----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Sahur..Sahur...
Teriakan anak anak kampung terdengar  menggema
disubuh bening, saya menggeliat terbangun wuah...
Jam 4 lewat sedikit.Menyeret langkah kedapur,
Kosong, tidak ada makanan...
Penghuni rumah ini masih saja terlelap..
Setelah menbangunkan beberapa tubuh yg sedang
mendengkur dan ileran, saya berteriak memanggil
Asep tetangga belakang rumah..

Asep menyahut, saya ajak dia untuk sahur di
warung pak Dul,Dengan malas dia menjawab
" males ah,gue pengen masak sendiri aje"
alasan kuno ini langung tumbang begitu
saya jawab" Gue bayarin loe deh .."

5 menit kemudian Asep muncul dengan Sumantri.
Wajah mereka kusut karena begadang semalaman.
Sumantri memakai jaket yang bergambar Mick Jagger
yang dilukis dgn spidol murahan. Asep yang mencintai
Paul Mc Cartney tidak mau kalah memakai kaos oblong
The Beatles.Kecintaannya pada pemusik asal Liverpool
ini membuat dia merubah last namenya dari Suwirya menjadi
Asep mc Cartney.

Di Warung Pak Dul, Saya memesan nasi campur sayur
tahu plus tempe goreng dan ikan tongkol balado. Asep
seperti biasanya akan melahap setengah lusin tahu goreng.
Dan sumantri yang bertubuh kekar jelas makannya paling
banyak dan lahap.Untungnya saya tidak janji traktir dia.
Hhmmm...sambil menguyah tempe dan cabe rawit dalam
waktu yang bersamaan, biasanya saya selalu memuji
Pak Dul yang cengengesan berterima kasih sambil
mengisap roko gudang garam.

Sambil menghirup tes panas, Asep bercerita tentang band
SMA Guntur tempat dia sekolah bakalan manggung
diacara  malam seni anak SMEA 14.Dengan bangga
dia mengatakan akan menjadi sang drummer andalan
di band" Holly People "yang semua pemainnya mengganja
dan bertingkah seperti generasi hypies di Amerika tahun
60 an .Dia juga bercerita bahwa semalam mereka mengintip
si Anwar,padang pelit pengantin baru yang tinggal dimuka gang
yang lagi pacaran dengan Istrinya lewat kisi kisi jendela.
Setelah detail detail yang menegangkan secara hyperbolis diuraikan
membuat kami ikutan tegang .Beduk Imsakpun terdengar
bertalu talu. Secepat kilat kami yang tadinya berotak kotor berubah
menjadi nabi nabi suci.Ya nabi suci  paling kurang sampai bedug
magrib nanti..

Sumantri selalu berkeluh kesah. Sang pecinta yang selalu
dikecewakan perempuan ini lagi lagi terbenam dalam persoalan
yang sama. Fitri anak aceh yang hitam tapi jauh dari manis itu
terus menerus diburunya. Sudah ratusan malam gelisah dihabiskan
Sumantri untuk merenung dan menulis puluhan puisi puisi pemujaan
terhadap Fitri.Tapi tidak pernah sekalipun dia menyerahkan karyanya pada
sang idola.Dan saya lagi lagi mendorongnya untuk berani mengkepresikan
perasaannya langsung pada cewek aceh yang kurus rata ini.

Pak Salim, kepala keluarga terkaya dikampung kita seminggu
yang lalu mati kena serangan jantung.Konon upacara penguburannya
lebih meriah ( di rekam video segala) dari pada upacara meninggal
nya Pak Yahya, sebuah keluarga pas pasan yang dulu rajin sholat
subuh di mesjid Mujahiddin.Istri Pak Salim rumornya sekarang dekat
dengan Pak Ai, guru mengaji yang menjadi imam sholat gaib suaminya
sendiri.

Piping , anak gang Jalil tiga, dengar dengar masuk emergency lagi.
Raja kebut kebutan diatas suzuki gp ini terjungkal dari motornya
dan luka parah terbanting di aspal setelah menabrak mati seorang
perempuan yang beberapa saat kemudian diketahui bahwa dia
adalah tantenya sendiri.

Dian, anak keluarga Haji Sidik sekali lagi membuat gempar
karena kawin lari dengan seorang Ambon kristen.

Nurul, cewe manis penjaga warung dengar dengar sudah pacaran.

Rini, kembang kampung inveksi pacaran dengan preman.

Nur, wow..cewek cantik asal Palembang ini katanya minggu lalu
di bawa kepuncak sama temennya Sadi ,anak pak Salim
yang elite.( Membayangkan perjalanan mereka , sejenak otak kami
nabi kami  rusak lagi ..)

Lagit pagi mulai memerah dilangit timur. Kami bergegas menghabiskan
sisa gosip.Asep berjalan lurus diperempatan, saya berbelok pulang.
Sumantri katanya akan meneruskan menulis surat cinta buat Fitri.
Kali ini " Gua bakalan datengi sendiri rumahnya, dan langsung
ngasih ini surat" Dan seperti biasanya saya tahu dia bakalan gagal
lagi, dibalik tubuhnya yang berotot, Sumantri bermental inferior yang
tidak pernah percaya diri.

( Sahur sahur....)

Opss siapa yang meneriakan Sahur disini?
Huh? Sialan...ini ternyata cuma memory.

(Honey????? )
Huh?siapa yang memanggil saya honey di subuh begini?
Oh..si Vicky.Istri saya bule toh?

Okelah, saya mau sahur dulu.
Damn, dimana Asep.Sumantri dan Pak Dul?
Dimana tempe goreng, sambel kecap dan tahu?

Membuka kulkas saya cuma menemukan daging beku
dan sederetan makanan kaleng.

Sahur disini dingin.
Sahur dibelahan bumi sana hangat dan ramai.
Sahur dengan Asep cuma bayang bayang masa silam.



Hasan Basri

sedang sahur

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Dec 1998 jam 11:10:14 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke