----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


GUS DUR MINTA PANGDAM BRAWIJAYA SEGERA DICOPOT

        JAKARTA (SiaR, 28/12/98), Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid meminta
Panglima ABRI, Jendral TNI Wiranto, agar segera mencopot Pangdam V/Brawijaya
Mayjen TNI Djoko Subroto karena ia adalah salah seorang yang harus
bertanggungjawab atas pembantian 253 warga NU di Banyuwangi dengan
mengunakan kedok sebagai pembasmian dukun santet.

        Lebih lanjut, Gus Dur mengungkapkan, bahwa latarbelakang pembantaian itu
disebabkan karena ketakutan sekelompok tokoh pemerintahan terhadap PDI
Megawati yang akan bergabung dengan NU. "Karena penggabungan itu akan
merongrong kekuatan Soeharto," ujarnya.

        Untuk mendukung skenario penyebaran ketakutan dan pembersihan di antara
warga NU, menurut Gus Dur, sejumlah "tokoh" itu menurunkan sejumlah anggota
Kopassus. Dalam menjalankan aksinya ini, pasukan komando yang disebut-sebut
didatangkan dengan dukungan "Kelompok Cikarang" ini selalu menggunakan
topeng ninja berwarna hitam.  Kelompok pasukan khusus ini bekerja di luar
koordinasi Kodim dan Polres setempat.

        Belum tahu, bagaimana tanggapan Pangab Wiranto terhadap usulan Gus Dur ini.
Yang jelas, Pangdam Brawijaya akan menerima penghargaan Bintang Yudha
Pratama dari panglima ABRI.

        Beberapa sumber yang dijumpai SiaR menyatakan persetujuannya dengan usulan
Gus Dur. "Bukan kah ia adalah orang yang beberapa waktu lalu mengancam akan
membunuh wartawan DeTAK dan memasukkannya ke karung? Saya kuatir
jangan-jangan penghargaan Pak Wiranto diberikan atas dasar kepahlawanan
Djoko dalam membantai warga sipil yang dituduhnya dukun santet," ujar sumber
SiaR. ***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 30 Dec 1998 jam 12:59:13 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke