----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

From: Bingung Mat

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtara dan damai bagi kita semua.

Dikisahkan dalam pewayangan pada epos Ramayana, kita kenal tokoh rak-
saksa Kumbokarno, Dalam kisahnya terjadi dialog antara Kumbokarno de-
ngan Gunawan Wibisana (adik kandungnya).

W : Kanda Kumbokarno, sbeaiknya kakang menghentikan peperangan
    dengan para prajurit pendukung Rama Wijaya.

K : Tidak bisa adiku. Saya adalah seorang prajurit. Melekat dalam sum-
    pah saya sebagai prajurit untuk membela negara, walaupu nyawa se-
    bagai taruhanya.

W : Tapi kanda, yang engkau bela adalah Dasamuka yang angkaramurka ?

K : Adiku Wibisana, Memang Presiden negara alengka adalah Dasamuka.
    Tetapi negara saya adalah Alengka. Alengka dengan Ayodia (negeri
    nya Rama Wiajaya) sedang perang. Jadi bukanlah perang pribadi an-
    tara Dasamuka dengan RamaWijaya.

W : Tetapi kanda, Dasamuka tidaklah terlepas dari Dari Alengka. Kemur-
    kaan Dasamuka adalah kemurkaan Alengka.

K : Itu memang benar, tapi apakah engkau bisa jamin kalau Dasamuka mun-
    dur dari Singgasana bahwa Rama Wijaya tidak melantakan negeri
    Alengka bahkan Alengka mejadi negara jajahan Ayodia ?

W : (Wibisana mulai ragu). Memang sih tidak ada jaminan, tetapi seti-
    dak-tidaknya angkara murka sudah bisa dilenyapkan.

K : Angkara murka itu tidak hanya ada di Alengka, Angkara murka ada
    dimana-mana. Dan datang pada setiap titah yang lupa diri.

W : Kalau begitu, maukah Kanda menumpas Angkara murka di Alengka ?

K : Bagaimana caranya ?

W : Bergabung dengan Rama Wijaya seperti yang saya lakukan. Lenyapkan
    Dasamuka

K : Desersi ? no way. Sebagai prajurit pantang menyerang negara sendi-
    ri.

W : Jadi Kanda tetap ingin membela Alengka ?

K : Sebagai prajurit Yes. Saya tidak ingin mati dinegeri ini sebagai
    penghianat negara. Karena negeri ini telah memberikan kemuliaan
    kepada saya. Dan saya harus membayarnya dengan kesetiaan.

W : Kalau begitu kanda harus berperang melawan saya !

K : Secara pribadi saya tidak berperang melawan Rama Wiajaya atau me-
    lawan Wibisana. saya hanya berperang melawan Ayodia.

W : Tahukah kanda bahwa Alengka pasti akan kalah perang ?

K : Kalah atau menang perang bukan urusan saya. Yang menentukan kalah
    dan perang adalah Tuhan. Kalau memang sejarah menghendaki Alengka
    kalah perang melawan Ayodia, tetapi sejarah tidak akan menulis sa-
    ya sebagai penghianat bangsa.

W : Kalau begitu silahkan kakanda membela Alengka yang angkara murka.
    Dan saya akan menumpasnya.

K : (bertambah tegang). Adiku.... yang murka adalah Dasamuka bukan
    Alengka. Membela Alengka adalah kewajiban saya sebagai prajurit
    dan warga negara. Itu menurut saya lebih baik dari pada orang-
    orang yang pernah menikmati kemuliaan di Alengka tetapi kemudian
    lari sewaktu Alengka mengalami kemunduran dan menjelang hancur.
    mereka itu bukanlah ksatria.

W : (merasa tersindir)
    Tetapi saya tidak bisa hidup ditengah kedzoliman Dasamuka.

K : Kalau engkau tidak bisa hidup ditengah kedzoliman Dasamuka, menga-
    pa kami mau menikmati hasil bumi, derajat, dan pangkat di Alengka.
    Bahkan kamu lari dari Alengka ketika negeri ini diambang kehancuran.

W : Hancurnya Alengka karena kedzoliman Dasamuka. Tidakah kanda sadari ?

K : Jika kamu tidak suka Alengka runtuh. Kami harus kembali ke Alengka.
    Bangunlah Alengka di negerimu sendiri. Tidak lari kenegri lain.
    Mintalah maaf pada rakyat Alengka. Jadikan Alengka yang baru, Aleng-
    kan yang bebas dari kedzoliman.

Dialog pun terhenti, tidak ada kata sepakat yang bisa dicapai antara
Kumbokarno dengan Wibisana.
Kita tahu persis mana yang paling benar dalam teori ini ?


Mat Bingung -   benar-benar bingung.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Dec 1998 jam 15:59:55 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke