tidak ada investor juga tidak apa-apa, kekurangan kertas bisa kita
impor, sekarang telur saja akan diimpor pemerintah."

        Kata Menteri LH/Ketua Bapedal, sebelumnya 239 sungai di Taput mengalir
dengan baik ke Danau Toba, sekarang hanya tinggal 97 yang berfungsi,
selebihnya kalau musim kering tidak ada lagi air yang menetes melalui
sungai-sungai kecil (gorong) itu. Yang sangat fatal, kata Menteri LH, daya
pikir (IQ) anak-anak diperkirakan menurun beberapa point, demikian juga
kesehatan masyararakat di kawasan Taput. Inilah yang saya minta sama aparat
kesehatan untuk meneliti penyebab penurunan tingkat kesehatan masyarakat.

        Sebelumnya di kawasan itu ratusan aliran sungai bisa dijadikan tempat
budi daya ikan dan peternakan lembu, sekarang ikan makin kecil-kecil dan
peternakan berkurang.

         "Jadi kalau hutan-hutan habis menjadi gundul, yang saya khawatirkan
datang bencana alam banjir dan ini pasti terjadi," katanya.

        Menurutnya, pada kabinet mendatang perlu ada departemen Lingkungan
Hidup baik ditingkat I maupun II, sehingga keberadaannya sangat membantu
masyarakat. Sekarang kita mendengar ada LH I dan II di daerah, tetapi tidak
pernah mendapat laporan dari daerah ke pusat.

        "Ini memang seperti satu keluarga tetapi tidak saling mau tahu, kan
susah jadinya," ujar Panangian Siregar.

        Sementara itu, seorang pembaca di Harian Waspada Medan, mempertanyakan
ditetapkannya PT Sucofindo yang akan mengaudit total IIU. Menurut penulis
surat itu, PT Sucofindo adalah perusahaan konsultan yang membuat AMDAL IIU.
Jadi bagaimana mungkin pemerintah menetapkan perusahaan konsultan yang telah
gagal membuat AMDAL, karena IIU ternyata lebih banyak menimbulkan dampak
lingkungan yang dikeluhkan masyarakat?

        Ada atau tidak ada audit total terhadap IIU, yang jelas masyarakat
Porsea sudah mengambil sikap: tutup IIU! Korban nyawa bahkan sudah berjatuhan.
Yang paling baru ketika meletus kerusuhan akhir Nopember 1998 yang merengut 1
korban tewas dan puluhan korban luka-luka akibat tindak kekerasan yang
dilakukan aparat keamanan.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Dec 1998 jam 04:11:05 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke