----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Wednesday 30 December 1998 13:40 UTC



** DI ACEH 7 ANGGOTA ABRI TEWAS DISERANG RATUSAN PENDUDUK

** PANGERAN SIHANOUK TOLAK BERIKAN GRASI KEPADA PEMIMPIN KHMER MERAH

** BENAZIR BHUTTO HARI INI BERTOLAK KE DUBAI

** ANGKATAN UDARA IRAK MELAKUKAN PENERBANGAN DI ATAS 'NO FLY ZONE'

** TOPIK GEMA WARTA: PEMBANTAIAN DI ACEH MERUPAKAN EKOR DARI PENCABUTAN
DOM YANG TIDAK TUNTAS

** TOPIK GEMA WARTA KEDUA: PRABOWO, PEREMPUAN TIONGHOA DAN XANANA GUSMAO
ADALAH TOKOH-TOKOH TAHUN 1998




* DI ACEH 7 ANGGOTA ABRI TEWAS DISERANG RATUSAN PENDUDUK
Dalam suatu serangan yang dilakukan ratusan penduduk kampung di Aceh
terhadap kesatuan ABRI, tujuh tentara tewas. Pihak ABRI mengatakan,
sekitar dua ratus penduduk kampung di Aceh Timur menyerang tentara
dengan bersenjatakan kapak. Serangan tersebut digerakkan oleh gerakan
separatis Aceh, yang sudah sejak lama menentang kehadiran ABRI di
provinsi Sumatra Utara itu.


* PANGERAN SIHANOUK TOLAK BERIKAN GRASI KEPADA PEMIMPIN KHMER MERAH
Raja Kamboja, Pangeran Norodom Sihanouk menolak memberikan grasi kepada
para pemimpin Khmer Merah, Kieu Samphan dan Nuon Chea, yang pekan lalu
menyerahkan diri kepada pemerintah Kamboja. Sihanouk mengatakan, kedua
orang tersebut telah banyak menyengsarakan rakyat Kamboja, dan mereka
harus diadili di depan pengadilan internasional. Orang kuat Kamboja,
perdana menteri Hun Sen sebelumnya menyatakan, pengadilan terhadap kedua
orang itu tidak penting bagi negeri itu. Ia berpendapat kerukunan
nasional sekarang harus diciptakan. Selasa kemarin Kieu Samphan secara
terbuka meminta maaf atas apa yang terjadi selama kekuasaan Khmer Merah,
yang bertanggung jawab atas tewasnya dua juta warga Kamboja di tahun
70-an. Perserikatan Bangsa-bangsa dan Amerika Serikat berpendapat, kedua
pemimpin Khmer Merah itu harus diadili.


* BENAZIR BHUTTO HARI INI BERTOLAK KE DUBAI
Pemimpin oposisi Pakistan, mantan perdana menteri Benazir Bhutto Rabu
ini bertolak ke Dubai. Senin lalu pemerintah Pakistan mencekal Benazir
yang akan pergi ke luar negari, tetapi pengadilan di Lahore menyatakan
larangan itu tidak berlaku. Mantan perdana menteri itu dituduh melakukan
tindak korupsi. Jurubicara Partai Rakyat Pakistan mengatakan, Benazir
akan berada di Dubai beberapa pekan untuk suatu kunjungan keluarga.


* ANGKATAN UDARA IRAK MELAKUKAN PENERBANGAN DI ATAS 'NO FLY ZONE'
Angkatan Udara Irak melakukan penerbangan di atas 'no fly zone' di Utara
dan Selatan Irak, yang sejak 1991 diberlakukan. Demikian dinyatakan
Wapres Irak Taha Jassin Ramadan. Ia memperingatkan akan menembak jatuh
tanpa ampun pesawat-pesawat Amerika Serikat dan Inggris. Pernyataan itu
dikeluarkan menyusul insiden Senin lalu, di mana pesawat Amerika
menembaki instalasi-instalasi anti-serangan udara Irak, setelah
pesawatnya ditembaki dari darat. Wapres Ramadan mengulangi kemungkinan
sebuah pesawat musuh tertembak jatuh. Tetapi Gedung Putih di Washington
secara resmi membantah berita itu.


* JUAN JOSE IBARRETXE TERPILIH JADI PRESIDEN BASKIA
Di Baskia, Spanyol, orang nasionalis kuat Juan Jose Ibarretxe dipilih
menjadi presiden negara bagian itu. Karena partainya, PNV, tidak
berhasil mencapai kedudukan mayoritas dalam parlemen Baskia, Ibarretxe
kehilangan beberapa suara. Ia mendapat dukungan dari sayap politik
gerakan separatis ETA. Untuk pertama kali para simpatisan ETA ikut dalam
pemungutan suara dalam parlemen Baskia. Sampai saat terakhir mereka
menolak kursi dalam parlemen, karena mereka tidak mengakui Undang-undang
Dasar Spanyol. Juga untuk pertama kali presiden negara bagian di pilih
oleh kaum nasionalis. PNV merupakan tenaga penggerak di balik
perundingan-perundingan rahasia dengan ETA, yang membuahkan gencatan
senjata September lalu.


* EMPAT WISATAWAN BARAT TEWAS DI YAMAN
Empat orang wisatawan Barat yang diculik di Yaman Selatan, tewas dalam
aksi pembebasan yang dilakukan pasukan keamanan Yaman. Menurut berita
terakhir, para korban tersebut adalah tiga warga Inggris dan seorang
Australia. Tiga wisatawan lainnya diberitakan menderita luka-luka,
sedang sisanya dalam keadaan selamat. Demikian dinyatakan seorang
pejabat pemerinah Yaman kepada media. Senin lalu, serombongan wisatawan
yang terdiri dari 16 orang diculik. Angkatan bersenjata Yaman segera
mengirim pasukan ke kawasan tersebut, dan mengepung para penculik. Dua
penculik tewas, dan yang lain berhasil ditangkap. Menurut pernyataan
pemerintah Yaman, para penculik tersebut adalah anggota gerakan Islam,
Jihat, yang menuntut pembebasan seorang pemimpin mereka yang ditahan.


* PBB BELUM BERHASIL MENYELAMATKAN PESAWATNYA YANG JATUH DI ANGOLA.
Perserikatan Bangsa-bangsa masih belum bisa mengirimkan pekerja
pertolongannya ke tempat di mana pesawatnya jatuh di rimba Angola. Di
kawasan itu masih berkobar pertempuran sengit antara tentara pemerinah
dan gerakan pemberontak UNITA. Pihak-pihak yang bersengketa belum
menanggapi permintaan PBB untuk menghentikan pertempuran selama dua
hari, guna memberi peluang bagi misi pertolongan. Pesawat tersebut jatuh
dalam keadaan tidak hancur dan kemungkinan adanya penumpang yang hidup
sangat besar. Di dalam pesawat terdapat sepuluh pengamat PBB dan empat
awak pesawat. Kecelakaan terjadi tidak lama setelah tinggal landas dari
bandara Huambo.


* PEMBANTAIAN DI ACEH MERUPAKAN EKOR DARI PENCABUTAN DOM YANG TIDAK
TUNTAS
Pertumpahan darah di Lhoknibong, Aceh Timur, diduga merupakan aksi balas
dendam berkenaan dengan pencabutan status DOM, yang belum tuntas.
Sedikitnya lima anggota ABRI tewas dalam sebuah aksi yang dilakukan
penduduk Lhoknibong, terhadap sebuah bus berpenumpang anggota ABRI
Selasa kemarin. Sedangkan dua anggota lainnya disandera. Sampai berita
ini diturunkan, masih belum jelas apakah para korban sudah ditemukan.
Sementara, ABRI telah meningkatkan kehadiran pasukannya di Lhoknibong
dalam upaya mencari para korban dan mengejar para pelaku yang menurut
ABRI adalah dari Gerakan Aceh Merdeka. Berikut penjelasan Bapak Ibrahim,
wartawan Serambi Indonesia di Lhokseumawe.

Ibrahim (I): Yang jelas kemarin saksi mata mengatakan yang tewas itu
cuma lima orang. Yang mayatnya satu digantung di pohon kayu. Yang empat
lainnya terletak di dalam lumpur, yang dalam keadaan rusak bagian
kepalanya. Yang dua lagi kabarnya itu dibawa entah kemana, dengan salah
satu mobil Cevrolet.

Radio Nederland (RN): Dan kelimanya adalah anggota ABRI semua?
I: Bukan berpakaian ABRI, tapi orang-orangnya mirip ABRI, berambut
cepak, begitu. Mereka menumpang bus, tapi bukan berpakaian ABRI. Hanya
rambutnya pendek. Tapi kabarnya dalam kantong itu terdapat kartu
anggota.

RN: Jadi peristiwa itu, seperti yang Bapak tadi katakan, sudah bermula
sejak kemarin. Penyebab utamanya apa? Kenapa sampai terjadi kasus
tersebut, pak?

I: Itu karena sekedar isu ninja yang sering disebut-sebut. Karena
pasukan ninja katanya mau menculik guru pesanteren. Tapi belum ada
bukti-buktinya yang ninja itu. Dan hari ini situasi sudah mulai aman.
Karena di lokasi itu sudah dikirim beberapa pasukan ABRI.

RN: Apa betul dengan berita yang kami dengar bahwa hari ini sebuah pos
polisi dibakar?

I: Bukan pos polisi yang dibakar, cuma mobil, tapi BR hitam. Tapi ada
sweeping di Lhosukun, Aceh Utara. Tapi dalam sweeping masyarakat itu
saya lihat tidak ada korban jiwa. Hanya dua penumpang bus mini itu
diturunkan. Mereka berambut cepak juga. Tapi bukan anggota ABRI.
Akhirnya dilepaskan.

RN: Masyarakat yang terlibat di Lhoknibong ini banyak juga ya pak?

I: Pelakunya tidak banyak tapi penontonnya banyak. Karena setelah
ditangkap itu diperkenankan masyarakat untuk melihat ramai-ramai. Sedang
pelakunya sekitar dua ratusan. Tapi masyarakatnya kadang-kadang sampai
lima ratusan. Bukan pelakunya itu.

RN: Tentunya ABRI dengan peristiwa ini semakin mengetatkan keamanan atau
memperkuat kehadirannya di sana?

I: Nampaknya sekarang keamanannya sudah sangat ketat. Dan saya lihat ada
delapan truk ABRI sudah dikirima ke lokasi Lhoknibong itu. Mereka
mencari mayat korban yang kemarin juga belum ditemukan. Mungkin mereka
sambil mengamankan daerah itu juga mencari jenazah lima yang sudah tewas
kemarin dan dua yang disandera. Dan sampai sekarang dari jam dua belum
ada kabar apakah mereka sudah dapat atau belum, tapi menelurusi sungai-
sungai itu.

RN: Pak Ibrahim, untuk jelasnya, jadi lima yang tewas itu sudah
ditemukan dan dua yang disandera itu yang masih belum ditemukan, begitu?

I: Kemarin saksi mata melihat lima yang tewas. Dua disandera. Yang lima
tewas itu kemudian dibawa dengan mobil Chevrolet. Entah kemana, tidak
tahu. Orang yang itu juga yang membawa. Yang melakukan sweeping itu yang
membawa mayat itu. Bukan diambil oleh ABRI. Jam dua tadi belum
diketahui. Ketujuh mayat itu belum ditemukan, termasuk yang dua
disandera itu.

Demikian Bapak Ibrahim, wartawan Serambi Indonesia di Lhokseumawe.
Nampaknya, aksi masyarakat Lhoknibong itu dikarenakan ketidakpuasan
mereka terhadap masalah pencabutan DOM yang tidak jelas. Demikian Yakob
Hamzah dari LBH Iskandar Muda di Lhokseumawe.

Yakob Hamzah (YH): Kemungkinan masyarakat di sini masih belum puas
dengan pencabutan DOM itu. Karena penegakan hukumnya tidak dijalankan.
Misalkan pelaku-pelaku kejahatan pada masa yang lalu itu tidak diajukan
ke pengadilan. Jadi mungkin ini balas dendam.

RN: Tapi terorganisir sekali tampaknya ya?

YH: Ya, nampaknya terorganisir, pak.

RN: Jadi itu suatu komunitas desa atau bagaimana? Atau bagaimana kita
melihat latar belakang organisasi ini? Apakah ada pihak yang
mengorganisir atau suatu spontanitas comunity setempat?

YH: Saya kira ada beberapa orang yang mengorganisir. Jadi mengajak
masyarakat begitu.

RN: Apakah ini termasuk gerakan tahun sembilan puluhan atau suatu yang
baru sama sekali?

YH: Saya kira ini gerakan Aceh Merdeka yang lalu.

RN: Apa indikasinya?

YH: Karena mereka pada saat melakukan sweeping, yang diperiksa itu,
hanya kalau yang bisa menunjukkan KTP, dibenarkan untuk tidak turun atau
tetap di tempat atau di dalam bus. Kalau yang tidak mempunyai KTP,
diperiksa. Kalau ternyata tentara, dia itu dibawa. Dibawa oleh suatu
kelompok yang tidak diketahui kemana arahnya.

RN: Ini kan persis yang dilakukan oleh ABRI pada tahun sembilan puluhan,
bukan?

YH: Ndak. Kalau yang ABRI tahun sembilan puluhan ndak kaya gini
sistemnya.

RN: Apa bedanya?

YH: Bedanya, kalau ini sweeping di jalanan. Bus-bus itu diperiksa semua.

RN:  Kalau ABRI pada awal sembilan puluhan bagaimana?

YH: Kalau awal sembilan puluhan itu kan dia datangi ke rumah satu-satu.
Ke rumah orang yang dia curigai.



*  PRABOWO, PEREMPUAN TIONGHOA DAN XANANA GUSMAO ADALAH TOKOH-TOKOH
TAHUN 1998
Suka atau tidak, tahun 1998 adalah tahun yang tak dapat dipisahkan dari
nama mantan presiden RI Soeharto. Namun, orang yang pantas menjadi Tokoh
Indonesia Tahun 98, adalah Prabowo Subianto. Dan Tokoh Perempuan Tahun
98, adalah para perempuan Tionghoa korban perkosaan. Sedangkan, untuk
Timor Timur, Tokoh 98, adalah Jose Alessandro 'Key Rala Xanana' Gusmao.
Mengapa demikian?

Berikut ini, sajian-tutup-tahun, dari meja redaksi di Hilversum...

"Man or Woman of the Year" bukanlah 'hero', melainkan sebuah pilihan -
pilihan pada orang yang paling banyak menjadi kepala berita, dan membawa
dampak yang besar. Bill Clinton dan Kenneth Starr, "Men of The Year"nya
mingguan TIME, misalnya, sepanjang tahun menjadi fokus publik. Yang
satu, tangannya usil, yang lain, pengusutannya ganas. Tapi, keduanya,
mengusik emosi publik untuk waktu cukup lama, dan membuat publik Amerika
berpikir dua kali tentang sistim hukum Amerika, dan tentang nilai-nilai
kesantun-an publik.

Di Indonesia, tahun 98 adalah tahun gonjang ganjing, tetapi hanya dua
media yang meng-angkat Tokoh 98. Mingguan UMMAT, tidak memilih
'newsmaker', melainkan orang yang mereka senangi. Tahun 97, UMMAT
memilih Amien Rais, dan sekarang, mengangkat Koordinator Kontras Munir
SH yang berjasa membela para korban penculikan. Namun tidak jelas
bagaimana peringkat pemberitaan dan dampak peristiwa tsb dapat menjadi
ciri utama bagi tahun yang hampir berlalu ini.

Sebaliknya, harian THE JAKARTA POST lebih lugas, dengan mengukur
peringkat orang orang yang jadi berita dan menunjuk dampaknya. Beberapa
nama disebut - Soeharto, Habibie, Amien Rais, Wiranto, bahkan Andi
Ghalib - namun pilihannya jatuh pada gerakan mahasiswa. Para mahasiswa-
lah, yang mencurahkan darah, keringat dan tangis, bahkan juga nyawa demi
reformasi. Pengorbanan itu berpuncak di bulan Mei. Begitu dasyhat
mereka, sampai Orang Kuat seperti Soeharto, akhirnya, terjungkal,
demikian THE JAKARTA POST.

Bagaimanapun juga, kalau ada subyek yang terus-menerus jadi kepala
berita sepanjang 98, maka, dia adalah, Soeharto, Prabowo dan gerakan
protes mahasiswa. Soeharto maupun Prabowo, menyulut kemarahan publik.
Keduanya adalah simbol dan monumen kesalahan politik, yang layak menjadi
pelajaran berharga bagi masa depan. Soeharto, yang disebut-sebut
bagaikan "kucing yang punya sembilan nyawa", belum masuk kotak. Tetapi,
prob-lim problim, musibah hak asasi dan kontroverse seputar dirinya
begitu besar, sehingga tanpa aktif pun, dia sudah menjadi berita. Cuma,
pada usia 77 tahun, perannya itu akan segera berlalu.

Sebaliknya, menantunya, mantan Pangkostrad dan mantan Letjen Prabowo
Subianto masih muda. Namanya, oleh publik, juga selalu dikaitkan dengan
pelbagai kejahatan hak asasi. Sulit, memang, untuk memilih antara
Soeharto dan Prabowo sebagai Tokoh Tahun. Apalagi, menurut kerabat
dekatnya, Prabowo adalah "produk" dari sang mertua. Tetapi, karena
musibah hak hak asasi yang diasosiasikan dengan dirinya belum terbongkar
dengan tuntas, maka Prabowo masih punya cerita panjang.

Salah satu musibah tsb adalah Tragedi Mei, bencana kemanusiaan 98 yang
meliputi per-kosaan. Perempuan Tionghoa menjadi kepala berita dalam dan
luar negeri selama ber-bulan-bulan. Pengalaman mereka, mengungkap drama
dan perlawanan. Mereka menolak memberi kesaksian sekalipun didesak oleh
aparat negara, bahkan menteri dan presiden. Semua itu menjadi simbol
dari kebangkitan masyarakat madani dan kebangkitan perempuan, serta
mengungkap potensi dan problim rasialisme di Indonesia.

Tokoh 98 ketiga, adalah pemimpin perlawanan Timor Timur, Xanana Gusmao.
Orang ini, tidak pernah keluar dari sel-nya di LP Cipinang, tetapi,
sepanjang tahun namanya jadi kepala berita. Dia dikunjungi, dikritik,
dan dipuji. Tetapi, dari Dili sampai Los Palos, dan dari Nelson Mandela
di Afrika Selatan sampai Kofi Annan di New York dan KTT Eropa di Wina,
semuanya sepakat membela pembebasan tapol Indonesia paling terkenal ini.
Tanpa Xanana, soal Timor Timur sulit diselesaikan, dan referendum sulit
dijangkau. Dan itulah, salah satu agenda tahun 99 ...


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 30 Dec 1998 jam 14:48:29 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke