----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Ya Tahun 1999 tinggal beberapa hari lagi.
Anda berkemas untuk membuat acara sendiri.
Malam tahun baru selalu tidak klop bila tidak
dirayakan dengan pesta coctail dan live band
dipandu seorang MC yang over acting cerewet
yang ludahnya muncrat membasahi mic bukan?

Hitung mundurpun akan dimulai menjelang jam 12
malam. Seperti kena hipnotis massal,anda dan ratusan
pengunjung pesta akan terpaku menatap jam dinding.
Gerak gerik manusia diruangan itu mirip sekumpulan
kerbau menjelang di bantai di penjagalan.Tentu anda
merasa elit dan keren, tapi bagi orang lain yang mau
berpikir lebih dari sekedar pentingya pergantian angka,
sebenarnya anda nampak tolol dan penyembah simbol.
Lalu secara bersama sama meneriakan angka 10..
9..8..7..6..5..4..3..2...HAPPY NEW YEAR..! seolah
anda yakin tau bahwa masa depan anda bakalan cerah,
dan anda pasti berumur panjang.

Memang tidak bisa dielakan culture manusia didominasi
angka. Semua gerak kehidupan selalu berkaitan dengan
angka. Sejak anda lahir ,anda diberi nomor, makin besar
nomor makin exist kehadiran anda diantara orang orang.
Begitu juga dengan jumlah deposito. Semakin besar angkanya
semakin tunduk dan ramah para karyawan Bank di hadapan anda.

Apa arti tahun 2000 bagi anda? Sebuah pergantian era kolosal bukan?
Orang yang concern mempelajari eschatological biasanya menganggap
bahwa usia alam semesta tidak berapa jauh lagi.seolah  Doomsday atau
kiamat akan menjelang. Secara ekologis, bumi menurut mereka makin
penuh polusi, produksi makanan tidak sanggup mengimbangi pertumbuhan
Populasi.Ada lobang ozon dilangit. Perang terus menerus terjadi.
Penyakit baru yg sulit diobati menyebar ke seantero bumi.

Tahun 999 manusia di Eropa juga pernah memprediksi hal yang sama.
Mereka merasa pergantian millenium ini adalah akhir zaman.
ribuan orang yg percaya Tuhan masuk dalam gereja meminta
ampun dan petunjuk. Yang tidak percaya malah membuat pesta
.Ya pesta yang mengakhiri segala pesta. Yang tadinya kikir tiba tiba
menjadi dermawan. Peternak melepaskan semua sapinya dan mebagikan
pada yg miskin papa. ( setelah terbukti tidak terjadi kiamat, mereka
jelas menghujat Tuhan, sialan...kami bangkrut lantaran kiamat gagal )

Menduga masa depan yang lebih baik atau lebih buruk sama saja.
Tahun 2000 cuma sekedar angka yang dibuat manusia.Standar angka
ini cuma menghitung laju perputaran bumi mengelilingi matahari sampai
pada titi semula sejak kelahiran Isa.

Boleh saja anda merayakan pergantian Millenia tanggal 31 december
1999.Menurut anda 2000 itu angka yang pasti. Tapi menurut orang cina
tahun itu adalah 4698 ( the year of the dragon ) menurut orang Arab
tahun itu adalah 1421. menurut Yahudi 5760. Dan perayaan tahun barunya
sendiri tentu saja berbeda beda menurut selera mereka.

Orang Byzantine merayakan tahun baru tanggal 1 september.
Orang Armenia tanggal 9 July.Dan saya biasanya merayakan
Tahun baru setiap tanggal muda, ketika cek gaji saya diserahkan
oleh Jeff supervisor saya yang tinggi besar, Bagi saya setiap hari yang
lewat menandakan hidup yang dijalani. Dan puncak kegembiraan
selalu dengan menatapi cek gaji. Lagi lagi nomor yang saya amati.

Makam Ibu Tien di Solo berdiri 666 meter datas permukaan laut.
Bagi kaum kejawen, nomor itu adalah nomor gaib yang suci.
Bagi orang barat disini, nomor itu selalu dihindari, Itukan nomor
yang melambangkan Setan..

Anda malu menyebutkan usia yang sebenarnya ketika umur
anda melesat melewati angka 30 an. Anda takut dibilang tua.
Padahal usia cuma sekedar angka. Proses ketuaan adalah
masalah biologis. Sebuah hal yang berbeda.

Di IRC anda selalu mengaku berumur 21 tahun. Karena anda
berusaha memacari para teenager.Tapi begitu anda berkaca
anda sulit membedakan antara wajah anda dengan kerut merut
muka Sudomo. Ya bila tampang anda begitu, anda memang
sudah tua. Libido anda saja yang masih doyan daun muda, klop
seperti dia..

Tulisan ini saya buat karena saya tidak pernah
mempercayai pentingnya merayakan tahun yang berganti.
Saya berusaha mati matian untuk tidak memuja simbol.
Orang Golkar memuja beringin. Orang PDI memberhalakan
kepala sapi. Dan Habibie memuja diri sendiri.

Saya berusaha tidak terpaku pada simbol.
Ya karena saya ingin hidup bebas tanpa belenggu
gambar gambar tidak bermakna dan angka angka.

Tapi, shit..ini hampir jam 3.
Saya harus berangkat kerja.
Sialan kenapa hidup saya selalu diatur angka juga?
Barangkali karena saya terpaksa...




Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 30 Dec 1998 jam 08:07:34 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke