----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

KOLOM SUPANGKAT

                 SUBSTANSI PEMILU JURDIL DIBOM ASAP REJIM HABIBIE


Mau tidak mau harus diakui bahwa kita sudah "caught napping", ditangkap basah
tertidur tidak kepalang tanggung lamanya: 32 tahun. Baru sekarang kita sadar
be-
tapa dahsyatnya kekuatan hipnotisme Suharto dengan sistem pemerintahan a la
fasis militerisme Japang sebagai satu satunya sistem pemerintahan yang diketa-
huinya - tidak ada pendidikan atau pengalaman lain - kecuali invensinya
sendiri
yang masih mencekam kita sampai detik ini, yaitu birokrat dan konglomerat ja-
hat, KKN.

Mungkin sampai detik ini kita masih mengigau gelagapan menghadapi realitas
dahsyat yang belum pernah terbayangkan selama ini. Saya tidak mempunyai
pretensi "sok tahu", namun mempunyai kelebihan sedikit karena tinggal di Ame-
rika selama 26 tahun belakangan ini sehingga bisa melihat dari luar tanpa
dikung-
kung tempurung UUD45, Pancasila, fasis militerisme a la Jepang. Makanya be-
rani membuat diagnosa dan terapi penyakit sosial Indonesia dewasa ini.

Ternyata segala rasionalisme menemui jalan buntu dihadang oleh teknikalitas
legalisme semu yang sudah tiada jenisnya lagi di dunia bebas dan modern.

Akhirnya kita disodorkan harapan palsu seolah olah pemilu Juni 1999 akan
mengakhiri penderitaan lahir bathin kita. Ini hanya wishful thinking belaka
karena
pemilu 1999 masih melibatkan Golkar dan Dwifungsi ABRI, RUU-nya masih di
awang awang apakah akan jurdil atau tetap akan lancung dan semena mena
seperti sediakala?

Lalu kita dibom asap smokescreen dengan perdebatan sistem proporsional atau
sistem distrik yang sebenarnya tidak substansial. Yang substansial, sistem
pemilu yang jurdil ala sistem pemilu 1955 mau dikaburkan dengan tabir asap.

Ratusan parpol baru tidak diberi kesempatan untuk turut pemilu secara lang-
sung tanpa embel embel untuk marjinalisasi proses demokrasi. Kalau ternyata
suaranya hasil pemilu tidak memenuhi syarat, barulah mereka diperbolehkan
bikin aliansi dengan parpol parpol lain yang disukainya.

Inilah substansi pemilu7 jurdil!

Semua parpol harus diberi kesempatan mencalonkan diri dan menceblos tanpa
peraturan peraturan marjinalisasi yang tendensius untuk melindungi Golkar
yang sudah punya cabang dari organisasi rapih di seluruh propinsi Indonesia.
Da-
lam hal ini partai baru sebesar PAN sekalipun akan kalah organisasinya oleh
Golkar yang sejak 32 tahun y.l. sudah merasuk ke desa desa.

Pengawasan Jimmy Carter dan PBB tetap ditolak oleh pemerintah Habibie.

RUU Pemilu palsu harus ditolak mentah mentah karena sifatnya yang mengecoh.

(Pakansi tidak tenang karena khawatir kita dijebak lagi dengan harapan palsu
pemilu 1999 yang digembar gemborkan jurdil).

H.S. Hidayat Supangkat
Atlanta, Georgia.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 30 Dec 1998 jam 17:07:04 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke